Jangan Selalu Dikaitkan Dengan Agama, Polisi Harus Obyektif Usut Tuntas Bom Meledak Di Polrestabes Medan

Mantan Koordinator Wilayah I Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI) untuk Sumatera Utara-Nanggroe Atjeh Darussalam (Sumut-NAD), Swangro Lumbanbatu dan kawan-kawannya foto bersama Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Adrianto.
Mantan Koordinator Wilayah I Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI) untuk Sumatera Utara-Nanggroe Atjeh Darussalam (Sumut-NAD), Swangro Lumbanbatu dan kawan-kawannya foto bersama Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Adrianto.

Aparat  Kepolisian diminta bekerja profesional, obyektif dan transparan dalam mengusut peristiwa ledakan bom di markas Polrestabes Kota Medan.

Akademisi Muda di Kota Medan, Swangro Lumbanbatu menyampaikan, belakangan ini setiap kali ada ledakan bom, sering dikaitkan dengan nada minor terhadap agama tertentu.

Padahal, menurut Swangro Lumbanbatu, belum tentu suatu peristiwa meledaknya bom, dikarenakan oleh aksi untuk terorisme. Belum tentu juga dilakukan untuk orang yang kebetulan beragama tertentu.

Oleh karena itu, mantan Koordinator Wilayah I Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI) untuk Sumatera Utara-Nanggroe Atjeh Darussalam (Sumut-NAD) ini, berharap aparat Polri, khususnya Polda Sumut, melakukan pengusutan secara obyektif dan transparan.

“Pengeboman jangan dikaitkan dengan agama. Mari kita tunggu pengusutan Poldasu,” ujar Swangro Lumbanbatu, Kamis (14/11/2019).

Bom bunuh diri meledak di Polrestabes Medan pada Rabu 13 November 2019, sekitar pukul 08.45 WIB. Bom bunuh diri tersebut melukai enam orang, serta menewaskan seorang pria yang diduga pelaku. Ledakan terjadi di dekat kantin Polrestabes  yang juga dekat dengan tempat pengurusan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).

“Harapannya, Kapoldasu Irjen Pol Agus Adrianto agar responsif memberikan keterangan yang objektif kepada masyarakat. Hal ini segera diupayakan untuk meredakan perspektif masyarakat yang mulai liar. Kita sebagai pemuda yang cinta negara ini, tidak suka kejadian ini dikait-kaitkan dengan soal agama apapun itu. Kita yakin dan percaya, tidak ada agama yang mengajarkan soal kejahatan bahkan sampai bunuh diri seperti teroris,” tutur pria jebolan Pasca Sarjana Universitas Sumatera Utara (USU) ini.

Polisi mengetahui bahwa pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan berinisial RMN. Sebelumnya, informasi yang belum ditelusuri dengan jelas ini dipakai beberapa masyarakat sebagai informasi yang belum tepat. Hingga akhirnya membuat penafsiran kelompok masing-masing.

“Kita sebagai masyarakat Sumut harus jernih berpikir dan obyektif dalam kejadian ini,” ujar Aktivis GMKI ini.

Swangro Lumbanbatu yang maju sebagai Bakal Calon Bupati Samosir,  mendukung penuh Densus 88 dan Poldasu untuk segera mengusut tuntas kejadian tersebut.

“Kita tidak mau di Sumatera Utara ada kejahatan, baik itu tergabung dalam teroris. Jangan sampai yang tidak berdosa jadi kena imbas. Sumatera Utara ini terkenal dengan toleransinya, apalagi lebih dominan disatukan oleh adat istiadat dan budaya. Siapapun dalang dibelakang kejadian ini, harus diusut tuntas. Dan kita harus bersabar menunggu penyelidikan Densus 88 Poldasu,” tuturnya lagi.

Swangro Lumbanbatu yang juga Ketua Umum Gerakan Muda-Mudi Parsadaan Toga Marbun Indonesia (DPP GMPTMI) ini mengajak semua pihak untuk bersikap dan bicara obyektif terkait peristiwa itu.

Dia juga mengingatkan, aparat Poldasu kiranya bekerja cepat untuk mengusut tuntas peristiwa bom bunuh diri itu.

“Saya mengajak semua elemen masyarakat berupaya melakukan tugasnya dengan objektif. Jangan menekan salah satu pihak. Bahkan Poldasu juga harus kita dukung penuh, agar cepat dan tanggap dalam menuntaskan kejadian tersebut. Ini juga sebagai cara untuk menjaga keamanan dan toleransi kita di Sumatera Utara,” tutup Swangro Lumbanbatu.(JR)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*