Katanya Urus Pendidikan, Tanoto Foundation Teken MoU Dengan Pemkab Kutai Kertanegara

Katanya Urus Pendidikan, Tanoto Foundation Teken MoU Dengan Pemkab Kutai Kertanegara.

Pihak perusahaan swasta kini masuk ke sektor pendidikan. Dengan tujuan untuk memberdayakan dunia pendidikan, kerjasama pun digalang dengan pemerintah.

Seperti yang terjadi di Kabupaten Kutai Kertanegara, Tanoto Foundation meneken Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemerintah Kabupaten dalam mengurusi pendidikan.

Direktur Program Pelita Pendidikan dari Tanoto Foundation, Stuart Weston dan Plt Bupati Kutai Kartanegara Edi Darmansyah melakykan penandatanganan MoU di Pendopo Bupati.

“MoU Kabupaten Kutai Kartanegara  dengan Tanoto Foundation untuk meningkatkan mutu pendidikan. Kerjasama ini diharapkan mampu mengenalkan pembelajaran yang bisa menjawab tantangan zaman,” tutur Direktur Program Pelita Pendidikan dari Tanoto Foundation, Stuart Weston, dalam siaran persnya, Sabtu (04/08/2018).

Tanoto Foundation adalah lembaga filantropi yang didirikan oleh Sukanto Tanoto dan Tinah Bingei Tanoto berfokus pada kegiatan pendidikan.

Skema awal kerjasama ini akan berlangsung selama tiga tahun yaitu mulai tahun 2018 sampai 31 Desember 2020.

Tanoto Foundation akan melatih kepala sekolah dan guru-guru di 24 sekolah terpilih untuk meningkatkan kapasitasnya dalam mengimplementasikan pembelajaran aktif, manajemen sekolah, dan budaya baca.

Di 24 sekolah yang terpilih tersebut, terdiri dari 12 SD, 4 MI, 6 SMP, dan 2 MTs yang berada di dua kecamatan yaitu Tenggarong dan Tenggarong Seberang.

“Sebelum program dimulai, sekolah-sekolah tersebut akan dilakukan asesmen kemampuan membaca dan matematika. Untuk siswa SD dan MI, terutama siswa kelas awal, akan diuji kemampuan literasinya dengan menggunakan instrumen standar internasional EGRA (early grade reading assessment) dan EGMA (early grade mathematic assesment),” ujar Stuart Weston.

Hasil asesmen tersebut akan menjadi data awal sebagai pijakan dalam mengembangkan program pelatihan dan pendampingan untuk sekolah mitra. Untuk melihat keberhasilan program, hasil asesmen awal akan dibandingkan dengan data-data setelah intervensi program.

Kutai Kartanegara memiliki jumlah Sekolah Dasar sebanyak 466 dan sekolah Menengah Pertama sebanyak 166, MI dan MTs masing-masing sekitar 40-an. “Ke depan program ini akan didiseminasikan ke sekolah dan madrasah lainnya,” kata Stuart lagi.

Plt Bupati Kutai Kartanegara Edi Darmansyah menyambut baik program ini. Dia berharap akan terjadi banyak perubahan pada mutu guru dan kepala sekolah setelah program berjalan.

“Kami sangat siap mengawal program ini. Program yang dikerjasamakan memang sangat sesuai dengan kebutuhan daerah ini,” ujarnya.

Penandatangan MoU dihadiri oleh para pemangku kepentingan pendidikan,  di antaranya Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Kemenag Kutai Kartanegara dan Provincial Coordinator Program Pelita Pendididikan Tanoto Foundation untuk Kalimantan Timur.

Program Pelita Pendidikan yang diprakarsai oleh Tanoto Foundation pada tahun 2018 dilaksanakan di 14 kabupaten di 5 provinsi yaitu, Sumatera Utara, Jateng, Jambi, Riau dan Kaliman Timur. Di Kalimantan Timur, program ini bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kota Balikpapan, serta Universitas Mulawarman dan IAIN Samarinda.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan