Ini Pembodohan, Unggah Ungkapan Hati Berupa Status Berisi Kritik di Medsos Kok Warga Harus Minta Maaf ke Persit Kartika Chandra Kirana?

Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Selestinus: Ada warga Sikka, Maumereka, Nusa Tenggara Timur unggah status di media social berisi ungkapan hati dan kritik, kok malah paksa minta maaf ke Persatuan Istri Prajurit (Persit) Kartika Chandra Kirana Komando Distrik Militer (Kodim) 1603 Sikka? Ini Pembodohan.
Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Selestinus: Ada warga Sikka, Maumereka, Nusa Tenggara Timur unggah status di media social berisi ungkapan hati dan kritik, kok malah paksa minta maaf ke Persatuan Istri Prajurit (Persit) Kartika Chandra Kirana Komando Distrik Militer (Kodim) 1603 Sikka? Ini Pembodohan.

Telah terjadi upaya pembohodan di masyarakat. Hanya karena mengunggah ungkapan hatinya atas sebuah perlombaan berupa status di media sosial, seorang warga diharuskan minta maaf kepada Persatuan Istri Prajurit (Persit) Kartika Chandra Kirana Komando Distrik Militer (Kodim) 1603 Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Peristiwa ini dianggap sebagai pembodohan. Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Selestinus mengungkapkan, pada pemberitaan sebuah media online lokal di Sikka, Maumere, NTT, tanggal 21 November 2019, terdapat judul berita Cemarkan Nama Baik Persit Kodim 1603 Sikka, Aberl Akhirnya Minta Maaf.

Ditegaskan Petrus Selestinus, pemeritaan itu sungguh sangat mengganggu akal sehat pembaca. Sebab, yang muncul dalam benak setiap pembaca adalah pertanyaan-pertanyaan Ada Apa Gerangan? Apa yang terjadi dengan seseorang bernama Abel Fernando, warga RT 008/RW 002, Desa Kajowair, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka. Sehingga harus meminta maaf kepada Persatuan Istri Prajurit (Persit) Kartika Chandra Kirana (PKCK) Cabang XIV Komando Distrik Militer (Kodim) 1603 Sikka.

“Yang bagi sebagian warga Sikka tidak paham apa itu makluk yang bernama Persit Kartika Chandra Kirana (PKCK) ini,”ujar Petrus Selestinus , Sabtu (23/11/2019).

Petrus Selestinus yang kelahiran daerah setempat mengatakan, sesuai isi berita yang sudah tersiarkan itu, Abel Fernando akhirnya menyampaikan permintaan maafnya atas unggahan status di Group Facebook Forum Peduli Rakyat Sikka yang berkonten, Organisasi Parsit Kartika Chandra Kirana (PKCK) Cabang XIV Kodim 1603 Sikka tidak layak untuk mendapatkan juara pertama lomba kuliner berbahan lokal, yang diselenggara-kan oleh Dinas Parawisata dan Kebudayaan Kabupaten Sikka.

Apakah hanya karena pernyataannya yang bersifat kritik sebagai bentuk partisipasi publik terhadap sebuah perlombaan yang juga milik publik Sikka dia diharuskan minta maaf? Sedangan penyelenggara perlombaannya adalah Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sikka.

“Lantas untuk apa PKCK harus merasa nama baiknya dicemarkan? Dimanakah letak pencemarannya? Toh ini sebuah penilaian dari sebuah proses lomba yang legitimasinya terletak pada dukungan, reaksi dan penilaian publik,” beber Petrus.

Persatuan Istri Prajurit (Persit) Kartika Chandra Kirana adalah organisasi para istri anggota TNI AD yang sudah berusia 76 tahun. Menurut Petrus, usia yang tidak muda lagi. Karena itu, seharusnya PKCK semakin matang, berjiwa besar, tidak kerdil dan jangan anti terhadap kritik.

Sebagai sebuah organisasi yang sudah berumur 76 tahun, katanya, yang didirikan dengan cita-cita yang sangat mulia, yaitu untuk mengamalkan Pancasila, membina istri prajurit dan keluarganya di bidang mental, fisik, moril dan kesejahteraan. Sehingga dapat berpengaruh terhadap keberhasilan tugas prajurit, menciptakan rasa persaudaraan dan kekeluargaan, rasa persatuan dan kesatuan serta kesadaran nasional.

“Maka sikap PKCK Sikka yang menolak dikritik, jelas berpotensi mematikan peran partisipasi dalam bentuk kritik yang dibutuhkan oleh Pemerinta,”ujar Petrus.

Advokat Peradi ini menegaskan, memaksa warga meminta maaf atas status seperti itu adalah tindakan membungkam kritik. Dengan memperalat kekuasaan Kodim 1603 Sikka dan Polres Sikka.

“Mereka memperalatnya, sekedar mendapatkan permintaan maaf dari Abel Fernando, seorang warga Desa Kajowair, yang layaknya mendapat penghargaan karena keberaniannya melakukan kritik,”jelas Petrus.

Petrus melihat, apa yang terjadi dengan PKCK di Sikka hari-hari ini, justru sesuatu yang berbanding terbalik bahkan semakin jauh dari cita-cita dasar pendiriannya. Semakin jauh dari harapan pimpinan TNI AD, bahkan bisa mencoreng wajah Persit Kartika Chandra Kirana yang melekat dalam tubuh Institusi TNI-AD.

“Dikarenakan anti kritik, salah mengartikan kritik, bahkan tidak mampu membaca kritik untuk kepentingan siapa,”ujar Petrus lagi.

Menurut dia, Abel Fernando telah menggunakan media sosial secara tepat. Memposting berita yang bersifaf kritik positif dan konstruktif. Bahwa Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XIV Kodim 1603 Sikka sebagai tidak layak untuk mendapatkan juara pertama lomba kuliner berbahan lokal.

Sebagai warga Sikka, Abel Fernando punya hak untuk memberikan penilaian. Apalagi yang dinilai adalah Keputusan Panitia Lomba Kuliner yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabuoaten Sikka. Bukan Keputusan Panitia PKCK Sikka.

Seandainyapun gelar juara lomba dimaksud merupakan keputusan PKCK Sikka, quod non, maka Abel Fernando, bahkan seluruh warga Sikka berhak memberikan komentar atau penilaian.

“Bisa berupa pujian maupun kritik. Termasuk kritik soal ketidaklayakan pemberian gelar juara dimaksud. Atau sampai menuntut pembatalan pemberian gelar juara dimaksud oleh Panitia Lomba entah siapapun penyelenggaranya,”jelas Petrus.

Apapun masalahnya, kata dia, sebagai alat Negara, jika ingin berinteraksi dengan warga, maka tidak pada tempatnya anggota Babinsa diperintahkan menjemput warga pada malam hari, di luar jam kerja, tanpa alasan yang jelas.

Ditegaskan Petrus, tindakan demikian dapat dikualifikasi sebagai penculikan dan/atau pengekangan kemerdekaan. Karena memaksa orang untuk meninggalkan rumahnya pada malam hari oleh aparat yang tidak berwenang. Tanpa alasan yang jelas. Apalagi dibawa ke Kantor Kodim yang bagi sebagian masyarakat awam Sikka sungguh menyeramkan.

“Oleh karena itu, peristiwa dimana Abel Fernando diperhadapkan hanya untuk meminta maaf melalui Polres Sikka tidak boleh lagi terjadi. Karena ini bagian dari sikap membungkam kritik dari public,”tegas Petrus.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan