Jaksa Agung ST Burhanuddin Kembali Dianugerahi Penghargaan Sebagai Tokoh Restorative Justice

Jaksa Agung ST Burhanuddin Kembali Dianugerahi Penghargaan Sebagai Tokoh Restorative Justice

- in DAERAH, EKBIS, HUKUM, NASIONAL, POLITIK, PROFIL
371
0
Foto: Jaksa Agung Republik Indonesia, Prof Dr Sanitiar Burhanuddin kembali dianugerahi penghargaan sebagai Tokoh Restorative Justice, di Hotel The Westin Jakarta, Kamis 21 September 2023. (Dok)Foto: Jaksa Agung Republik Indonesia, Prof Dr Sanitiar Burhanuddin kembali dianugerahi penghargaan sebagai Tokoh Restorative Justice, di Hotel The Westin Jakarta, Kamis 21 September 2023. (Dok)

Jaksa Agung Republik Indonesia, Prof Dr Sanitiar Burhanuddin, kembali dianugerahi pengharagaan sebagai Tokoh Restorative Justice.

Pada Kamis 21 September 2023 bertempat di Hotel The Westin Jakarta, Jaksa Agung ST Burhanuddin menerima penghargaan sebagai Tokoh Restorative Justice pada Detikcom Awards 2023 bertajuk “Adapt and Transform for an Era of Change”.

Adapun penghargaan tersebut diberikan kepada individu, merek, perusahaan dan lembaga di Indonesia yang telah memberikan kontribusi luar biasa di berbagai bidang.

Jaksa Agung Burhanuddin mengucapkan terima kasih atas penghargaan yang diterima sekaligus menyampaikan bahwa berdasarkan International Association of Prosecutors (IAP) atau Asosiasi Jaksa Internasional, Restorative Justice Kejaksaan merupakan pengimplementasian Restorative Justice terbaik di dunia.

“Terima kasih atas penghargaan yang diberikan, sesungguhnya ini adalah keberhasilan bagi Para Jaksa di daerah. Tentunya penghargaan ini adalah hadiah bagi seluruh Jaksa di Indonesia,” ucap Jaksa Agung, Burhanuddin.

Penghargaan ini diberikan berkat inovasi dan alternatif penegakan hukum yang bersifat humanis, salah satunya melalui konsep Restorative Justice yang lebih mengedepankan konsep pemulihan dibandingkan pembalasan.

Dalam berbagai kesempatan juga, Jaksa Agung Burhanuddin telah mengupas mengenai prinsip Restorative Justice antara lain merehabilitasi kerugian korban, mengutamakan kepentingan korban, Restorative Justice sebagai solusi penyelesaian perkara di luar pengadilan dan penekan resistensi di masyarakat, serta Jaksa sebagai mediator/fasilitator mediasi sehingga tercipta win win solution antara pelaku dan korban.

Selain itu, Restorative Justice sebagai bentuk pelaksanaan asas Dominus Litis merupakan kewenangan Penuntut Umum dalam menyelesaikan perkara di luar pengadilan secara formal, sebagaimana diatur dalam Pasal 139 KUHAP junto Pasal 30 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2021 tentang Kejaksaan Republik Indonesia.

Kemudian, Jaksa Agung ST Burhanuddin mengimplementasikannya dengan penerbitan Peraturan Kejaksaan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif.

Sedangkan dalam hal pemberantasan korupsi, Jaksa Agung ST Burhanuddin juga menyusun paradigma baru yakni penindakan korupsi tidak hanya sebatas pemidanaan bagi koruptor, tetapi juga pemulihan kerugian Negara.

Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh nasional penerima penghargaan (award) yaitu Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Abdullah Azwar Anas, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Hadi Tjahjanto, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Kepala Kepolisan Republik Indonesia Listyo Sigit Prabowo, Mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo hingga tokoh-tokoh lain dari berbagai nominasi.(RED)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Tolak Keras Permodalan China di PT Dairi Prima Mineral (DPM), Masyarakat Dairi Geruduk Kedutaan Besar Tiongkok di Jakarta

Masyarakat Dairi, Sumatera Utara, yang tergabung dalam Warga