Breaking News

Irjen Pol Martuani Sormin, Asisten Operasi Kapolri; Dalam Hidup Tak Perlu Takut, Sebab Tidak Ada Yang Jago, Selain TUHAN!

Irjen Pol Martuani Sormin, Asisten Operasi Kapolri; Dalam Hidup Tak Perlu Takut, Sebab Tidak Ada Yang Jago, Selain TUHAN! Irjen Pol Martuani Sormin, Asisten Operasi Kapolri; Dalam Hidup Tak Perlu Takut, Sebab Tidak Ada Yang Jago, Selain TUHAN!

Inspektur Jenderal Polisi Martuani Siregar Sormin adalah salah seorang Jenderal berdarah Batak yang rendah hati namun berwatak keras dan tegas.

Pria kelahiran Lobu Sonak, Lumban Sormin, Pangaribuan, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, 30 Mei 1963 ini masuk di jajaran Perwira Tinggi Polri dengan dua bintang di pundak.





Sebagai Jenderal Polisi Bintang Dua, pria usia 56 tahun ini mensyukuri semua kemurahan Tuhan di sepanjang hidupnya, di keluarganya dan karirnya.

“Kita harus menyadari, tidak ada yang jago di dunia ini, selain Tuhan. Hanya Tuhan. Kau mau melawan Tuhan? Tidak akan bisa kau lawan Tuhan. Sepanjang nafas kehidupan dan perjalanan hidup, di keluarga dan juga dalam perjalanan karir, saya juga menyadari, itu semua karena Tuhan melindungi,” tutur Irjen Pol Drs Martuani Sormin, M.Si saat bertemu di kantornya, di Mabes Polri, Jalan Truno Jaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pekan lalu.

Sebagai prajurit Polri, Martuani Sormin juga sudah mengelilingi hampir seluruh wilayah Indonesia dan bertemu dengan saudara-saudara sebangsa dan se-tanah Air dari berbagai latar belakang, mulai dari orang yang berbeda suku, agama, ras, golongan, watak dan perangai.





Namun, capaian dua bintang di pundaknya, menurut pria yang kini dipercaya menjabat sebagai Asisten Operasi Kapolri (Asop Kapolri) ini, bukanlah sebuah kesombongan yang harus dipertontonkan.

Apalagi, di tengah keberagaman yang sangat plural seperti Indonesia, menurut dia, tidak banyak Jenderal di Kepolisian maupun di TNI yang diberi kesempatan oleh Tuhan Yang Maha Esa untuk menyandang bintang.

“Apalagi seperti saya, sudah Batak, Kristen, watak keras, suara keras, belum tentu semua orang senang. Tetapi, saya tetap berpegang kepada Tuhan, bahwa DIA yang menjaga dan menolong saya dalam setiap langkah kehidupanku. Dan saya berupaya terus menjaga diri dan menjalankan tugas dan tanggung jawab saya sebaik-baiknya,” tutur Martuani Sormin.





Bapak dari empat orang anak ini dikenal tegas dan blak-blakan dalam berbicara. Martuani Sormin yang merupakan lulusan Akpol 1987 ini mengatakan, dirinya banyak bertugas di daerah-daerah keras dan rawan. Bahkan, tidak sedikit wilayah tugasnya yang bisa mengancam nyawa.

“Misalnya, sewaktu di Papua, apa kau kira karena hebat dan jagonya saya maka saya bisa selamat? Itu semua karena penyertaan Tuhan. Dan juga doa-doa masyarakat termarjinalkan, sehingga tak sebutir peluru pun diijinkan Tuhan menembus saya, tidak juga celaka. Semua itu karena Tuhan menjagai dan menyertai,” tuturnya.

Irjen Pol Martuani Sormin menegaskan, munculnya sejumlah persoalan perbedaan agama di Tanah Air, dalam kehidupan bersosial, tidak perlu terjadi.





Sebab, bagi dia, semua suku, agama atau ras apapun dengan berbagai latar belakang, adalah saudara yang harus dijaga dan dilindungi.

Menurut dia, adalah kebodohan, jika ada manusia di Indonesia yang merasa benar sendiri. “Apalagi di kalangan orang Batak, saya lihat tidak sedikit yang sering pajago-jagohon (anggar jago), merasa hebat sendiri, merasa benar sendiri. Itu tidak perlulah. Kita harus belajar dan bersosial dengan semua suku bangsa. Saya tanya sekarang, apakah ada yang sungguh bisa menjamin dirinya akan masuk sorga kalau menjadikan perbedaan agama sebagai alat untuk menyerang atau menyakiti orang lain? Tidak ada. Ingat, hanya Tuhan itu sendiri yang jago,” tuturnya.

Martuani Sormin dikenal dekat dengan berbagai kalangan. Dia juga bukan tipe manusia yang ngotot dalam meraih bintang. Sebab, dalam prinsipnya, Bintang itu bukan diraih, tetapi jatuh.





“Bintang itu tidak akan bisa diraih. Bintang itu jatuh. Artinya, daya upaya apapun yang kau lakukan untuk meraih bintang, tidak bisa diraih, hanya jika jatuh maka bisa didapat. Berdoalah agar bintang itu jatuh padamu,” ujarnya berseloroh.

Dalam berbagai tugas, Martuani, berpengalaman dalam bidang reserse. Sebelumnya, dia menjabat Kepala Kepolisian Daerah Papua (Kapolda Papua).

Pada 2016, Martuani Sormin dipercaya menjabat Kepala Biro Pengamanan Internal Divisi Profesi dan Pengamanan Polri. Di tahun yang sama, dia juga ditugaskan menjadi Kepala Kepolisian Daerah Papua Barat.





Pada tahun 2017, Martuani Sormin menjabat sebagai Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri (Kadiv Propam Mabes  Polri). Kemudian, pada 2018, dia kembali ditugaskan sebagai Kepala Kepolisian Daerah Papua. Dan pada 2019 ini, Martuani Sormin menjabat sebagai Asisten Operasi Kapolri (Asop Kapolri).

“Tidak lama-lama saya ditugaskan di suatu tempat. Tidak sampai tahunan. Paling antara 7 bulan, 8 bulan,” ujarnya.

Irjen Pol Martuani Sormin diangkat menjadi Asops Kapolri dan dilantik oleh Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian pada Kamis (2/5/2019).





Irjen Pol Martuani Sormin menjabat sebagai Asops (Asisten Operasi) Kapolri menggantikan Irjen Pol Drs Rudy Sufahriadi yang akan menjabat sebagai Kapolda Jabar.

Promosi jabatan ini sesuai dengan keputusan Kepala Kepolisian Repbulik Indonesia mengeluarkan  Surat Telegram Nomor: ST/ 1202 /IV/2019 tanggal 26 April 2019, yang ditandatangani oleh AS SDM Polri Irjen Pol Dr. Eko Indra Heri S, M.M.





Dalam surat telegram tersebut Kapolda Papua Irjen Pol Drs Martuani Sormin, M.Si mendapatkan promosi jabatan sebagai Asops (Asisten Operasi) Kapolri menggantikan Irjen Pol Drs Rudy Sufahriadi yang akan menjabat sebagai Kapolda Jabar.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*