Jaksa Masih Kasak Kusuk Mencari Tersangka Kasus Pengadaan Kapal Tongkang Pembangkit Listrik

Sebanyak 32 Saksi telah diperiksa, Barang Bukti juga sudah disita. Sofyan Basir dua kali diperiksa panjang di Gedung Bundar. Akankah Sofyan Basir jadi Tersangka di Dua Institusi Hukum yaitu di KPK dan Kejaksaan Agung?
Sebanyak 32 Saksi telah diperiksa, Barang Bukti juga sudah disita. Sofyan Basir dua kali diperiksa panjang di Gedung Bundar. Akankah Sofyan Basir jadi Tersangka di Dua Institusi Hukum yaitu di KPK dan Kejaksaan Agung?

Sebanyak 32 Saksi telah diperiksa, Barang Bukti juga sudah disita. Sofyan Basir dua kali diperiksa panjang di Gedung Bundar. Akankah Sofyan Basir jadi Tersangka di Dua Institusi Hukum yaitu di KPK dan Kejaksaan Agung?

Jaksa belum juga menetapkan tersangka dalam kasus Proyek Pengadaan Kapal Tongkang Pembangkit Tenaga Listrik atau Leasing Marine Power Plant (LMVPP) kerjasama antara PT PLN (Persero) dengan PT Karpowership.




Kasus yang disidik oleh Jaksa di Gedung Bundar Kejaksaan Agung itu, juga terkait pengadaan bahan bakar di proyek itu.

Hingga Senin, 27 Mei 2019, Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Jampidsus) M Adi Toegarisman mengakui, sudah sebanyak 32 orang diperiksa sebagai saksi dalam kasus ini. Selain itu, barang bukti terkait kasus ini juga sudah dilakukan penyitaan.

Bahkan, untuk kedua kalinya, Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) nonaktif, Sofyan Basir diperiksa dalam waktu yang lama, selama berjam-jam di ruangan penyidik yang tertutup di kantornya M Adi Toegarisman itu.




Jadwal pemanggilan dan pemeriksaan terhadap Sofyan Basir dimulai pada pagi hari, jam 9 pagi. Jumat, 24 Mei 2019, orang nomor 1 di PT PLN itu sudah diperiksa sebagai saksi.

“Jadi, Saudara Sofyan Basir hari ini diperiksa lagi. Ini adalah pemeriksaan yang kedua. Kalau pemeriksaan sebelumnya sudah pada minggu kemarin. Karena tidak selesai pemeriksaan minggu kemarin, kita lanjutkan hari ini,” tutur Jampidsus M Adi Toegarisman, di Kompleks Kejaksaan Agung, Jalan Sultan Hasanuddin Nomor 1, Bulungan, Jakarta Selatan, Senin (27/05/2019).

Alasan belum selesai pemeriksaan, sebab selama satu minggu ini, Tim Penyidik di Gedung Bundar mengikuti banyak kegiatan lain.




“Pemeriksaan yang kemarin itu sebetulnya sudah kita panggil, tapi tunda. Dua kali kita panggil tapi ada penundaan karena banyak kegiatan. Baru minggu kemarin kita periksa dan kita lanjut hari ini,” terang Adi Toegarisman.

Setelah menjalani pemeriksaan dari mulai jam 9 pagi, Sofyan Basir pun dilepas pulang sebelum jam berbuka puasa. Adi Toegarisman menjelaskan, pihaknya masih kekurangan fakta dan bukti-bukti untuk menetapkan tersangka dalam kasus kakap ini.

“Tadi sudah selesai pemeriksaannya. Tentu kita akan kumpulkan dan satukan dengan pemeriksaan yang lain. Kemudian, kalau kita masih kurang fakta, kita akan periksa saksi-saksi atau pihak-pihak yang dinilai kami butuh keterangan. Dan kemudian nanti disimpulkan menentukan langkah berikutnya dalam perkara ini,” tuturnya.




Dia mengungkapkan, penyidikan perkara ini berjalan beberapa minggu lalu. Perkara ini berkaitan dengan Marine Vessel Power Plant (MVPP), sekaligus dengan persoalan bahan bakar.

“Jadi persoalan itu kita tangani. Kita sudah memeriksa 32 saksi. Tinggal tim evauasi. Kemudian barang bukti juga sudah kami sita. Mudah-mudahan an dalam waktu tak lama, kita akan analisa bagaimana yuridisnya tentang fakta yang ada, untuk bersikap berikutnya,” tutur mantan Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejaksaan Agung (Jamintel) ini.

Hingga kini, Adi mengaku belum ada upaya melakukan tindakan cekal terhadap Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) nonaktif, Sofyan Basir.




“Kita lihat kepentingan apa? Jadi, kami masih mengungkap fakta untuk menentukan langkah selanjutnya,” ujarnya.

Mantan Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta (kajati DKI Jakarta) ini belum bisa memastikan apakah sudah ada hasil pemeriksaan tim-nya yang sudah menguatkan untuk menetapkan seseorang sebagai tersangkanya.

“Kita bahas dulu. Tentu nanti kita cari tersangkanya. Berapa lamanya, ya kita punya SOP-ya. Saya berusaha mematuhi SOP itu,” ujar Adi Toegarisman.

Direktur Utama PLN (Persero) nonaktif Sofyan Basir diperiksa Kejaksaan Agung terkait proyek sewa kapal Marine Vessel Power Plant (MVPP) alias tender tongkang pembangkit listrik PLN pada 2015.




Sebelumnya, Sofyan Basir juga ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus suap PLTU Riau-1. “Tanya ke direktur pengadaan. Saya enggak ngurusin teknis,” ujar Sofyan Basir.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan