Jaksa Tangkap Buronan Korupsi dari Nias Ketika Sedang Nge-mal di Pantai Indah Kapuk

Jaksa Tangkap Buronan Korupsi di Nias Ditangkap Ketika Sedang Nge-mal di Pantai Indah Kapuk. Foto: Terpidana bernama Johanes Lukman Lukito itu merupakan buronan atau masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut). Dia diciduk jaksa ketika sedang nge-mal bersama kuasa hukumnya di Kawasan Mall Avenue, Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, pada Senin, 17 Februari 2020. (Ist).
Jaksa Tangkap Buronan Korupsi di Nias Ditangkap Ketika Sedang Nge-mal di Pantai Indah Kapuk. Foto: Terpidana bernama Johanes Lukman Lukito itu merupakan buronan atau masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut). Dia diciduk jaksa ketika sedang nge-mal bersama kuasa hukumnya di Kawasan Mall Avenue, Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, pada Senin, 17 Februari 2020. (Ist).

Terpidana perkara pembangunan Nias Waterpark diciduk jaksa ketika sedang nge-mal bersama kuasa hukumnya di Kawasan Mall Avenue, Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, pada Senin, 17 Februari 2020.

Terpidana bernama Johanes Lukman Lukito itu merupakan buronan atau masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut).

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum) Hari Setiyono menyampaikan, penangkapan dilakukan oleh Tim Tabur Kejaksaan Negeri (Kejari) Nias Selatan dan Tim Jaksa Eksekutor Pidsus Kejari Nias Selatan.

“Ditangkap pada Senin, sekitar Pukul dua siang, saat sedang bersama Penasehat Hukumnya di kawasan Mall Avenue, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara,” tutur Hari Setiyono, di Jakarta, Kamis (20/02/2020).

Johanes Lukman Lukito adalah Direktur PT Rejo Megah Makmur Engineering, yang mengerjakan Proyek Pembangunan Nias Waterpark di Nias Selatan, Sumatera Utara pada tahun 2015.

Hari Setiyono menjelaskan, setelah ditangkap, Johanes Lukman Lukito dibawa ke Bandara Seokarno Hatta, Cengkareng  pada pukul 17.00 WIB. Selanjutnya diterbangkan menuju Bandara Kuala Namu, Medan pada pukul 20.00 WIB.

Setiba di Medan, dan setelah kelengkapan administrasi eksekusi Terpidana Johanes Lukman Lukito dilengkapi di Kejaksaan Tinggi Sumatra Utara, dia dibawa oleh Tim Tabur Intel dan Tim Pidsus Kejari Nias Selatan ke Lapas Tanjung Gusta. “Untuk selanjutnya menjalani Hukuman sesuai Putusan MA,” ujar Hari Setiyono.

Johanes Lukman Lukito dinyatakan sebagai terpidana dalam perkara Tindak Pidana Korupsi Proyek Pembangunan Nias Waterpark. Yang berdasarkan Putusan Mahkamah Agung (MA) RI Nomor 593 K/Pid.Sus/2019 tanggal 21 Mei 2019 diputuskan bersalah dengan amar menyatakan terdakawa Johanes Lukman Lukito terbukti melakukan Tindak Pidana Korupsi secara bersama-sama.

Dia dijatuhi hukuman pidana penjara selama 4 tahun dan denda Rp 200 juta. Dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar diganti pidana kurungan selama 4 bulan.

Johanes Lukman Lukito juga dihukum untuk membayar uang pengganti sebesar Rp 7.890.698.714,- dikompensasi dengan uang yang disetor terdakwa Rp 4.500.000.000,- sisa uang pengganti sebesar Rp 3.390.698.714,-.

Dengan ketentuan, apabila tidak membayar Uang Pengganti dalam 1 bulan, maka harta benda disita oleh Jaksa dan dilelang untuk menutupi Uang Pengganti. Dan apabila terdakwa tidak mempunyai harta benda yang cukup, maka dipidana penjara selama  tahun.

Penangkapan Johanes Lukman Lukitodilakukan untuk proses eksekusi perkara, menyusul terpidana Yulius Dakhi yang merupakan Direktur Utama PT Bumi Nisel Cerlang, yang sudah menjalani hukuman terlebih dahulu.

Keduanya terlibat dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi Proyek Pembangunan Nias Waterpark di Kabupaten Nias Selatan yang bersumber dana dari Penyertaan Modal APBD Kabupaten Nias Selatan Tahun Anggaran 2015 kepada PT Bumi Nisel Cerlang, yaitu BUMD di Kabupaten Nias Selatan.

Hari Setiyono melanjutkan, Program Tangkap Buronan (Tabur) adalah upaya optimalisasi penangkapan buronan pelaku kejahatan dalam rangka penuntasan perkara baik tindak pidana umum maupun tindak pidana khusus.

Setiap Kejaksaan Tinggi di seluruh Indonesia ditetapkan target menangkap minimal 1 buronan dalam kegiatan pengamanan terhadap buronan kejahatan untuk setiap triwulan.

Periode 2018-2019 terdapat 371 orang buronan pelaku kejahatan yang berhasil diamankan melalui program ini. Mereka terdiri dari 207 orang buronan kejahatan di tahun 2018 dan 164 orang buronan kejahatan di tahun 2019.

Pada tahun 2020, Program Tabur untuk Kejaksaan Tinggi Sumatra Utara merupakan keberhasilan pertama, sedangkan secara nasional Program Tabur Tahun 2020 sudah berhasil menangkap sebanyak 6 orang.(JR)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*