Kasus Korupsi Pemberian Kredit PT BTN, Puluhan Miliar Uang Negara Macet

Kasus Korupsi Pemberian Kredit PT BTN, Puluhan Miliar Uang Negara Macet

- in HUKUM
21
0
Kasus Korupsi Pemberian Kredit PT BTN, Puluhan Miliar Uang Negara Macet.Kasus Korupsi Pemberian Kredit PT BTN, Puluhan Miliar Uang Negara Macet.

Penyidik Kejaksaan Agung menyidik kasus korupsi pemberian kredit dari PT Bank Tabungan Negara (BTN). Pemberian Kredit Yasa Groya (KYG) itu terjadi di BTN Cabang Semarang.

Kasus ini terjadi karena KYG diberikan kepada debitur. Dan juga mengenai novasi atau pemberian hutang. Untuk kasus ini, sebesar Rp 26 Miliar uang Negara mengalami kemacetan.

Kepala Pusat dan Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum) Mukri menjelaskan, untuk mengusut kasus ini, pada Selasa, 3 September 2019, penyidik pada Jampidsus Kejaksaan Agung sudah memeriksa saksi.

Saksi yang diperiksa adalah Direktur Utama PT Nugra Alam Prima, Eddy George. Eddy diperiksa berkenaan korupsi pemberian Kredit Yasa Griya (KYG) oleh PT Bank Tabungan Negara Cabang Semarang kepada Debitur PT Tiara Fatuba dan Novasi (pembaharuan hutang) kepada PT Nugra Alam Prima serta PT Lintang Jaya Property.

“Saksi Eddy George diperiksa terkait dengan penerimaan fasilitas kredit dari PT BTN Cabang Semarang  kepada PT Nugra Alam Prima,” ujar Mukri, Jumat (06/09/2019).

Kasus korupsi ini berawal pada bulan April 2019 di kantor PT BTN Cabang Semarang. BTN telah memberikan fasilitas Kredit Yasa Griya kepada PT Tiara Fatuba sebesar Rp 15,2 miliar.

“Prosedur pemberiannya dilakukan secara melawan hukum. Tidak sesuai dengan Surat Edaran Direksi PT Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk. Sehingga mengakibatkan kredit macet sebesar Rp 11,9 miliar,” ungkap Mukri.

Selanjutnya, pada bulan Desember 2015, Asset Managemen Division (AMD) Kantor Pusat BTN melakukan novasi (pembaharuan hutang) kepada PT Nugra Alam Prima (NAP) dengan nilai plafon Rp 20 miliar. Dan tanpa ada tambahan agunan.

Sehingga menyebabkan kredit macet kembali sebesar Rp 15,6 miliar. Kemudian, pada bulan November 2016, AMD Kantor Pusat BTN melakukan novasi (pembaharuan hutang) kembali secara sepihak dari PT NAP kepada PT Lintang Jaya Property.

Juga tidak sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP). Dan tanpa ada tambahan agunan. Kembali dengan plafon kredit sebesar Rp 27 miliar.

“Hal tersebut menyebabkan kredit macet kembali sebesar Rp 26 miliar dengan kategori kolektibilitas 5,” ujar Mukri.(JR)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like