Kasus Penyerobotan Tanah di Kecamatan Jambe Tangerang, Polda Banten Tetapkan Satu Orang Tersangka

Kasus Penyerobotan Tanah di Kecamatan Jambe Tangerang, Polda Banten Tetapkan Satu Orang Tersangka

- in HUKUM
29
0
Kasus Penyerobotan Tanah di Kecamatan Jambe Tangerang, Polda Banten Tetapkan Satu Orang Tersangka. – Foto: Advokat Hartono Tanuwidjaja.(Ist)Kasus Penyerobotan Tanah di Kecamatan Jambe Tangerang, Polda Banten Tetapkan Satu Orang Tersangka. – Foto: Advokat Hartono Tanuwidjaja.(Ist)

Penyidik Polisi Daerah (Polda) Banten menetapkan Ahmad Gozali dkk sebagai tersangka dalam kasus penyerobotan dan pengerusakan atas lahan seluas 200 hektar di Desa Sukamanah, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang.

Hendro Kimanto Liang, pemilik tanah seluas 200 hektar melaporkan kejadian penyerobotan dan pengerusakan lahannya itu ke Polda Banten dengan nomor: TBL/387/XII/RES.1.10/2018/Banten/SPKT II.

Kuasa hukum pemilik tanah tersebut, Hartono Tanuwidjaja mengatakan, penyidik Polda Banten baru menetapkan satu orang yang ditetapkan sebagai tersangka.

“Untuk sementara ini baru satu orang yang sebagai tersangka. Sementara yang lainnya masih berstatus sebagai saksi,” ujar Hartono dalam rilisnya, Senin (14/12/2020).

Sementara itu, Ibrohim, H Suharyo Suharsoyo, Darul, Direktur PT Girya Sukamanah Permai (GSP), Reagen Honoris masih berstatus sebagai saksi dalam kasus tersebut.

Sebelumnya, lanjut Hartono, Polda Banten telah mengirim Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) Nomor A.3/84/X.1.10/2020/Ditreskrimum tanggal 28 Oktober 2020 kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten.

“Terkait LP 387/tahun 2018/Polda Banten itu kita juga turut melaporkan Reagen Honoris sebagai Direktur PT Girya Sukamanah Permai,” katanya.

Sebelumnya, PT Griya Sukamanah Permai (PT GSP) diduga melakukan penyerobotan dan pengerusakan tanah seluas 200 hektar Desa Sukamanah, Kecamatan Jambe Kabupaten Tangerang.

Kejadian tersebut bermula saat ia mendapat kabar dari seorang saksi bernama Med Saefudin yang melaporkan diatas tanahnya sedang dilakukan perataan tanah dengan menggunakan alat berat pada 24 November 2018.

“Awalnya saya dapat kabar dari saksi sedang di lakukan pemerataan tanah. beliau bilang, si terlapor mengaku kepada saksi, bahwa pengerusakan lahan adalah atas perintah pemilik lahan yakni Hendro Kimanto Liang,” kata Hendro di Jakarta, Kamis (19/11/20).

Ia mengaku tidak pernah memerintahkan siapapun untuk melakukan pemerataan tanahnya tersebut. Setelah mendapatkan informasi tersebut, Hendro langsung datang ke lahannya tersebut untuk memastikan informasi yang Ia dapatkan.

“Ternyata benar. Saat saya melihat lokasi, tanah saya telah dilakukan perataan tanah lebih kurang dua puluh tiga hektar. Dan sampai laporan polisi dibuat, pekerjaan itu masih tetap berlangsung,” ucap Hendro.

Menurutnya, ia mempunyai bukti-bukti berupa izin prinsip dari bupati Tangerang tanggal 17 Mei 1995 nomor 59373-ASS TAPRA, izin lokasi yang diperoleh dari Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang, masing-masing tahun 1995, 1996 dan 1997, serta surat pelepasan hak sejak awal tahun 1996 hingga 1998.

“Surat-surat saya lengkap semua. Bahkan surat pemberitahuan pajak terhutang atau SPPT dan surat tanda terima setoran sejak tahun 1997 sampai tahun 2020,” bebernya.

Bahkan, ia juga mengklaim memiliki surat keterangan tidak sengketa nomor 590/081/Ds. skm/V/2018 tanggal 24 Mei 2018 yang diterbitkan oleh Kepala Desa Sukamanah, Kecamatan Jambe Kabupaten Tangerang.

Terpisah, kuasa hukum Hendro Kimanto Liang, Hartono Tanuwidjaja juga mengungkapkan, pihaknya telah melayangkan surat peringatan atau somasi kepada PT Griya Sukamanah Permai.

“Kita sudah mengirimkan somasi ke PT GSP. Namun hingga kini somasi kami belum juga direspons oleh mereka,” ujar Hartono saat dikonfirmasi, Senin (24/11/20).

Menurutnya, kliennya tersebut merupakan pemilik yang sah atas lahan di Desa Sukamanah seluas 200 hektar.

Lahan tersebut rencananya akan di bangun perumahan atas nama PT Bumi Mahkota Pesona yang telah diberikan izin pada 21 Desember 1995 silam.

“Telah ditemukan fakta di lapangan terutama pada bidang tanah dimaksud. Telah terjadi kegiatan pengerusakan terhadap patok beton dan plang kepemilikan tanah atas nana PT Bumi Mahkota Pesona secara terstruktur, sistematis dan masif dengan melawan hak,” ungkapnya.

Hartono melanjutkan, objek tanah milik PT Bumi Mahkota Pesona milik Hendro Kimanto Liang tersebut, diserobot dan disinyalir akan dijadikan proyek perumahaan Modern Land Cilejit oleh PT Griya Sukamanah Permai.

“Padahal PT GSP tidak pernah melakukan transaksi Jual Beli dan atau pengalihan hak atas tanah di lokasi Desa Sukamanah, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang dan di lokasi Desa Batok, Kecamatan Tenjo, Kabupaten. Bogor,” ujarnya.

Kegiatan tersebut, lanjut Hartono, telah jelas dan nyata melakukan perbuatan melawan hukum sesuai Pasal 167, Pasal 263, Pasal 264, Pasal 266, Pasal 385 dan Pasal 389 KUHPidana.

“Sehingga kami sebagai pemilik sah atas bidang-bidang tanah merasa sangat dirugikan,” pungkasnya.(Nando)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like