Breaking News

Isu SARA dan Disintegrasi Kembali Merebak, Jakarta Aman!

Isu SARA dan Disintegrasi Kembali Merebak, Jakarta Aman! Isu SARA dan Disintegrasi Kembali Merebak, Jakarta Aman!

Jakarta saat ini sebagai Ibukota Negara Republik Indonesia aman dan terkendali. Ibukota yang kini dipimpin Gubernur Anies Rasyid Baswedan itu tidak terpengaruh dengan merebaknya persoalan-persoalan anarkisme dan berbau SARA belakangan ini.

Beberapa daerah bergejolak karena isu Papua. Surabaya, Makassar, Yogyakarta, Malang, Papua, Manokwari, Sorong, Fakfak dan beberapa daerah lainnya turut bergejolak. Dikhawatirkan, persoalan ini melebar, dan malah meluas di Jakarta.

Namun, tak perlu khawatir. Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan masih bisa mengendalikan Ibukota dengan baik. Tidak ada riak-riak berarti di Jakarta.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPD GAMKI) DKI Jakarta, Jhon Roy P Siregar menegaskan, warga DKI sudah sangat faham dengan segala peristiwa yang terjadi. Sehingga, tidak dengan mudah terprovokasi dengan berbagai kericuhan dan keributan di tempat lain.

Meski begitu, pria yang juga aktivis Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) ini, tetap mengingatkan warga Jakarta untuk bergandengan tangan menciptakan situasi kondusif dan bersahabat di semua tempat, khususnya di Ibukota Jakarta.

“Jakarta aman. Aman-aman saja. Warga Jakarta tidak akan terpengaruh dengan kericuhan-kericuhan dengan berbagai isu yang terjadi. Jakarta sudah ratusan tahun usianya. Dan sudah teruji dengan benturan dan bahkan hantaman isu apapun,” tutur Jhon Roy P Siregar, di Jakarta, Kamis 22 Agustus 2019.

Menurut Siregar, selain kedewasaan warga Jakarta yang sudah tak perlu diragukan lagi, saat ini Jakarta dipimpin oleh Gubernur Anies Rasyid Baswedan. Sebagai pria yang  sebelumnya sebagai akademisi dan pegiat persaudaraan bagi sesama anak bangsa, sosok Anies diyakini mampu menciptakan Jakarta tetap dalam kondisi prima. Tak terusik oleh isu-isu SARA yang berupaya menciptakan kerusuhan.

Sampai saat ini, Jakarta sebagai Ibukota Negara Republik Indonesia, dan juga pusat pemerintahan, dijaga oleh kebersamaan dan persaudaraan yang heterogen. Yang plural dan tidak sektarianis.

“Kalangan mudanya juga oke-oke semua kok. Akrab dan bersahabat. Ormas-ormas di Jakarta juga solid menjaga Jakarta. Tetap bergandengan tangan menjaga kondusivitas dan persaudaraan yang baik. Demikian pula aparat yang siap siaga menjaga dan melindungi warga dan Ibukota ini. Enggak usah khawatir. Enggak usah cemas. Jakarta kita aman-aman saja kok,” bebernya.

Belajar dari beberapa kerusuhan di Jakarta, Gubernur Anies Rasyid Baswedan juga menegaskan, Jakarta akan dijaga secara aman dan damai. Tidak terpengaruh dengan keributan berbau SARA.

Semisal, ketika muncul kerusuhan massa pada saat proses penghitungan suara Pilpres di Bawaslu 21-22 Mei 2019 lalu, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menegaskan, Jakarta aman dan tetap akan aman ke depan.

Anies mengingatkan, kelompok yang membuat rusuh akan berhadapan dengan pemerintah daerah. Anies menegaskan Jakarta bukanlah tempat perusuh. Tapi bila ada warga daerah lain yang datang, akan difasilitasi.

“Jakarta adalah ibu kota bagi semua, karena itu warga Jakarta maupun luar Jakarta bisa beraktivitas di sini, tetapi Jakarta bukan tempat bagi perusuh. Di Jakarta, kita akan sambut mereka yang datang ke Jakarta berkegiatan di Jakarta kita fasilitasi. Tapi kalau mau (buat) kerusuhan, Anda akan berhadapan dengan kami semua,” ujar Anies.

Ia mengingatkan, bila ada kelompok pembuat rusuh yang datang ke Jakarta, Pemprov DKI akan mencegahnya. Pihak keamanan akan menindak tegas pelaku perusuh.

“Ini kita minta kepada warga untuk sama dan kepada mereka yang datang untuk buat kerusuhan, saya katakan Jakarta akan siap untuk mencegah dan bertindak tegas untuk kepada semua yang melakukan kerusuhan di tempat ini,” tuturnya.

Anies pun mengimbau masyarakat Jakarta untuk tidak ikut-ikutan dan terprovokasi dengan kerusuhan yang ada di tempat lain.

Selain itu, dia juga berpesan bagi masyarakat yang menerima informasi yang beredar untuk meng-crosscheck kembali sebelum menyebarkannya. Hal itu untuk mencegah suasana yang tidak kondusif.

“Untuk semua masyarakat saya minta untuk menonjolkan pesan-pesan kedamaian dan kritis terhadap informasi yang beredar. Jangan cepat-cepat menyebarkan berita yang belum terkonfirmasi akurasinya karena itu tidak membuat suasana kondusif,” terang Anies.

Sementara itu bagi masyarakat yang berada di luar Jakarta, Anies menyebut situasi di Jakarta aman.

“Bagi saudara-saudara yang di luar Jakarta dan yang tidak berada di tempat ini saya ingin sampaikan bahwa Jakarta tenang, damai, yang memang sempat ada suasana tegang hanya di ruas jalan sini saja, di luar itu tidak ada masalah,” ujar Anies.(JR)

 

Leave a comment

Your email address will not be published.


*