Breaking News

Kejaksaan Agung Ingatkan di Luar Pancasila Indonesia Akan Rusak

Di Diskusi GMKI Ajak Kelompok Cipayung Pererat Pemahaman Ideologi

Ajak Kelompok Cipayung Pererat Pemahaman Ideologi, Kejaksaan Agung Ingatkan di Luar Pancasila Indonesia Akan Rusak. Ajak Kelompok Cipayung Pererat Pemahaman Ideologi, Kejaksaan Agung Ingatkan di Luar Pancasila Indonesia Akan Rusak.

Kelompok Gerakan Mahasiswa yang dikenal dengan Kelompok Cipayung diharapkan mampu memberikan penyadaran dan kesadaran hukum bagi masyarakat Indonesia.

Salah satu wujud kesadaran hukum itu, berupa kesadaran ideologis dan konstitusional, Pancasila.





Kejaksaan Agung (Kejagung), dalam hal ini Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Jan Samuel Maringka mengingatkan, mahasiswa dapat menjadi ujung tombak dalam memperjuangkan, meneruskan dan membangun kesadaran hukum bagi masyarakat.

Salah satu kelompok mahasiswa yang sangat berpengaruh di Indonesia adalah Kelompok Cipayung. Kelompok Cipayung yaitu elemen pergerakan mahasiswa yang terdiri dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), kiranya menjadi benteng yang mampu mempertahankan dan mewujudkan Pancasila sebagai ideologi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Hal itu ditegaskan Jamintel Jan Samuel Maringka saat menjadi pembicara dalam Dialog Penerangan Hukum Ke-3, bertema Generasi Milenial Sadar Hukum. Penerangan Hukum Membangun Generasi Milenial Sebagai Generasi Sadar Hukum, yang diselenggarakan Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung (Puspenkum) bersama Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI), di Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (02 Juli 2019).





“Jadi peran mahasiswa saat ini sangat penting untuk merajut kebersamaan di setiap elemen manapun. Mengkritisi sesuatu itu sah, namun harus tetap memiliki landasan, supaya paham-paham di luar ideologi Pancasila tidak menjadi pemikiran alternatif yang akhirnya merusak tatanan kebangsaan,” tutur Jamintel Jan Samuel Maringka.

Acara yang diselenggarakan Korps Adhiyaksa bersama mahasiswa itu juga menghadirkan Komisioner Komisi Kejaksaan RI Barita LH Simanjuntak dan Ketua Umum PP GMKI Corneles J Galanjinjinay.

Jan Samuel Maringka menambahkan, para mahasiswa yang tergabung dalam kelompok Cipayung atau forum organisasi kemahasiswaan, seperti GMKI merupakan generasi pewaris masa depan bangsa.





Dalam konteks hukum, Korps Adhyaksa juga punya tugas pokok untuk meningkatkan kesadaran hukum masyarakat.

“Apalagi situasi saat ini sangat tepat, di mana kita baru selesai mengadakan Pemilu 2019. Artinya, ada suatu kondisi yang menjadi tugas besar bersama dalam konteks merajut kembali persatuan dan kesatuan bangsa,” ujarnya.

Dalam pemahaman kejaksaan, katanya, penegakan hukum bukanlah industri. Itu artinya, kejaksaan tidak lagi fokus mengejar jumlah pelaku kejahatan, namun bagaimana upaya untuk menurunkan tingkat kejahatan dan meningkatkan kesadaran hukum masyarakat.





Komisioner Kejaksaaan RI Barita LH Simanjuntak menyampaikan, GMKI sebagai bagian dari Kelompok Cipayung punya peran strategis. Itu lantaran organisasi tersebut sejak awal dibentuk konsisten menjaga dan merawat kebangsaan, yakni Pancasila, NKRI, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Apabila itu dimaknai dalam kehidupan kemahasiswaan di generasi milenial, itu akan semakin bisa memberikan pegangan kuat bagi dinamika gerakan mahasiswa di kampus. Karena tuntutan dari generasi milenial merupakan sesuatu hal yang baru, tapi hal baru itu tidak bisa lepas dari tugas dan tanggungjawab mahasiswa untuk memperjuangkan nilai-nilai kebangsaan,” tutur Barita LH Simanjuntak.

Barita LH Simanjuntak juga, berharap, semoga tidak terjadi kontraproduktif terhadap kemajuan tersebut. Misalnya, antara keinginan menerima sesuatu yang baru tanpa memiliki pegangan. Idealisme mahasiswa tetap harus diarahkan untuk senantiasa merawat persatuan dan kesatuan.





Barita juga menyetujui, di luar Ideologi Pancasila, Indonesia akan rusak. “Pemahaman di luar Pancasila, merusak tatanan kebangsaan kita. Oleh karenanya, sangat perlu pemahaman memaknainya secara komprehensif dan baru,” ujar Barita.(JR/Richard)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*