Kajari Kota Medan Dwi Setyo Budi Utomo Gelar Pencegahan Maksimal Terhadap Virus Corona

Satu Orang Diduga Terpapar Virus Corona di Medan, Kajari Kota Medan Dwi Setyo Budi Utomo Gelar Pencegahan Maksimal. Foto: Kepala Kejaksaan Negeri Kota Medan Dwi Setyo Budi Utomo, Selasa (17/03/2020). (Istimewa).
Satu Orang Diduga Terpapar Virus Corona di Medan, Kajari Kota Medan Dwi Setyo Budi Utomo Gelar Pencegahan Maksimal. Foto: Kepala Kejaksaan Negeri Kota Medan Dwi Setyo Budi Utomo, Selasa (17/03/2020). (Istimewa).

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Medan (Kajari Kota Medan) Dwi Setyo Budi Utomo menginformasikan, dari Kota Medan ada satu orang warga yang diduga terpapar virus corona.

Oleh karena itu, masyarakat Kota Medan dan seluruh jajaran Kejaksaan di Kota Medan diinstruksikan melakukan upaya-upaya pencegahan yang maksimal.

“Dari Kota Medan ada satu orang yang diduga terpapar virus corona. Tetapi belum bisa dipastikan apakah sudah positif atau tidak. Sejauh ini belum positif, masih diperiksa. Dan warga itu sudah dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan,” tutur Kajari Kota Medan Dwi Setyo Budi Utomo, saat ditemui wartawan di Kantornya, Kejaksaan Negeri Kota Medan, Jalan  Adinegoro No 5, Gaharu, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, Sumatera Utara, Selasa (17/03/2020).

Untuk jajaran kejaksaan, lanjutnya, dirinya langsung melakukan upaya maksimal pencegahan dan penanganan Corona Virus Desember 2019 atau disingkat Convid-19 atau Virus Corona itu.

Sesuai instruksi Jaksa Agung Republik Indonesia Sanitiar Burhanuddin yang disampaikan lewat video conference kepada seluruh Kejaksaan Se-Tanah Air, dan disusul dengan penerbitan Surat Edaran Jaksa Agung (SEJA) Nomor 02 Tahun 2020 tentang Penyesuaian Sistem Kerja Pegawai Dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Coronavirus Disease (Covid 19) di Lingkungan Kejaksaan Republik Indonesia, pada Senin, 16 Maret 2020, maka Kajari Kota Medan Dwi Setyo Budi Utomo langsung memastikan jajarannya untuk bergerak melakukan pencegahan penyebaran Virus Corona di wilayah kerjanya.

Hasilnya, dari 120 jaksa dan pegawai yang berada di Kejari Kota Medan tidak ada yang terpapar virus corona. “Nihil. Negatif semua,” ujar Dwi Setyo Budi Utomo.

Langkah yang dilakukan Dwi Setyo, pertama-tama dengan memastikan penyediaan hand sanitizer di semua tempat kerja di Kejaksaan Negeri Kota Medan. Kemudian memasang scanner untuk mendeteksi penyebaran virus corona. Serta melakukan penyemprotan massal terhadap ruangan dan lokasi-lokasi di Kejari Kota Medan. Termasuk menyemprot disinfektan ke mobil-mobil tahanan dan mobil operasional kejaksaan.

“Mobil tahanan dan ruang tahanan kita semprot disinfektan. Tahanan tidak ada lagi yang boleh bersentuhan langsung. Para pengunjung atau anggota keluarga tahanan juga tak boleh mendekat dan bersentuhan,” jelas Dwi Setyo.

Untuk petugas penjaga tahanan, Dwi Setyo mengintruksikan untuk tidak berinteraksi langsung secara fisik dengan para tahanan. Wajib menaati Standard Operational Procedure (SOP). Membersihkan tangan dengan hand sanitizer, mengenakan sarung tangan, mengenakan masker. Hal yang sama juga diterapkan oleh Jaksa Penyidik dan juga Jaksa Penuntut Umum ketika hendak bersidang ke pengadilan.

“Saya juga melakukan kontrol langsung lewat Handy Talkie (HT) ke petugas tahanan dan jaksa. Untuk memastikan tidak adanya kontak langsung dengan para tahanan,” ungkapnya.

Dia menginstruksikan seluruh jajarannya untuk mematuhi SOP yang sudah disampaikan Jaksa Agung Burhanuddin.

“Wajib mematuhi SOP. Ini untuk pencegahan penyebaran virus corona. Dan sesuai dengan hasil video conference Pak Jaksa Agung serta Surat Edaran yang dilakukan. Sangat jelas dan sangat clear instruksi itu,” tuturnya.

Dwi Setyo menjelaskan, di Kejari Kota Medan terdapat 6 unit Kendaraan Tahanan, dengan jumlah tahanan mencapai 150-orang. Di kantor Kejari Kota Medan, Dwi juga sudah memasangi sebanyak 7 alat disinfektan, agar terhindar dari penyebaran virus corona. Semua pintu dan ruangan dilakukan pencegahan virus.

Sejauh ini, tidak ada kesulitan berarti dalam menjalankan tugas dan kerja-kerja di Kejaksaan Negeri Kota Medan.

“Kami berupaya semaksimal mungkin. Kita juga sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak lainnya. Dengan Dinas Kesehatan, dengan pihak Walikota Medan. Dan baru kemarin juga kita menggelar rapat koordinasi pencegahan virus corona dengan Muspida, dengan Plt Walikota Medan. Semua masih aman dan terkendali,” tutur Dwi Setyo Budi Utomo.

Sedangkan untuk semua jaksa dan pegawai di Kejari Kota Medan, Dwi juga sedang menjadwalkan dilakukannya penyuntikan vaksin. Yang akan digelar pada Kamis, 19 Maret 2020. Dimulai sejak pukul 09.00 WIB sampai jam 10 pagi. “Dilakukan secara bertahap,” ujarnya.

Memang, diakui Dwi Setyo, ada sejumlah agenda penting yang harus dibatalkan dan ditunda pelaksanaannya. Seperti kegiatan sosialisasi, kegiatan sensus pendududuk online bersama Badan Pusat Statistik (BPS), dan juga pelaksanaan pengisian pajak tahunan atau SPPT.

Dwi khawatir, jika meneruskan kegiatan itu di situasi yang sangat mencekam karena virus corona itu.

“Kita tunda dululah. Soalnya kalau mengumpulkan puluhan orang, khawatirnya yang tadinya tidak terpapar malah jadi terpapar. Karena kita tidak tahu siapa saja yang terpapar. Penularannya sangat cepat. Ini yang kita antisipasi, maka kita tunda dulu kegiatan-kegiatan sosialisasi seperti itu,” beber Dwi Setyo Budi Utomo.

Sedangkan untuk bekerja dari rumah, Dwi Setyo memastikan, belum ada jaksa atau pegawainya yang diharuskan bekerja dari rumah. Sebab, pihaknya memang banyak melakukan kerja-kerja operasional, yang mengharuskan kehadiran fisik di tempat kerja.

“Belum ada saya instruksikan bagi jaksa atau pegawai untuk bekerja dari rumah. Kecuali, dalam masa pemantauan kita nanti ada yang diduga terpapar virus corona, barulah dia bisa bekerja dari rumah. Kami ini operasional semua. Dan wajib bekerja dengan kehadiran langsung,” tutur Dwi lagi.

Sejauh ini, belum ada yang perlu dikhawatirkan dalam pelaksanaan kerja-kerja Kejaksaan Negeri Kota Medan. “Yang penting tetap waspada. Ikuti prosedur. Dan jaga kesehatan dan kondisi,” katanya.

Untuk warga Kota Medan, Dwi Setyo Budi Utomo menghimbau untuk tidak mudah terprovokasi dengan banyaknya informasi yang membingungkan mengenai penyebaran virus corona.

Kepanikan dan tindakan berlebihan tak perlu dilakukan untuk menyikapi situasi ini. “Untuk warga Kota Medan, tetap waspada dan hati-hati. Ikuti arahan-arahan pemerintah. Jangan percaya berita-berita hoax. Karena banyak sekali berita hoax yang membuat cemas dan panik,” tutup Dwi Setyo Budi Utomo.(JR)

2 Comments

  1. Kajari Medan
    The best
    Kalo boleh usul semua instansi atau prushaan bumn maupun swasta mengikuti program/petunjuk/pelaksanaan yang dilaksanakan oleh kajari medan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*