Jaksa Agung ST Burhanuddin: Jaksa Pemeras Pasti Akan Saya Tindak Tegas

Dugaan Pemerasan Oleh Oknum Jaksa Kepada Para Kepala Sekolah di Riau

Dugaan Pemerasan Oleh Oknum Jaksa Kepada Para Kepala Sekolah di Riau, Jaksa Agung ST Burhanuddin: Jaksa Pemeras Pasti Akan Saya Tindak Tegas. – Foto: Jaksa Agung Republik Indonesia Dr Sanitiar Burhanuddin. (Net)
Dugaan Pemerasan Oleh Oknum Jaksa Kepada Para Kepala Sekolah di Riau, Jaksa Agung ST Burhanuddin: Jaksa Pemeras Pasti Akan Saya Tindak Tegas. – Foto: Jaksa Agung Republik Indonesia Dr Sanitiar Burhanuddin. (Net)

Jaksa Agung Republik Indonesia Sanitiar Burhanuddin meminta pengawasan terhadap para jaksa dilakukan dengan tegas. Adanya dugaan pemerasan yang dilakukan oknum jaksa kepada para Kepala Sekolah SMP di Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau, harus diusut tuntas.

Mantan Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) ini menegaskan, dirinya tidak akan mentolerir jika ada jaksa yang melakukan pemerasan.

“Sedang dilakukan pemeriksaan oleh Bidang Pengawasan Kejaksaan Tinggi Riau. Dan kalau benar Jaksa yang melakukan (pemerasan), pasti akan saya tindak tegas,” tutur Jaksa Agung Republik Indonesia ST Burhanuddin, Jumat (24/07/2020).

Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum) Hari Setiyono mengaku sudah mendapat informasi perkembangan mengenai adanya dugaan pemerasan yang dilakukan oknum jaksa di Provinsi Riau itu.

“Sekarang masih proses klarifikasi oleh Pengawasn Kejaksaan Tinggi Riau,” ujar Hari Setiyono.

Untuk mendalami adanya laporan dugaan pemerasan yang dilakukan oleh oknum jaksa dan oknum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Tipikor Nusantara kepada sejumlah Kepala Sekolah (Kepsek) di Provinsi Riau, maka Kejaksaan Tinggi Riau (Kejati Riau) melanjutkan memanggil para Kepsek.

Pada Kamis pagi (23/07/2020), pemanggilan kepada 9 Kepala Sekolah dilakukan Kejati Riau. Mereka dipanggil pukul 09.00 WIB, untuk dimintai penjelasan terkait pengajuan mundurnya para Kepala Sekolah karena dugaan pemerasan yang dilakukan oknum Jaksa di Provinsi Riau. Para Kepala Sekolah itu menyatakan akan mundur, karena terus-terusan diperas oleh oknum jaksa dan oknum LSM terutama terkait Dana BOS.

Para Kepala Sekolah yang berasal dari Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) itu memenuhi permintaan Kejati. Untuk kedua kalinya, mereka dimintai keterangan oleh bagian Pengawas Kejaksaan Tinggi Riau.

Pada Senin (20/07/2020), pemanggilan juga sudah dilakukan. Para Kepsek juga sudah memberikan keterangannya kepada jaksa di Kejati Riau.

Di Gedung Kejaksaan Tinggi Riau yang beralamat di Jalan Jenderal Sudirman Nomor 375, Pekanbaru, sekitar pukul 10 pagi para Kepala Sekolah sudah tiba.

Mereka mengenakan kemeja batik Korpri PGRI. Sebelum memasuki gedung Kejati Riau, terlihat para Kepala Sekolah itu melakukan swafoto.

Kemudian, pada pukul 10.27 WIB, rombongan Kepsek itu memasuki gedung berlantai 9 tersebut.

Hanya beberapa perwakilan saja yang diperbolehkan memasuki ruangan. Termasuk wartawan tidak diperbolehkan. Petugas penjaga pintu masuk Gedung melarang wartawan memasuki ruangan.

Ketua Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum Persatuan Guru Republik Indonesia Riau (LKBH PGRI Riau) Taufik Tanjung, yang mendampingi 64 Kepala Sekolah dari Kabupaten Indragiri Hulu itu, menyampaikan, kedatangan kedua kalinya para Kepsek ke Kejati Riau masih dalam rangka pendalaman informasi terkait dugaan pemerasan yang dilakukan oknum Jaksa dan LSM Tipikor Nusantara di Riau.

“Ya, kedatangan ini kedua kalinya. Berkaitan dengan dugaan kasus pemerasan kepada kepala sekolah yang dilakukan oleh Jaksa di Indragiri Hulu,” ujar Taufik Tanjung.

Sebanyak 64 Kepala Sekolah SMP Se-Kabupaten Indragiri Hulu mengajukan pengunduran diri, dikarenakan tidak tahan dengan aksi-aksi intimidasi dan dugaan pemerasan yang dilakukan Lembaga Swadaya Masyarat (LSM) Tipikor Nusantara bersama oknum Jaksa di Indragiri Hulu, Provinsi Riau

Dugaan pemerasan dilakukan terkait pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (Dana BOS) di masing-masing sekolah.

Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejaksaan Tinggi Riau (Kasipenkum) Muspidaun membenarkan, pada Kamis tanggal 23 Juli 2020 ini, sejak pagi dilakukan pemanggilan lagi kepada para Kepala Sekolah.

“Ada 9 orang Kepala Sekolah yang dimintai keterangan dan penjelasannya lagi hari ini. Mereka masih didalami sejauh mana keterangannya,” tutur Muspidaun ketika dikonfirmasi wartawan.

Dia mengatakan, sejauh ini proses dugaan pemerasan oleh oknum jaksa di Indragiri Hulu itu belum rampung. “Nanti Bidang Pengawasan yang mendalami,” ujar Muspidaun.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan