Kecewa Berat Dengan Pemerintah Pusat, Wentius Nemiangge Lettakkan Jabatan Dari Wakil Bupati Nduga

Kecewa Berat Dengan Pemerintah Pusat, Wentius Nemiangge Lettakkan Jabatan Dari Wakil Bupati Nduga

- in NASIONAL
44
0
Kecewa berat dengan Pemerintah Pusat Indonesia,Wentius Nemiangge menyatakan mundur dari jabatannya sebagai Wakil Bupati Nduga, di hadapan ratusan masyarakat Nduga, yang berkumpul di Bandara Kenyam, Senin (23/12/2019) siang.Kecewa berat dengan Pemerintah Pusat Indonesia,Wentius Nemiangge menyatakan mundur dari jabatannya sebagai Wakil Bupati Nduga, di hadapan ratusan masyarakat Nduga, yang berkumpul di Bandara Kenyam, Senin (23/12/2019) siang.

Wakil Bupati Nduga, Provinsi Papua, Wentius Nemiangge memilih mundur dan meletakkan jabatannya sebagai Wakil Bupati, dikarenakan dirinya kecewa masih terjadinya penembakan terhadap warganya oleh aparat TNI/Polri di Nduga.

Langkah meletakkan jabatannya sebagai Wakil Bupati yang seharusnya masih tersisa 3 tahun lagi itu diakuinya karena telah kecewa dengan rentetan penembakan yang terjadi di Kabupaten Nduga

Hal itu dibenarkan oleh Anggota DPR Papua Laurenzus Kadepa dalam keterangan yang diterimaSelasa (24/12/2019).

“Itu peristiwa kemarin saat beliau bicara di hadapan ratusan masyarakat Nduga yang sedang berkumpul di Bandara Kenyam sebagai bentuk protes atas operasi militer yang selama ini terjadi di sana,karena sudah banyak masyarakat sipil yang jadi korban,” ujar Laurenzuz Kadepa yang merupakan anggota DPRD dari Nduga tersebut.

Laurenzus menyampaikan, pernyataan mundur Wakil Bupati Nduga ini merupakan langkah berani dan pantas diapresiasi.

“Beliau luar biasa, karena dia punya hati nurani untuk masyarakatnya. Jujur saja selama ini aspirasi pemerintah daerah Kabupaten Nduga dan Papua tentang krisis warga Nduga tidak pernah didengar pemerintah pusat. Padahal Pemda itu perpanjangan pemerintah pusat di daerah. Ini penyebab mundurnya Pak Wabup Nduga. Dia tidak mau rakyatnya ditembak terus akibat perang antara TPNPB dan TNI Polri,” ujar politisi Partai NasDem ini.

Selain itu, langkah mundur Wakil Bupati Nduga ini merupakan bentuk protes terhadap kebijakan Pemerintah Pusat yang terus mengirimkan militer dalam jumlah besar ke Nduga, dengan alasan pengejaran terhadap Kelompok Eginus Kogoya.

“Betapa tidak, sejak operasi militer satu tahun terakhir ini puluhan ribu rakyat Nduga mengungsi ke hutan dan kabupaten tetangga. Mereka kehilangan hak hidup, ekonomi, kesehatan, pendidikan, ibadah Natal tidak bisa dan lain-lain. Jadi ini sudah bentuk frustrasi juga,” ujarnya.

Sebelumnya pada hari Senin (23/12/2019), Wakil Bupati Nduga Wentius Nemiangge menyatakan mundur dari jabatannya sebagai Wakil Bupati.

“Sudah satu tahun terjadi seperti ini. Kami sebagai Pemerintah Daerah sudah menghadap Menteri, DPR RI, Panglima dan Kapolri meminta agar pasukan TNI/Polri yang ada di Nduga segera ditarik, agar masyarakat kembali ke  kampung-kampung untuk beraktivitas seperti biasanya. Namun sampai hari ini permintaan kami ini tidak pernah direspons. Bahkan penembakan terhadap warga sipil terus terjadi,” ungkapnya dengan nada kecewa di hadapan ratusan masyarakat Nduga, yang berkumpul di Bandara Kenyam, Senin (23/12/2019) siang.

Menurutnya, dia bersama Bupati, Yairus Gwijangge, merupakan perpanjangan tangan dari Presiden di daerah, dan harusnya bisa didengar oleh Pemerintah Pusat.

Namun kenyataanya sangat bertolak belakang, karena permintaan mereka tidak pernah digubris pemerintah pusat.

“Kami ini adalah perpanjangan tangan presiden di daerah, tapi sejauh ini kami tidak ada nilainya, kami tidak dihargai. Permintaan kami tidak pernah digubris oleh pemerintah pusat, lalu untuk apa kami ada? Kami hanya dijadikan boneka oleh pemerintah. Maka mulai hari ini saya meletakan jabatan saya sebagai Wakil Bupati Nduga. Dan mulai hari ini saya akan kembali menjadi masyarakat biasa,” ujar Wentius Nemiangge.(JR)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like