Breaking News

Kasus OTT Oleh KPK, Tiga Jaksa Diberhentikan Dari Jabatan Struktural

Kasus OTT Oleh KPK, Tiga Jaksa Diberhentikan Dari Jabatan Struktural. Kasus OTT Oleh KPK, Tiga Jaksa Diberhentikan Dari Jabatan Struktural.

Tidak berlangsung lama, Kejaksaan Agung (Kejagung) langsung memutuskan tiga oknum jaksa yang terlibat dalam operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (29/06/2019) lalu, telah melanggar kode etik dan perilaku jaksa.

Ketiga oknum jaksa itu diketahui berasal dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta, yakni Kasubsi Penuntutan Yadi Herdianto, Kasi Kamnegtibum TPUL Yuniar Sinar Pamungkas dan Asisten Tindak Pidana Umum Agus Winoto.





“Berdasarkan hasil pengumpulan data dan bahan keterangan, dapat disimpulkan terdapat indikasi pelanggaran kode etik dan prilaku jaksa,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Mukri dalam konferensi pers di kantornya, Rabu (03/07/2019).

Berdasarkan temuan indikasi pelanggaran kode etik jaksa itu, Mukri pun menegaskan, ketiga oknum jaksa itu telah dicopot dari jabatan strukturalnya di Kejati DKI.

“Pimpinan kejaksaan telah melepaskan jabatan strutural terhadap jaksa AW (Agus Winoto), YSP (Yuniar Sinar Pamungkas) dan YH (Yadi Herdianto) dalam jabatan strukturalnya di Kejati DKI untuk kelancaran proses pemeriksaan selanjutnya oleh bidang pengawasan,” jelasnya.





Seperti diketahui, KPK menangkap lima orang terkait kasus dugaan suap penanganan perkara di Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

Lima orang itu adalah Pengacara Sukiman Sugita, Pengacara Alvin Suherman, Pihak Swasta Ruskian Suherman, Kasubsi Penuntutan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Yadi Herdianto, dan Kasi Kamnegtibum TPUL Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Yuniar Sinar Pamungkas.

Dari operasi itu, KPK menetapkan Alvin sebagai tersangka pemberi suap. Dari pengembangan OTT ini KPK juga menetapkan Asisten Pidana Umum Kejati DKI Jakarta Agus Winoto, dan Pengusaha Sendy Perico sebagai tersangka.





Sementara itu, dua oknum jaksa yang ikut terjaring OTT, Yadi dan Yuniar, diserahkan ke Kejagung. Keduanya bakal diproses secara etik di pengawasan dan perkara pidananya di Pidana Khusus Kejagung.

Yadi ditangkap oleh tim satgas antirasuah sekitar pukul 14.00 WIB, Jumat (28/06/2019). Dari tangannya diamankan uang senilai 8.100 dolar singapura. Yadi diketahui adalah perantara suap Sendy Perico kepada Asisten Pidana Umum Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Agus Winoto.

Sementara itu, Yuniar ditangkap di Bandara Halim Perdana Kusuma. Ia diamankan sekitar pukul 16.00 WIB dan langsung dibawa ke Kejaksaan Agung.





Dari tangannya ditemukan uang sebesar 20.874 dolar singapura dan 700 dolar amerika. Peran Yuniar dalam kasus ini tidak jelaskan oleh komisi antirasuah maupun Kejagung.(Richard)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*