Breaking News

Keempat Tersangka Masih Ada Kok, Jampidsus Pastikan Pengusutan Kasus Dana Hibah Banjir Pemkot Manado Tidak Berhenti

Keempat Tersangka Masih Ada Kok, Jampidsus Pastikan Pengusutan Kasus Dana Hibah Banjir Pemkot Manado Tidak Berhenti. Keempat Tersangka Masih Ada Kok, Jampidsus Pastikan Pengusutan Kasus Dana Hibah Banjir Pemkot Manado Tidak Berhenti.

Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Jampidsus) M Adi Toegarisman memastikan, proses pengusutan kasus dugaan korupsi Dana Hibah Banjir Pemerintah Kota Manado pada 2014 tidak jalan di tempat.

Mantan Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejaksaan Agung (Jamintel) itu memastikan, penyidiknya tidak berhenti mengusut kasus yang sudah menetapkan 4 orang tersangka itu.





Hal itu ditegaskan Jampidsus M Adi Toegarisman menanggapi upaya hukum yang dilakukan oleh LSM Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) besutan Boyamin Saiman, yang mengajukan Praperadilan atas kasus itu.

“Silakan saja (MAKI) mengajukan praperadilan kasus dana hibah itu. Tapi yang jelas (Kejagung) tidak menghentikan penyidikan kasus itu. Bahkan sudah ada tersangkanya. Kalau nanti di penyidikan ada yang dianggap terlibat, ya kita lihat fakta hukumnya dan kami bakal tindaklanjuti,” ujar M Adi Toegarisman kepada wartawan, Rabu (26/06/2019).

Mantan Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta (Kajati DKI) ini menerangkan, penyidiknya sudah menetapkan 4 orang tersangka, yaitu FS yang merupakan unsur BPK, NJT dari Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), YSR dan AYH dari pihak swasta.





Sebelumnya, Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) mengajukan 10 permohonan praperadilan terhadap Kejagung ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Koordinator MAKI,  Boyamin Saiman mengatakan, sidang praperadilan terhadap Kejagung rencananya mulai digelar pada 27 Juni 2019.

Menurut Boyamin, MAKI meminta kepada majelis hakim agar memerintahkan Kejaksaan Agung melanjutkan penyidikan kasus dugaan korupsi dana hibah Pemkot Manado. MAKI menilai penanganan kasus tersebut berlarut-larut sejak terbitnya surat perintah penyidikan (Sprindik).





“Apalagi hingga kini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Boyamin sembari menyebutkan, salah seorang pejabat tinggi Pemkot Manado yang diduga terlibat di kasus ini sudah pindah ke partai koalisi pemerintah.

Dalam kasus ini, Kejagung sempat memeriksa Wali Kota Manado Vicky Lumentut di Gedung Bundar Kejaksaan Agung pada 2 Oktober 2018.

Seusai diperiksa Vicky Lumentut tidak banyak memberi komentar terhadap kasus yang sedang disidik Pidsus Kejagung. Namun dia mengakui dimintai keterangan sebagai saksi.





Vicky Lumentut sempat dua kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik Pidsus Kejagung untuk diperiksa pada 24 Agustus 2018 dan pada 24 September 2018.(JR/Richard)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*