Kader Partai Nasdem & Mantan Anggota DPRD Kabupaten Langkat Ditangkap BNN, Sang Gembong Narkoba Itu Juga Dijerat UU TPPU

Awas, Petugas Yang Terlibat Peredaran Gelap Narkoba Adalah Pengkhianat Bangsa, Kepala BNN Serukan Penerapan Hukuman Berat Sekali.

Mantan anggota DPRD Kabupaten Langkat, Sumatera Utara Ibrahim Hasan alias Hongkong yang ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN) karena terlibat sindikat obat haram tidak hanya disangkakan melanggar Undang-undang (UU) Narkotika, melainkan juga UU Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) seperti tercantum dalam Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari penyidik BNN kepada Kejaksaan Agung (Kejagung).

Hal itu dibenarkan Direktur Narkoba dan Zat Adiktif lainnya pada JAM Pidum Kejagung, Dedi Siswadi. Ia menyebut dalam SPDP No: B/18/VIII tertanggal 26 Agustus 2018 tersangka Ibrahim Hasan disangka melanggar pasal 2, 3 dan 4 UU Nomor 18 Tahun 2010 tentang TPPU.

“SPDP untuk TPPU kami terima dari BNN pada 6 September 2018,” kata Dedi, di Jakarta, Kamis (27/09/2018).

Setelah itu, pihaknya sudah menunjuk Tim Jaksa Peneliti berkas perkara tersebut yang diketuai jaksa senior Heru Chaerudin. “Tugasnya untuk meneliti kelengkapan berkas tersangka baik dari segi formil maupun materil setelah diterima dari penyidik BNN,” ujarnya.

Dedi mengatakan, untuk kasus narkotikanya sampai saat ini belum ada penyerahan berkas para tersangka dari penyidik BNN. “Kami baru tahap menerima SPDP No: B/11/VIII/2018/BNN dengan tersangka Ibrahim Hasan Cs,” katanya.

Dalam kasus tersebut Ibrahim Hasan Cs disangka penyidik BNN melanggar pasal 114 ayat (2) dan ayat 112 (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman maksimal dari salah satu pasal tersebut yaitu pasal 114  yaitu hukuman mati.

Seperti diketahui BNN menangkap Ibrahim Hasan mantan kader Partai Nasdem. Bersama pihak Bea Cukai dan TNI AL berhasil mengungkap penyeludupan 105 kilogram sabu dalam tiga karung goni dan 30 ribu pil ekstasi di Aceh dan Pangkalan Susu.(Richard)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan