Jika Kejaksaan Agung Tidak Melakukan Proses Pidana, Kabareskrim Polri Mesti Segera Turun Tangan Selidiki Jaksa Pinangki Sirna Malasari

Jika Kejaksaan Agung Tidak Melakukan Proses Pidana, Kabareskrim Polri Mesti Segera Turun Tangan Selidiki Jaksa Pinangki Sirna Malasari. – Foto: Foto Jaksa Pinangki Sirna Malasari bertemu dengan Buronan Kakap Joko Soegiarto Tjandra dan Pengacaranya Anita Kolopaking. (Net)
Jika Kejaksaan Agung Tidak Melakukan Proses Pidana, Kabareskrim Polri Mesti Segera Turun Tangan Selidiki Jaksa Pinangki Sirna Malasari. – Foto: Foto Jaksa Pinangki Sirna Malasari bertemu dengan Buronan Kakap Joko Soegiarto Tjandra dan Pengacaranya Anita Kolopaking. (Net)

Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri (Kabareskrim) Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo diminta segera turun tangan melakukan penyelidikan terhadap Jaksa Pinangki Sirna Malasari, atas dugaan keterlibatannya dalam meloloskan buronan kakap Joko Soegiarto Tjandra.

Saat ini, Kejaksaan Agung juga didesak untuk memroses Jaksa Pinangki secara pidana. Tak cukup hanya mencopotnya dari jabatannya.

Oleh karena itu, Lembaga Bantuan Hukum Serikat Rakyat Indonesia (LBH Serindo) meminta Kabareskrim Mabes Polri untuk melakukan penyelidikan dugaan tindak pidana dalam pertemuan antara Jaksa Pinangki Sirna Malasari dengan terpidana kasus pengalihan hak tagih atau cessie Bank Bali Joko Soegiarto Tjandra itu.

Jika Kejaksaan Agung Tidak Melakukan Proses Pidana, Kabareskrim Polri Mesti Segera Turun Tangan Selidiki Jaksa Pinangki Sirna Malasari. – Foto: Direktur Eksekutif Lembaga Bantuan Hukum Serikat Rakyat Indonesia (LBH Serindo), Bob Humisar Simbolon. (Net)
Jika Kejaksaan Agung Tidak Melakukan Proses Pidana, Kabareskrim Polri Mesti Segera Turun Tangan Selidiki Jaksa Pinangki Sirna Malasari. – Foto: Direktur Eksekutif Lembaga Bantuan Hukum Serikat Rakyat Indonesia (LBH Serindo), Bob Humisar Simbolon. (Net)

Direktur Eksekutif LBH Serindo, Bob Humisar Simbolon mengatakan, pertemuan antara Jaksa Pinangki dengan Joko S Tjandra perlu ditelusuri Kabareskrim Polri. Karena pertemuan tersebut diduga bukan pertemuan biasa.

Sebab, sebelum dilakukan penangkapan, ada rencana dari Joko S Tjandra untuk melakukan upaya hukum Peninjauan Kembali (PK) atas vonis 2 tahun kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dan hak tagih (cassie) Bank Bali.

“Kita melihat, ada di dalam foto yang tersebar, terpidana kasus pengalihan hak tagih atau cessie Bank Bali, Joko S Tjandra dan pengacaranya Anita Kolopaking bersama Jaksa Pinangki Sirna Malasari. Ada apa pertemuan tersebut? Hal ini perlu adanya penelusuran dari Kabareskrim Polri,” tutur Bob Humisar Simbolon, di Jakarta, Kamis (06/08/2020).

Bob mengatakan, pertemuan antara Joko S Tjandra dengan Jaksa Pinangki Sirna Malasari patut diduga ada persekongkolangan jahat. Apalagi Joko Tjandra sudah mempermalukan aparat penegak hukum Indonesia dengan berkeliraan di wilayah hukum Indonesia.

Jika Kejaksaan Agung Tidak Melakukan Proses Pidana, Kabareskrim Polri Mesti Segera Turun Tangan Selidiki Jaksa Pinangki Sirna Malasari. – Foto: Jaksa Pinangki Sirna Malasari. (Net)
Jika Kejaksaan Agung Tidak Melakukan Proses Pidana, Kabareskrim Polri Mesti Segera Turun Tangan Selidiki Jaksa Pinangki Sirna Malasari. – Foto: Jaksa Pinangki Sirna Malasari. (Net)

Bob mengatakan, ada rangkaian pelarian Joko S Tjandra mulai dari pembuatan KTP, keluarnya Surat Jalan, adanya pertemuan Jaksa Pinangki dengan Joko S Tjandra. Hal ini sudah mempermalukan aparat penegak hokum Indonesia, sehingga pertemuan antara Jaksa Pinangki dengan Joko S Tjandra perlu dilakukan penyelidikan dugaan tindak pidananya.

Dia juga menekankan, penelusuran tindak pidana atas pertemuan Jaksa Pinangki Sirna Malasari dengan Joko S Tjandra kiranya bisa memberikan efek jera kepada penegak hukum, khususnya Jaksa. Dan supaya aparat penegak hukum bekerja sesuai dengan kewenangan serta peraturan perundang-undangan.

“Kita menginginkan agar aparat penegak hukum, khususnya Jaksa, mampu bekerja secara profesional, transparan secara akuntabel dalam melakukan penengakan hukum di Indonesia,” ujar Bob Humisar.

Dia juga menyebut, penangkapan Joko S Tjandra merupakan suatu kewajiban atau hal yang biasa. Namun pengungkapan isi pembicaraan pertemuan Jaksa Pinangki dengan Joko S Tjandra merupakan hal yang luar bisa.

“Kami meminta agar Kabareskrim Polri segera melakukan penyelidikan dugaan tindak pidana atas pertemuan tersebut,” cetusnya.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan