Kasus Anak Indonesia Terpapar Covid-19 Tinggi, Anggota Komisi IX DPR Arzeti Bilbina: Pemerintah Jangan Sok Cool, Lakukan Tindakan Segera

Kasus Anak Indonesia Terpapar Covid-19 Tinggi, Anggota Komisi IX DPR Arzeti Bilbina: Pemerintah Jangan Sok Cool, Lakukan Tindakan Segera. - Foto: Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKB Arzeti Bilbina. (Net)
Kasus Anak Indonesia Terpapar Covid-19 Tinggi, Anggota Komisi IX DPR Arzeti Bilbina: Pemerintah Jangan Sok Cool, Lakukan Tindakan Segera. - Foto: Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKB Arzeti Bilbina. (Net)

Kasus anak-anak yang terpapar Covid-19 cukup tinggi di Indonesia. Bahkan kasus kematian anak-anak di Indonesia akibat Covid-19 tertinggi di Asia. Data Kementerian Kesehatan per 30 Mei 2020 menyebutkan, ada sekitar 1.851 anak di bawah usia 18 tahun yang terpapar Covid-19.

Anggota Komisi IX DPR RI, Arzeti Bilbina mengaku gregetan dengan sikap dan langkah pemerintah yang terkesan abai dan kurang peduli dengan kondisi anak-anak Indonesia yang terpapar Covid-19.

Arzeti Bilbina meminta Pemerintah harus segera mencari solusi atas tingginya kasus tersebut. Selain itu, Arzeti juga mendesak pemerintah segera mengambil kebijakan strategis untuk menurunkan kasus positif Covid-19 pada anak-anak.


“Pemerintah jangan sok cool deh.  Gregetan nih. Jangan menyepelekan data dan fakta. Dua hal ini harus benar-benar menjadi pijakan Pemerintah dalam mengambil kebijakan yang tepat sasaran, baik di hulu maupun di hilir,” ujar Arzeti Bilbina, Senin (08/06/2020).

Kasus Anak Indonesia Terpapar Covid-19 Tinggi, Anggota Komisi IX DPR Arzeti Bilbina: Pemerintah Jangan Sok Cool, Lakukan Tindakan Segera. - Foto: Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKB Arzeti Bilbina. (Net)
Kasus Anak Indonesia Terpapar Covid-19 Tinggi, Anggota Komisi IX DPR Arzeti Bilbina: Pemerintah Jangan Sok Cool, Lakukan Tindakan Segera.Foto: Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKB Arzeti Bilbina. (Net)

Lebih lanjut ia menerangkan, dengan tingginya kasus anak yang terpapar Covid-19, Pemerintah perlu meningkatkan kualitas kesehatan bagi anak-anak.

“Perlu lebih intensif lagi vaksinasi, pemberian vitamin, makanan tambahan, serta sosialisasi dan edukasi menjaga kesehatan bagi anak di tengah pandemi Covid-19,” tegas Arzeti.


Anggota DPR RI dari Dapil Jatim I ini mengkritik Pemerintah yang kurang responsif terhadap tingginya kasus Covid-19 pada anak. Menurutnya, hingga saat ini belum ada instruksi kepada Kepala Daerah untuk benar-benar mengantisipasi tingginya kasus Covid-19 pada anak.

Di Jawa Timur sendiri, lanjutnya, kasus anak-anak yang terpapar Covid-19 relatif tinggi. Data per 1 Juni 2020 menyebutkan, total kasus anak yang terpapar Covid-19 adalah 127 kasus. “Ini tentu menjadi alert bagi kita semua,” ujarnya.

Hal tersebut ia nyatakan setelah mencermati data rendahnya angka vaksinasi saat pandemi dan tingginya kasus anak yang terpapar Covid-19 di Jawa Timur.


Kasus Anak Indonesia Terpapar Covid-19 Tinggi, Anggota Komisi IX DPR Arzeti Bilbina: Pemerintah Jangan Sok Cool, Lakukan Tindakan Segera. - Foto: Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKB Arzeti Bilbina. (Net)
Kasus Anak Indonesia Terpapar Covid-19 Tinggi, Anggota Komisi IX DPR Arzeti Bilbina: Pemerintah Jangan Sok Cool, Lakukan Tindakan Segera.Foto: Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKB Arzeti Bilbina. (Net)

Kondisi inipun diperparah  dengan hasil temuan Arzeti Bilbina di lapangan saat reses. Di mana angka stunting dan malnutrisi yang memang sudah tinggi sebelum dan terlebih pada saat pandemi Covid-19.

“Dengan kenyataan tingkat vaksinasi kita menurun, malnutrisi, dan stunting itu membuktikan anak-anak kita rentan. Fakta ini diperkeruh dengan abainya orang tua dalam menjaga anak agar tidak terpapar virus. Oleh karena itu, Pemerintah harus memberikan instruksi yang jelas. Jangan hanya sekedar himbauan. Berikan edukasi dan solusi yang tepat,” terangnya.

Berdasarkan kondisi obyektif tersebut, Anggota DPR RI dari FPKB ini benar-benar mendesak pemerintah agar tanggap dan segera melaksanakan vaksinasi, memberikan vitamin dan makanan tambahan.


Dari sisi regulasi, Arzeti mendesak Kepala Daerah agar menyiapkan payung hukum untuk lebih memproteksi anak-anak. Hak anak-anak dalam mendapatkan pelayanan kesehatan harus dipenuhi oleh Negara, terlebih di masa pandemi Covid-19 ini. “Perlu intervensi kebijakan yang tepat dalam kasus ini,” tandas Arzeti Bilbina.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan