Kapal Trawl Yang Beroperasi di Perairan Pantai Timur Sumut Marak, Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia Gelar Aksi Ke Aparat

Kapal Trawl Yang Beroperasi di Perairan Pantai Timur Sumut Marak, Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia Gelar Aksi Ke Aparat.
Kapal Trawl Yang Beroperasi di Perairan Pantai Timur Sumut Marak, Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia Gelar Aksi Ke Aparat.

Dewan Pimpinan Daerah Kesatuan Nelayan Tradisional (DPD KNTI) Tanjungbalai, Asahan, Sumut menggelar unjuk rasa ke kantor-kantor aparatur penegak hukum.

Aksi untuk mendesak para penegak hukum menindaktegas para pemilik dan operasi kapal trawl yang masih marak beroperasi di Perairan Pantai Timur Sumatera Utara.

Ketua DPD KNTI Tanjungbalai Asahan, Muslim Panjaitan mengatakan, maraknya kapal trawl yang beroperasi itu sangat merugikan nelayan dan Negara.

“Padahal, dari berbagai kebijakan, sudah ada jalur penangkapan ikan dan penempatan alat penangkap ikan yang diijinkan,” tutur Muslim Panjaitan, Rabu (18/09/2019).

Peraturan yang dimaksud, Undang-Undang Perikanan, Peraturan Perikanan No 71/Permen-KP/2016, tentang Jalur Penangkapan Ikan dan Penempatan Alat Tangkap Ikan.

Sekretaris DPD KNTI Tanjungbalai Asahan, Dahli Sirait menambahkan, aparat oenegak hukum harus tegas menegakkan hukum. Jangan diam saja. Dan jangan bermain mata dengan para pemilik atau operator kapal trawl.

“Tuntutan aksi hari nini adalah, mendesak aparat keamanan mulai dari Kepolisian dan Angkatan Laut untuk menegakkan aturan, tanpa pandang bulu, terhadap pemilik dan pengguna kapal trawl,” ujar Dahli Sirait.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan