Jaksa Agung ST Burhanuddin: Pidana Maksimal Bagi Para Penimbun Masker dan Sembako

Hentikan Kepanikan Masyarakat Akibat Virus Corona

Hentikan Kepanikan Masyarakat Akibat Virus Corona, Jaksa Diperintahkan Tindaktegas Para Penimbun Masker dan Sembako. Jaksa Agung Republik Indonesia ST Burhanuddin: Pidana Maksimal Bagi Para Penimbun Masker dan Sembako. Foto: Jaksa Agung ST Burhanuddin bersama jajarannya. (Istimewa).
Hentikan Kepanikan Masyarakat Akibat Virus Corona, Jaksa Diperintahkan Tindaktegas Para Penimbun Masker dan Sembako. Jaksa Agung Republik Indonesia ST Burhanuddin: Pidana Maksimal Bagi Para Penimbun Masker dan Sembako. Foto: Jaksa Agung ST Burhanuddin bersama jajarannya. (Istimewa).

Jaksa Agung Republik Indonesia Sanitiar Burhanuddin memerintahkan seluruh jaksa di jajarannya untuk menghentikan dan atau meredam kepanikan yang terjadi di masyarakat akibat penyebaran virus corona.

Salah satu perintah yang diinstruksikan Jaksa Agung Burhanuddin yakni agar para jaksa menindategas setiap pelaku penimbunan kebutuhan pokok atau sembako, masker, hand sanitizer, obat-obatan dan berbagai kebutuhan dasar masyarakat. Yang sangat dibutuhkan rakyat di saat seperti ini.

Hal itu ditegaskan Jaksa Agung Burhanuddin dengan melihat kepanikan yang terus terjadi di masyarakat akibat penyebaran virus corona.

“Saya selaku Jaksa Agung Republik Indonesia memerintahkan para Jaksa dalam menangani kasus-kasus seperti penimbunan masker, obatan-obatan, dan kebutuhan sembilan bahan pokok atau sembako, serta penyebar hoaks terkait corona. Agar setiap pelakunya diberikan tuntutan pidana maksimal, sehingga menimbulkan efek jera. Sekaligus menjadi peringatan bagi yang lainnya untuk tidak melakukan hal yang sama,” tegas Jaksa Agung Burhanuddin, Kamis (19/03/2020).

Mantan Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) ini mengatakan keprihatinannya dengan kondisi bangsa dan masyarakat Indonesia. Karena dari waktu ke waktu, fakta-fakta mencengangkan yang disebabkan virus corona semakin memicu kepanikan masyarakat Indonesia.

Betapa tidak, data terakhir yang dirilis oleh Pemerintah telah tercatat sebanyak 227 suspect yang positif terjangkit virus corona. Dimana sebagian kecil di antaranya telah meninggal dunia.

Seperti dikekahui, dunia melalui World Health Organization (WHO) pun mengukuhkan Covid-19  sebagai pandemik. Yang berarti, bisa menyerang siapa saja dan dimana saja.

Kiat-kiat untuk memutus penyebaran virus ini semakin digencarkan. Yang diantaranya anjuran untuk menggunakan masker dan hand sanitizer atau pembersih tangan.

Hand sanitizer,  dan terutama masker akhirnya menjadi komoditi yang paling diburu masyarakat Indonesia. “Sehingga pemerintah kita berupaya untuk menjamin ketersediaannya,” jelas Burhanuddin.

Akan tetapi, lanjutnya, sungguh disayangkan, karena dalam situasi yang memilukan ini ternyata dimanfaatkan segelintir orang untuk meraup rupiah secara tidak bertanggungjawab. Dengan menimbun besar-besaran masker, bahkan diantaranya ternyata berkualitas di bawah standar yang ditetapkan.

“Aksi penimbunan masker ini sangat meresahkan dan membebani masyarakat. Terlebih untuk strata ekonomi menengah ke bawah. Karena keberadaan masker yang semakin langka dan harganya kian tinggi,” ujar Burhanuddin.

Untuk menyikapi fenomena itulah, Jaksa Agung Republik Indonesia Sanitiar Burhanuddin memerintahkan seluruh jajarannya melakukan penindakan tegas kepada para penimbun barang-barang yang sangat dibutuhkan masyarakat itu.

“Menyikapi fenomena penimbunan yang terjadi di tengah-tengah usaha kita bersama untuk mencegah dan menangkal virus Covid-19, para Jaksa dalam menangani kasus-kasus seperti penimbunan-penimbunan itu harus ditindak tegas dengan pidana maksimal,” tandas Burhanuddin.(JR)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*