Kaum Milenial Minta Dilibatkan Memberantas Korupsi

Kaum Milenial Minta Dilibatkan Memberantas Korupsi.

Sejumlah aktivis eks Kelompok Cipayung yang tergabung dalam Institute for Action Against Corruption (IAAC) menyampaikan, KPK dirasa perlu meningkatkan sinergitas dalam melakukan langkah-langkah pemberantasan korupsi.

Sehingga, dengan spirit yang sama serta roadmap pemberantasan korupsi yang terpadu, diharapkan mampu mendorong akselerasi pemberantasan korupsi di Indonesia.





Direktur Eksekutif Institute for Action Against Corruption (IAAC) Dodi Lapihu menegaskan, KPK diharapkan mampu mendukung perbaikan sistem secara konsisten dengan sehingga menutup ruang abu-abu yang berpotensi menjadi tempat terjadinya tindakan korupsi.

“ Hal ini dipandang perlu demi terwujudnya tatakelola yang bersih atau Good and Clean Governance,” tuturnya, Minggu (14/07/2019).

Dia mengatakan, sampai saat ini, Rakyat Indonesia masih percaya terhadap KPK di tengah-tengah upaya pelemahan KPK dari dalam dan luar KPK.





“Isu-isu murahan yang bertebaran merupakan upaya nyata dalam mengganggu kinerja KPK. Kami memberikan kepercayaan penuh kepada KPK yang merupakan anak kandung reformasi dan ujung tombak pemberantasan korupsi,” ujarnya.

Dodi mengajak semua pihak mendukung proses pemberantasan korupsi yang dilakukan KPK di tengah-tengah upaya yang melemahkan KPK.

“Upaya-upaya pelemahan tersebut sangat nampak dilakukan secara terstruktur dan sistematis,” ujarnya.





Pada fokus pencegahan, lanjutnya, perlu dilihat secara serius bagaimana KPK menjangkau generasi milenial melalui jejaring komunitas.

Generasi milenial, kata Dodi, adalah generasi native teknologi sehingga penyebaran nilai dan semangat anti korupsi dapat dilakukan dengan cepat dengan memanfaatkan berbagai media dan teknologi yang ada.

“Selain itu dengan bersinergi dengan komunitas-komunitas milenial, KPK dimampukan melakukan edukasi dan kampanye anti korupsi dengan pendekatan yang lebih kreatif dan interdisipliner,” paparnya.





Dengan melihat masih banyaknya operasi tangkap tangan (OTT) dan kasus korupsi yang dilakukan oleh politisi, Dodi mengatakan hal itu menunjukan parpol belum serius melakukan pendidikan politik yang bersih.

“Partai politik cenderung menghabiskan energi pada politik elektoral. Oleh karena itu kami menyerukan agar kader-kader partai politik yang berhasil memenangkan kontestasi elektoral dapat mengemban jabatan politik dengan penuh integritas,” ujarnya.

Demi mendorong kinerja KPK yang lebih progresif, Dodi mengatakan, pihaknya akan mengawal seluruh proses seleksi Capim KPK.





“Kami menyerukan Panitia Seleksi Capim KPK agar transparan dan kredibel dalam setiap tahapan seleksi,” tutupnya.(JR)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*