Breaking News

Jaksa Agung Akan Evaluasi Hukuman Mati

Jaksa Agung Akan Evaluasi Hukuman Mati.

Banyaknya desakan kepada Jaksa Agung untuk mengevaluasi proses pelaksanaan dan hukuman mati, Jaksa Agung HM Prasetyo mengaku sedang menampung berbagai masukan, dan akan melakukan evaluasi terhadap eksekusi mati itu.

 

Prasetyo mengatakan, eksekusi mati tersebut bukan merupakan hal yang sederhana. Sehingga banyak hal yang harus dicermati dan diteliti kembali.

 

“Ini berkaitan dengan masalah hak hukum seseorang. Berkaitan juga dengan hak hidup seseorang. Kalau orang melakukan kejahatan di luar batas toleransi yang cenderung mereka juga tidak menghormati Hak Asasi Manusia orang lain. Dan ajaran agama Islam pun mengatakan seperti itu. Itu yang kita dengarkan sebagai tambahan penguatan keyakinan kita,” ujar Prasetyo di Kompleks Kejagung, Jakarta Selatan, Jumat (19/05/2017).

 

Menurut Prasetyo, sejauh ini hukum positif di Indonesia masih memberlakukan hukuman mati dengan pertimbangan adanya keputusan yang sudah inkrah (berkekuatan hukum tetap) dan jaksa berkewajiban untuk melaksanakan putusan tersebut.

 

“Untuk waktunya, kami akan tentukan dengan baik,” katanya.

 

Dia melanjutkan, saat ini Kejaksaan tengah menginventarisir nama-nama yang akan di eksekusi mati. Namun sebelumnya Kejaksaan akan melihat apakah terpidana yang akan dieksekusi tersebut sudah diberikan hak-hak sepenuhnya.

 

“Jangan sampai nanti setelah dieksekusi, ada yang protes lagi, ini kan belum mengajukan grasi, belum mengajukan Peninjauan Kembali (PK) dan sebagainya,” ujarnya.

 

Menurut Prasetyo, kendala saat ini yang dihadapi Kejaksaan adalah masih berlangsungnya proses hukum dari nama-nama tersebut seperti pengajuan grasi.

 

“Kendala kita, karena grasi bisa diajukan kapan saja. Ini tentunya kita akan minta fatwa MA untuk batasan-batasan itu. Enggak bisa dibiarkan lepas tanpa ada pembatasan, karena kalau sudah seperti itu, menjadi tidak ada lagi kepastian hukum,” ucapnya.(Richard)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*