Kapal Sitaan Jaksa Senilai Rp 40 Miliar Hilang Dari Penitipan, Harus Diusut, Kok Bisa Karam di Lautan?

Kapal Sitaan Jaksa Senilai Rp 40 Miliar Hilang Dari Penitipan, Harus Diusut, Kok Bisa Karam di Lautan?
Kapal Sitaan Jaksa Senilai Rp 40 Miliar Hilang Dari Penitipan, Harus Diusut, Kok Bisa Karam di Lautan?

Kapal Motor Kayu Eboni yang disita Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat (Kejari Jakpus) dinyatakan hilang dari penitipan. Setelah dilaporkan hilang, kapal senilai Rp 40 miliar itu pun dikabarkan telah karam di lautan.

Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum) Mukri membenarkan adanya kapal sitaan jaksa dari Kejari Jakpus yang hilang dari penitipan. Mukri membenarkan, hilangnya kapal KM Kayu Eboni itu karena dicuri orang tak dikenal.




Hilangnya kapal dengan ukuran besar seperti itu pun menimbulkan pertanyaan. “Pencurian itu sudah dilaporkan ke Polisi,” tutur Mukri, Selasa (04/06/2019).

Mukri menjelaskan, kapal itu disita dalam perkara korupsi yang sudah diputus pada tahun 2017 di Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat. Nama terdakwa kasus itu adalah Henry Jauhary.

“Dan kapal itu adalah barang rampasan yang sedang dalam proses untuk dilelang,” ujar Mukri.

Saat ditempatkan di penitipan, lanjut Mukri, kapal tersebut dijaga oleh Polairud. “Tiba-tiba ada pihak-pihak yang mengaku sebagai pemiliknya dengan menunjukkan dokumen-dokumennya. Akhirnya dilepas. Tetapi setelah kita laporkan, kemudian dicari,” ujar Mukri.




Dari pencarian yang dilakukan, diterangkan Mukri, sudah diketahui keberadaan dan posisi kapal sitaan yang dicuri itu.

“Sudah diketahui keberadaannya. Kapalnya karam. Di laut,” ujar Mukri tanpa merinci lokasi dan posisi kapal tersebut mengalami karam.

Sebelumnya, Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, Istu Catur melaporkan adanya pencurian kapal sitaan milik kejaksaan bernama kapal KM Kayu Eboni. Kapal senilai Rp 40 miliar itu sebelumnya dalam pengawasan kejaksaan dan dititipkan ke salah satu perusahaan di perairan Puloampel, Banten.




Pencurian diperkirakan bermula pada Kamis (23/5/2019) pukul 21.30 WIB. Saat itu, petugas yang menjaga kapal melihat  ada 2 tugboat datang. Tiba-tiba turun 7 orang yang mengaku diperintahkan bosnya untuk menarik kapal.

Oleh pelaku, rantai jangkar dipotong dengan cara dilas lalu kapal KM Kayu Eboni ditalikan ke 2 kapal tugboat. Setelah itu, kapal kemudian ditarik oleh pelaku dan dibawa ke Pantai Salira di Serang.

Memang, kapal saat itu dirampas untuk negara dan dititipkan ke salah satu perusahaan di perairan Banten. Kapal diititipkan ke PT PANN untuk melakukan perawatan dan proses lelang.




Saat proses itulah ada orang yang mengaku sebagai pemilik dan menunjukkan dokumen. Padahal kapal itu masih dititipkan dan dalam proses lelang. “Jadi konteksnya kita sudah menitipkan ketika masih tahap proses lelang,” ujarnya.

Kabid Humas Polda Banten AKBP Edy Sumardi membenarkan adanya dugaan pencurian kapal KM Kayu Eboni. Saat ini, perkara itu masih dalam penyelidikan kepolisian. “Iya ada laporan sedang dalam penyelidikan,” ujar AKBP Edy Sumardi.(JR)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*