Karhutla Masih Merebak, Indonesia Sedang Kritis, Menteri LHK Siti Nurbaya: Sekitar 2,6 Juta Hektar Lahan Rawan Terbakar

Karhutla Masih Merebak, Indonesia Sedang Kritis, Menteri KLHK Siti Nurbaya: Sekitar 2,6 Juta Hektar Lahan Rawan Terbakar. – Foto: Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya.
Karhutla Masih Merebak, Indonesia Sedang Kritis, Menteri KLHK Siti Nurbaya: Sekitar 2,6 Juta Hektar Lahan Rawan Terbakar. – Foto: Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya.

Indonesia masih mengalami maraknya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Hal itu diakui sendiri oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya.

Menurut politisi Partai Nasdem ini, Indonesia tengah memasuki fase kritis Karhutla. Masa kritis ini malah sudah memasuki fase kedua.

Fase kritis pertama terjadi antara Bulan Maret hingga April 2020. Fase kritis kedua terjadi mulai Bulan Juni 2020, dan diprediksi akan berlangsung hingga Bulan September mendatang.

Untuk Provinsi Riau, Siti Nurbaya menyebut, wilayah ini merupakan salah satu daerah yang mengalami Karhutla terparah.

Riau memasuki fase kritis karhutla pertama, karena di wilayah ini banyak banyak titik api atau hot spot, yang terjadi pada kurun Maret hingga April 2020. Bahkan hingga kini, hot spot itu tak kunjung berkurang.

Hal itu juga diakui Siti Nurbaya saat menggelar webinar yang diselenggarakan Forum Medan Merdeka 9 (FMB9), di Gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, pada hari Jumat (18/07/2020).

“Saya pantau petanya dari sini mulai bulan April hingga Juni hot spot atau titik apinya masih ada,”ungkap Siti Nurbaya.

Siti Nurbaya menilai, laporan yang diterimanya dari Pemerintah Daerah mengenai penanganan Karhutla belum optimal.

Dia mengatakan, hot spot yang terdapat di Provinsi Riau sudah terjadi sejak fase pertama di bulan Maret hingga April 2020. Dan akan masih terus berlanjut hingga Juni dan Juli.”Dan puncaknya pada bulan akhir Agustus dan September mendatang,” ujarnya.

Oleh karena itu, menurut Siti Nurbaya, Presiden Joko Widodo sendiri telah memerintahkan kepada dirinya untuk membuat konsep dan solusi permanen atas persoalan Karhutla itu. “Kita tak henti-hentinya berpikir,” ujarnya.

Namun, Siti Nurbaya belum mau mengungkapkan konsep penanganan Karhutla permanen yang dimintakan Presiden Joko Widodo kepada dirinya.

Siti Nurbaya mengatakan, hingga saat ini, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tengah bekerjasama dengan Badan Restorasi Gambut (BRG), yang disebut sebagai salah satu badan yang akan dibubarkan oleh Presiden Joko Widodo.

Sebenarnya, kata dia, kerjasama KLHK dengan BRG sudah berlangsung sejak Januari 2019. Untuk mencari solusi atas persoalan Karhutla, melalui pencegahan, serta upaya mengatasi asap yang menyelimuti wilayah Sumatera dan Kalimantan.

Hingga saat ini, Siti Nurbaya mengatakan, ada 7 wilaah prioritas untuk penanganan dan pencegahan karhutla, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimatan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. “Ada sekitar 2,6 juta hektar lahan rawan terbakar yang harus dijaga,” tandas Siti Nurbaya.(Jhonny M)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan