Kawal Pelantikan Presiden Yang Aman, Nelayan Tunggu Kehadiran Poros Maritim Dunia dan Bulog Perikanan

Koordinator Bidang Hubungan Antar Lembaga Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Siswaryudi Heru: Kawal Pelantikan Presiden Yang Aman, Nelayan Tunggu Kehadiran Poros Maritim Dunia dan Bulog Perikanan.
Koordinator Bidang Hubungan Antar Lembaga Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Siswaryudi Heru: Kawal Pelantikan Presiden Yang Aman, Nelayan Tunggu Kehadiran Poros Maritim Dunia dan Bulog Perikanan.

Nelayan Indonesia akan mengawal dan bersikukuh menantikan perwujudan program Poros Maritim Dunia dan Bulog Perikanan di periode kedua pemerintahan Presiden Jokowi.

Karena itu, agenda pelantikan Presiden dan Wakil Presiden pada Oktober 2019 ini, akan juga dikawal oleh para nelayan. Agar berlangsung tenang, damai dan siap nge-jos mewujudkan program-program pro rakyat.

Hal itu ditegaskan Koordinator Bidang Hubungan Antar Lembaga Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Siswaryudi Heru jelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden.

Menurut Siswaryudi, Nelayan berkomitmen untuk tetap mengawal dan lebih mengedepankan perwujudan program-program pro nelayan. Agar segera dilanjutkan dan dilaksanakan, daripada memancing keributan yang tak ada untungnya bagi keseluruhan masyarakat Indonesia.

“Aksi-aksi unjuk rasa jelang pelantikan, bukanlah pilihan cara kami dari nelayan Indonesia. Kita lebih baik dan lebih berguna menjaga ketentraman dan ketenangan keberlangsungan pelantikan presiden dan wakil presiden, agar selanjutnya bisa bekerja mewujudkan program-program pro nelayan. Seperti Poros Maritim Dunia dan Bulog Pertanian. Itu yang lebih penting,” tutur Siswaryudi Heru, di Jakarta, Senin (14/10/2019).

Lebih lanjut, Ketua Bidang Kelautan dan Perikanan Pengurus Pusat Dewan Ekonomi Indonesia Timur (DEIT) ini menyampaikan, jangan sampai karena keseringan unjuk rasa, malah membuat pekerjaan yang penting-penting bagi masyarakat jadi terhambat.

“Misalnya, banyak program prioritas bagi nelayan yang sudah dimulai dan masih butuh untuk diwujudkan segera. Poros Maritim Dunia, bulog nelayan, asuransi nelayan, infrastruktur nelayan, banyak lagi. Nah ini tak mungkin terwujud kalau demo terus,” ujar Siswaryudi Heru.

Siswaryudi Heru yang juga Wakil Ketua Komite Tetap (Wakomtap) Hubungan Antar Lembaga Dewan Pengurus Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) ini berharap, perbaikan perekonomian nelayan yang lebih baik juga bisa segera dilakukan. Demikian pula dengan perekonomian masyarakat di sektor lainnya.

Persoalan kesejahteraan, lanjut Siswaryudi Heru, menjadi prioritas yang harus dilakukan. Dan semua itu bisa dilakukan dengan situasi yang aman dan tertib, serta tenang dalam bekerja. “Kalau ribut atau rusuh, enggak bakalan bisa kerjalah,” ujarnya.

Perlu disadari, lanjut Ketua Maritim dan Nelayan Projo ini, saat ini, mau tidak mau, suka atau tidak suka, sudah begitu banyak program dan kebijakan yang sudah mulai dan masih dijalankan oleh pemerintah bagi nelayan Indonesia.

Terkhusus nelayan dan masyarakat pesisir di Indonesia Timur, lanjutnya, sangat menantikan langkah konkrit dan perwujudkan Indonesia Poros Maritim Dunia itu.

Jadi, Pemerintahan Jokowi di periode kedua ini, untuk mewujudnyatakan berbagai program pro rakyat, terutama bagi nelayan yang sudah setia memberikan dukungannya selama periode pertama. Dan masih mendukung di periode kedua Jokowi ini.

Dengan berfokus pada pengembangan sektor kelautan dan nelayan, lanjutnya, banyak persoalan bangsa Indonesia akan teratasi. Terutama persoalan keuangan yang mendera selama ini.

Sebab, potensi laut dan hasil-hasilnya di Indonesia, sangat melimpah. Karena itu, Siswaryudi Heru yang juga Wakil Ketua Komite Tetap (Wakomtap) Hubungan Antar Lembaga Dewan Pengurus Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) ini menekankan, jangan sampai dukungan nelayan Indonesia juga mengendor, jika Presiden Joko Widodo tidak serius melakukan program-program nelayan yang sudah dinanti-nantikan itu.

Siswaryudi Heru berharap, persiapan dan prosesi pelantikan Presiden Joko Widodo-Ma’aruf Amin, akan berlangsung lancar. Setelah itu, nelayan juga akan menagih janji-janji pemerintah untuk segera mewujudkan program-program pro nelayan Indonesia.

“Masih banyak pekerjaan rumah yang harus segera dilakukan. Terutama bagi Nelayan. Karena itu, nelayan berharap, dan tidak mau dong kecewa. Sebaiknya pemerintah segera fokus bekerja dan mewujudkan program-program nelayan itu,” tutur Siswaryudi Heru lagi.

Dia mengatakan hasil laut Indonesia melimpah ruah. Sehingga, nelayan dan masyarakat pesisir, maupun pulau-pulaunya, mestinya sejahtera. Potensi perikanan yang selama ini belum dimaksimalkan perlu dikembangkan dengan nyata.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan