Jika Memori Kasasi Kasusnya Buronan Kakap Joko S Tjandra Dikirim Ke Mahkamah Agung, Lapor Ke Komisi Yudisial

Jika Memori Kasasi Kasusnya Buronan Kakap Joko S Tjandra Dikirim Ke Mahkamah Agung, Lapor Ke Komisi Yudisial. – Foto: Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman. (Net)
Jika Memori Kasasi Kasusnya Buronan Kakap Joko S Tjandra Dikirim Ke Mahkamah Agung, Lapor Ke Komisi Yudisial. – Foto: Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman. (Net)

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menuturkan, jika memori kasasi buronan kakap Joko Soegiarto Tjandra dikirimkan ke Mahkamah Agung (MA) maka pihaknya akan melaporkan hal itu ke Komisi Yudisial (KY).

Lagi pula, Permohonan Peninjauan Kembali (PK) yang dilakukan Joko Soegiarto Tjandra itu cacat Surat Kuasa.

Boyamin Saiman mengatakan, saat ini terdapat perbedaan pendapat apakah berkas PK Joko Tjandra dikirim ke Mahkamah Agung (MA) atau cukup diarsip di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

“Kami tetap konsisten meminta kepada Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan terhadap  berkas PK Joko Tjandra tidak perlu dikirim ke MA. Karena Joko Tjandra tidak pernah hadir dalam persidangan dan alasan sakit tidak cukup karena tidak ada bukti opname dirawat di sebuah Rumah Sakit,” ujar Boyamin Saiman, Sabtu (01/08/2020).

Selain alasan tidak hadir sidang,  terdapat alasan cacat formal pengajuan PK Joko Tjandra. Yakni, pertama, berdasar bukti foto memori PK yang diajukan Joko Tjandra, tertulis pemberian kuasa kepada Penasehat Hukum tertanggal 5 Juni 2020.

Hal ini bertentangan dengan keterangan pengacaranya Joko S Tjandra, Anita Kolopaking yang menyatakan Joko Tjandra baru tanggal 6 Juni 2020 masuk Pontianak untuk berangkat ke Jakarta.

“Artinya pada tanggal 5 Juni 2020 Joko Tjandra belum masuk Jakarta. Sehingga jika dalam Memori PK  surat kuasanya tertulis ditandatangani tanggal 5 Juni 2020 maka Memori Pengajuan PK adalah cacat dan menjadikan tidak sah,” ujar Boyamin.

Kedua, Dirjen Imigrasi menyatakan Joko Tjandra secara de jure atau secara hukum, tidak pernah masuk Indonesia. Karena tidak tercatat dalam perlintasan pos imigrasi Indonesia. Sehingga Joko Tjandra secara hukum haruslah dinyatakan tidak pernah masuk ke Indonesia untuk mengajukan PK.

Boyamin melanjutkan, selama persidangan, Penasehat Hukum tidak pernah menunjukkan dan atau menyerahkan bukti paspor atas nama Joko Tjandra yang terdapat bukti telah masuk ke Indonesia.

“Sehingga dengan demikian haruslah dinyatakan Joko Tjandra tidak pernah mengajukan PK ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Jika ada orang mengaku Joko Tjandra datang ke PN Jaksel maka orang tersebut adalah hantu blau,” ujarnya.

Joko Tjandra, kata dia, dalam mengajukan PK didahului dan disertai perbuatan-perbuatan melanggar hukum. Yaitu memasuki Indonesia secara menyelundup dan selama di Indonesia menggunakan surat jalan palsu dan surat bebas covid palsu.

“Sehingga proses hukum pengajuan PK haruslah diabaikan karena dilakukan dengan cara-cara melanggar dan tidak menghormati hukum,” jelasnya.

Jika Memori Kasasi Kasusnya Buronan Kakap Joko S Tjandra Dikirim Ke Mahkamah Agung, Lapor Ke Komisi Yudisial. – Foto: Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman. (Net)
Jika Memori Kasasi Kasusnya Buronan Kakap Joko S Tjandra Dikirim Ke Mahkamah Agung, Lapor Ke Komisi Yudisial. – Foto: Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman. (Net)

Berdasar ketentuan Surat Edaran Mhkamah Agung (SEMA) Nomor 1 Tahun 2012 dan SEMA Nomor 4 tahun 2016 jelas ditegaskan, jika Pemohon PK tidak hadir, maka berkas perkara tidak dikirim ke Mahkamah Agung .

“Dan cukup diarsipkan di Pengadilan Negeri, di samping juga terdapat cacat formal tersebut,” ujar Boyamin.

Karena itu, Boyamin meminta Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk tidak mengirim ke Mahkamah Agung atas berkas perkara Pengajuan PK Joko Tjandra.

“Dan jika memaksa tetap dikirim, maka kami pasti akan mengadukannya kepada Komisi Yudisial sebagai dugaan pelanggaran etik,” tandas Boyamin Saiman.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan