Breaking News

Kasus Korupsi Pembangunan Mesjid Raya di Buol, Jaksa Tahan 3 Tersangka

Kasus Korupsi Pembangunan Mesjid Raya di Buol, Jaksa Tahan 3 Tersangka. Kasus Korupsi Pembangunan Mesjid Raya di Buol, Jaksa Tahan 3 Tersangka.

Anggaran pembangunan mesjid  dikorupsi. Jadi tersangka, kini tiga orang ditahan oleh Jaksa Penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Buol, Sulawesi Selatan.

Ketiga tersangka korupsi pembangunan Mesjid Raya di Buol itu adalah HBHD selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Mesjid Raya Buol Tahap III, R selaku Direktur PT Sarana Pancang Tomini, dan MPT selaku Konsultan Pengawas.

Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum) Mukri menyampaikan, penahanan terhadap ketiga tersangka dilakukan setelah Jaksa Penyidik melakukan penyidikan semenjak Juli 2019.

Sesuai hasil pemeriksaan saksi-saksi terkait dalam dugaan tindak pidana korupsi kasus dugaan korupsi pembangunan Masjid Raya Buol Tahap III di Kabupaten Buol tahun anggaran 2017 dengan nilai pekerjaan Rp 1,7 miliar.

“Penyidik berkeyakinan telah memperoleh bukti permulaan yang cukup atas adanya perbuatan pidana korupsi yang dilakukan oleh ketiga tersangka,” tutur Mukri, di Komplek Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Kamis (07/11/2019).

Atas bukti-bukti itu, ketiga tersangka dijerat dengan pasal 2, pasal 3, junto pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Mukri menjelaskan, kasus tersebut terungkap berdasarkan hasil penyelidikan Tim Jaksa Kejari Buol yang menemukan fakta paket pekerjaan pembangunan Masjid Raya Buol tahap III tersebut sudah dicairkan oleh PT Sarana Pancang Tomini atas persetujuan dari PPK dan Konsultan Pengawas PT Arsindo Mega Kreasi.

Namun pekerjaan tersebut tidak dilaksanakan.Dan dibuat dokumen pendukung pencairannya seolah-olah telah dilaksanakan. Sehingga total kerugian Negara Rp 1,7 miliar,” ujar Mukri.

Dan pada Kamis,07 November 2019, ketiga tersangka ditahan oleh Jaksa Penyidik selama 20 hari kedepan di Lapas Kelas III Leok di Buol. (JR/Richard)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*