Kasus Korupsi Kredit Pengadaan Proyek Fiktif, Kejati Kalbar Tahan 6 Tersangka

KALIMANTAN – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Barat (Kalbar) melakukan penahanan terhadap 6 orang tersangka terkait kasus dugaan pengajuan pembiayaan kredit pengadaan proyek fiktif di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat (Kalbar)

Enam tersangka yang ditahan itu adalah PP, SK, CDB, KD, DK yang merupakan kontraktor dan A yang merupakan analis kredit salah satu bank di Kabupaten Bengkayang, Kalbar.

Kepala Kejati Kalbar, Mashyudi mengatakan, kontraktor dari beberapa perusahaan ini diduga mengajukan kredit pembiayaan proyek pengadaan barang dan jasa ke salah satu bank. Dengan berbekal jaminan surat perintah kerja atau SPK proyek tahun anggaran 2018 yang ternyata palsu.

“Seolah-olah mendapat proyek pembangunan proyek Kementerian Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi,” kata Masyhudi, Selasa (23/02/2021).

Pihak Bank akhirnya memberikan pembiayaan sebesar maksimal 60% dari nilai pekerjaan SPK yang merupakan proyek penunjukkan langsung dengan nilai di bawah Rp200 juta.

“Dari 74 paket yang tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Bengkayang ini, menyebabkan kerugian negara sebesar Rp8,2 Miliar,” ujarnya.

Para kontraktor ini masing-masing memperoleh jumlah paket proyek berbeda-beda. Hingga saat ini, Kejati Kalbar telah menahan 10 orang tersangka dari kasus ini dan akan terus dikembangkan.

Dalam kasus ini juga Kejati Kalbar telah berhasil menyelamatkan kerugian negara sebesar lebih dari Rp1,5 Miliar.(Richard)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan