Breaking News

Jong Batak Bela Ustad Abdul Somad (UAS), Jaga Kewarasan, Sama-Sama Korban Hentikan Saling Melapor

Jong Batak Bela Ustad Abdul Somad (UAS), Sama-Sama Korban, Tolong Jaga Kewarasan, Hentikan Saling Melapor. Jong Batak Bela Ustad Abdul Somad (UAS), Sama-Sama Korban, Tolong Jaga Kewarasan, Hentikan Saling Melapor.

Para pemuda yang mengatasnamakan dirinya Pergerakan Jong Batak meminta semua pihak untuk tidak memperkeruh persoalan viral video Ustad Abdul Somad alias UAS.

Bahkan, sebagai korban, UAS patut diberikan pembelaan, diajak bicara dan melakukan rekonsiliasi, jika pun benar ada kesalahan dalam menyampaikan respon terhadap simbol-simbol umat Kristen.

Koordinator Pergerakan Jong Batak, Jhon Roy P Siregar menyampaikan, UAS dalam permainan isu SARA kali ini adalah korban. Demikian juga umat Kristen yang merasa korban dan merasa terdzalimi karena penyebaran video itu.

“Kita semua ini adalah sama-sama korban. Mengapa begitu begis terhadap saudara sendiri? Videonya UAS itu sudah 3 tahun lalu. Betul, ada ucapannya yang menyinggung simbol-simbol Umat Kristen dengan cara yang tak patut. Pertanyaannya, mengapa video itu disebar sekarang? Apakah ingin mengadudomba umat antar beragama? Tujuannya apa? Dia korban, kita pun sama-sama korban. Sebagai sama-sama korban, harusnya bersatu mencari dalangnya,” tutur Jhon Roy P Siregar, di Jakarta, Senin, 19 Agustus 2019.

Jhon Roy P Siregar yang juga Ketua Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPD GAMKI) DKI Jakarta itu menegaskan, kaum muda sebagai kaum terdidik dan obyektif, harus melakukan upaya yang bijak untuk merespon isu yang merebak itu.

Kewarasan dalam berpikir dan bertindak, mesti dilakukan oleh semua pihak, termasuk pihaknya Ustad Abdul Somad. “Mari berpikir dengan kewarasan yang maksimal. Ini apa? Yang sedang terjadi ini apa? Jangan ujung-ujug terpancing lapor melapor. Runyam bangsa ini kalau selalu begitu yang dilakukan,” beber Jhon Roy P Siregar.

Mantan aktivis Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) ini pun menyampaikan, sebagai bagian dari korban skenario permainan isu SARA, pihaknya akan berupaya menjalin komunikasi dengan UAS, dan juga menghentikan metode lapor melapor. Siregar juga berharap, saudara-saudari umat Islam Indonesia, agar tidak terpancing dengan permainan-permainan jahat yang sedang terjadi untuk mengadudomba masyarakat.

“Tangkap dalangnya, dalang penyebaran dan para penghasut yang memanfaatkan situasi ini. Aparat Kepolisian jangan gegabah. Aktor di balik permainan ini yang harus diusut dan ditangkapi,” ujarnya.

Senada dengan Jhon, Dinamisator Pergerakan Jong Batak, Benny Sijabat menyampaikan, alangkah bodohnya bangsa ini, termasuk para umat beragama, yang begitu mudah diombang-ambingkan oleh isu SARA.

“Di awal pergerakan perjuangan kemerdekaan Indonesia, hal-hal begini sudah banyak terjadi. Masa hingga sekarang Indonesia sudah 74 tahun merdeka, masih saja gampang diadudomba?” tutur Benny Sijabat.

Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) ini menegaskan, UAS patut mendapat pembelaan. Umat yang tersakiti juga harus mendapat pembelaan. “Jangan serang UAS-nya, jangan isu agamanya. Tetapi biang kerok di balik ini semua yang haru diusut tuntas. Tujuannya ngapain sih menyebarkan kembali video yang pasti menimbulkan reaksi besar masyarakat itu?” ujar Benny.

Lagipula, lanjut Benny, secara garis darah, UAS itu masih berdarah Batak. Oleh karena itu, umat Kristen dan para pejuang Batak, hendaknya tidak terjebak dengan permainan-permainan busuk para pencari keuntungan dari isu SARA. “Ini harus diluruskan. Dan harus diungkap dalangnya,” ujar Benny.

Jong Batak atau yang juga dikenal dengan nama Jong Bataks Bond adalah perkumpulan para pemuda yang berasal dari daerah Batak, yang bertujuan untuk memperat persatuan dan persaudaraan di antara para pemuda yang berasal dari daerah tadi, serta turut serta memajukan kebudayaan daerah.(Nando)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*