Kasus BPJS-TK, Kejagung Periksa Dirut PT Samuel Sekuritas dan Direktur PT Indopremier IM

Kasus BPJS-TK, Kejagung Periksa Dirut PT Samuel Sekuritas dan Direktur PT Indopremier IM

- in HUKUM
55
0

JAKARTA – Penyidik pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali memeriksa tiga orang saksi terkait kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi BPJS Ketenagakerjaan (TK).

Ketiga orang tersebut berasal dari manajer investasi, dua diantaranya pimpinan PT Samuel, yakni WW selaku Direktur Utama (Dirut) PT Samuel Sekuritas dan KL, Direktur PT Samuel Sekuritas Indonesia. Sementara seorang berinisial SH selaku Direktur PT Indopremier Investment Management (IM).

“Ketiganya diperiksa masih sebagai saksi,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak di Jakarta, Selasa (23/02/2021).

Menurut Leonard, pemeriksaan terhadap ketiga saksi tersebut guna mencari fakta hukum dan mengumpulkan alat bukti tentang kasus BPJS-TK.

“Pemeriksaan saksi dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan tentang pencegahan penularan Covid-19,” ujarnya.

Sebelumnya, Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejagung, Febrie Adriansyah mengatakan pihaknya telah minta kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan audit forensik atas penyidikan kasus dugaan korupsi di BPJS-TK.

“Dengan audit itu akan diketahui siapa lawan transaksi dan bagaimana hasil akhirnya,” kata Febrie.

Menurutnya, salah urus dalam managemen pengelolaan keuangan dan dana investasi BPJS-TK, sehingga berpotensi merugikan negara sekitar Rp20-an triliun perlu diperdalam dan dibuktikan secara yuridis.

“Jika bagian keuangan bilang, itu baru potensi. Pertanyaannya, apa ada perusahaan lain bisa merugi dalam 3 tahun sampai Rp20 triliun. Bisa kembai separohnya aja sudah luar biasa,” kata Febrie.

Karena itu, dia meminta waktu untuk mempertajam perkara tersebut agar dugaan praktik korupi di BPJS-TK dapat dibuat seterang mungkin.

“Nantilah, ini masih dalam proses (penyidikan), tunggu saja,” kilahnya saat ditanya siapa yang harus bertanggung jawab sebagai tersangka.

Diketahui, kasus BPJS-TK mulai dibidik sejak Desember 2020 dan naik ke tahap penyidikan pertengahan Januari 2021. Kejagung juga telah memeriksa puluhan saksi, mulai dari mantan Direktur Utama BPJS-TK Agus Susanto dan para direksi hingga pihak manajer investasi. Namun, penyidik Kejagung belum juga menetapkan tersangka di kasus yang total investasi saham dan reksadananya sebesar Rp40 triliun.(Richard)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Dana PT Asabri Diduga Ditempatkan di MTN Koperasi Karyawan Kemenkeu

JAKARTA – Kasus dugaan korupsi pada PT Asuransi