Kalau Mau Hindarkan Hoax, Action Dong!

Kalau Mau Hindarkan Hoax, Action Dong!

Pemerintah meminta untuk diminta untuk serius memberangus pihakhoax.  Sebab, kini banyak hoax yang dibiarkan begitu saja. Karena itu, tindakan nyata dengan melakukan komunikasi yang sehat harus dikedepankan dalam kehidupan bermasyarakat dewasa ini.

 

Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) menyampaikan, aksi nyata adalah alat yang paling ampuh untuk mengusir hoax dan ujaran kebencian yang marak di media sosial.

 

Pjs Ketua Presidium Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI)Juventus Prima Yoris Kago menyampaikan, Kementerian Komunikasi dan Informatikan memiliki peranan penting untuk mengeliminir terjadinya hoax dan ujaran kebencian di masyarakat.

 

“Hoax dan sejenisnya adalah bagian kecil dari embrio munculnya gerakan radikalisme. Karena itu, pemerintah terutama harus memastikan bahwa hoax tidak tersebar dari oknum atau institusi pemerintahan. Kemudian, hoax yang muncul dari anggota masyarakat juga harus dieliminir dengan tindakan nyata,” tutur Juventus, usai bertemu dengan Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Rudiantara, di Jakarta, Rabu (13/09/2017).

 

Dia menyampaikan, isu menguatnya gerakan radikalisme di Indonesia, yang tidak terlepas dari cara berkomunikasi yang bisa dipicu oleh hoax, pastinya bisa diatasi dengan tindakan nyata dengan menjembatani jurang kesenjangan sosial yang terjadi di masyarakat.

 

“Hoax juga begitu kejam bisa merusak kesatuan masyarakat kita. Karena itu, adanya bibit-bibit perpecahan yang diakibatkan hoax dan informasi miring, harus dicermati dengan seksama, sehingga tidak memiliki daya rusak lagi, sebab jika sudah tahu sebenarnya penyebab dan apa yang terjadi, tentu perpecahan masyarakat bisa diatasi,” tutur pria yang akrab disapa Juve itu.

 

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan setuju bahwa hoax dan ujaran-ujaran kebencian ataupun konten-konten negatif dalam media sosial yang mengganggu kenyamanan hidup bermasyarakat harus dilawan dengan aksi nyata, janganlah terus berwacana.

 

“Sudah saatnya kita harus bekerja dalam melawan hal-hal yang negatif atau ujaran-ujaran kebencian yang mengganggu harmoni kehidupan kebangsaan,” kata Rudiantara ketika menerima audiensi pengurus PP PMKRI, di kantornya, kemarin.

 

Kementerian Komunikasi dan Informasi RI siap untuk bekerjasama dengan segenap stakeholders dalam melawan hal-hal tersebut.

 

“Kepada teman-teman PMKRI, saya minta untuk kita bergandengan tangan dan bekerjasama dalam menghadapi persoalan ini,” ujarnya.

 

Rudiantara juga mengharapkan agar PMKRI dan Kominfo bisa melakukan agenda bersama dalam bentuk aksi nyata untuk memberangus fenomena tersebut.

 

Dalam kesempatan itu pula, Juventus menyampaikan bahwa PP PMKRI akan melakukan kegiatan Konferensi Studi Nasional di Makasar mulai tanggal 25-30 September. Sehingga mengharapkan kehadiran Menteri dalam kegiatan yang mengusung tema Radikalisme dan Kesenjangan Sosial tersebut.

 

Di akhir pertemnuan, Juventus mengapresiasi penawaran kerjasama PP PMKRI dan Kominfo. “Ini adalah bagian dari kerja nyata melawan semua upaya memecah belah kehidupan kebangsaan,” ujarnya.(JR)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*