Kejagung Masih Teliti Berkas Kasus Berita Hoax ‘Tujuh Kontainer Surat Suara Sudah Tercoblos’

Program Tabur 31.1 Kejaksaan Agung 2019; Ditangkap di Daerah Salemba, Jaksa Berhasil Amankan Buronan ke 22.

Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali menerima dua berkas perkara dugaan tindak pidana penyebaran berita bohong (hoax) atau penghinaan terhadap penguasa dan badan umum yang ada di Indonesia melalui media elektronik, atas nama tersangka BBP dan MYH dari Badan Reserse Kriminal Polri (Bareskrim Polri).

 

“Iya benar kita sudah terima berkas tersangka BBP dan MYH pada 17 Januari 2019,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Mukri dalam siaran persnya, Selasa (22/01/2019).

 

Murkri menjelaskan bahwa dengan diterimanya berkas perkara tersebut, selanjutnya oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum (JAM Pidum) akan melakukan penelitian untuk kelengkapan formil maupun materiil.

 

“Saat ini sedang dilakukan penelitian berkas perkaranya baik kelengkapan formil maupun materiil,” ujarnya.

 

Dalam perkara itu tersangka BBP disangkakan melanggar Pasal 14 ayat (1) dan (2) dan/atau Pasal  15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

 

“Sementara untuk tersangka MYH disangkakan melanggar Pasal 14 ayat (2) dan/atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan/atau Pasal 207 KUHP,” katanya.

 

Kasus berita hoax tujuh kontainer surat suara yang sudah tercoblos di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara bermula saat Wasekjen Demokrat Andi Arief melalui akun Twitternya meminta agar kabar adanya tujuh kontainer surat suara yang sudah dicoblos di Tanjung Priok itu dicek.

 

Kabar hoax yang beredar itu menyebut ada 70 juta surat suara yang sudah dicoblos di nomor urut 01 dalam tujuh kontainer. Di rekaman itu juga menyebutkan surat suara itu berasal dari China dan sudah disita TNI AL.

 

Setelah mengecek langsung ke Pelabuhan Tanjung Priok, KPU memastikan jika kabar adanya tujuh kontainer surat suara yang sudah tercoblos di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, adalah bohong.

 

Setelah dipastikan bahwa kabar tersebut adalah hoax, berbagai pihak langsung merespons. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo pun mendatangi Bareskrim Polri dan mengaku akan membuat laporan terkait hoax 7 kontainer surat suara tercoblos.

 

Tak hanya Mendagri, KPU juga ikut melaporkan kabar hoax 7 kontainer surat suara tercoblos ke Bareskrim Polri. KPU mengatakan akan melawan pihak yang mengganggu proses pemilu.

 

Sebelumnya, Bareskrim Polri sudah menetapkan tersangka bernama Bagus Bawana Putra (BBP) yang diduga melakukan penyebaran hoax di media sosial.

 

“Tersangka yang tinggal di Bekasi, kami temukan tanggal 7 Januari 2019 di Sragen Jawa Tengah,” kata Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Pol. Albertus Rachmad Wibowo.

 

Selain BBP, polisi juga menetapkan tiga tersangka lain penyebar hoax surat suara tercoblos berinisial J, HY dan LS.(Richard)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan