Jual Tanah Aset Desa, Mantan Kades Ditahan Jaksa

Seorang Mantan Kepala Desa dari dari Desa Seling, Kecamatan Tabir, Merangin, Jambi berinisial MSS ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan Jaksa atas dugaan tindak pidana korupsi penjualan tanah kas desa atau aset desa seluar 19.670 meter persegi, yang terletak di Desa Bungo Tanjung, Kecamatan Tabir, Merangin, Jambi.
Seorang Mantan Kepala Desa dari dari Desa Seling, Kecamatan Tabir, Merangin, Jambi berinisial MSS ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan Jaksa atas dugaan tindak pidana korupsi penjualan tanah kas desa atau aset desa seluar 19.670 meter persegi, yang terletak di Desa Bungo Tanjung, Kecamatan Tabir, Merangin, Jambi.

Seorang mantan Kepala Desa (Kades) diduga kuat telah melakukan penjualan tanah kas desa atau tanah aset desanya. Mantan Kades dari Desa Seling, Kecamatan Tabir, Merangin, Jambi berinisial MSS itu pun kini ditetapkan sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi dan ditahan oleh jaksa dari Kejaksaan Negeri Merangin (Kejari Merangin).

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum) Mukri menunuturkan, mantan Kades MSS itu dilaporkan oleh warga Desa Bungo Tanjung, Kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin, atas dugaan terjadinya penjualan tanah kas desa atau aset desa seluar 19.670 meter persegi, yang terletak di Desa Bungo Tanjung, Kecamatan Tabir, Merangin.

“Dan Jaksa dari Tim Jaksa Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Merangin menindaklanjuti laporan itu. Dan telah membuahkan hasil dengan diketemukannya bukti awal dugaan tindak pidana korupsi,” tutur Mukri, di Komplek Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Kamis (21/11/2019).

Mukri menuturkan, sejak bulan Agustus 2019, tim Jaksa Penyidik telah melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan  menggali alat bukti lain, guna mencari bukti awal terjadinya dugaan tindak pidana korupsi tersebut.

“Hal ini akhirnya mengarah pada keterlibatan seorang mantan Kepala Desa Seling, Kecamatan Tabir, yaitu MSS  yang diduga sebagai pelaku,” ungkap Mukri.

Dugaan mengarah ke MSS, dikarenakan jaksa penyidik menemukan perbuatan tersangka melanggar aturan hukum, antara lain Peraturan Bupati No 21 Tahun 2015 tentang Pedoman Pengelolaan Tanah Kas Desa dan Undang-Undang Nomnor 6 tahun 2014 tentang Desa.

Sehingga perbuatan tersangka dijerat dengan pasal 2 junto pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Saat ini, Jaksa Penyidik telah melakukan penahanan tersangka MSS selama 20 hari ke depan. Dia ditahan di Lapas Kelas 2 Bangko di Merangin, untuk kepentingan penyidikan hingga dilimpahkan ke Pengadilan,” ujar Mukri.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan