Tertinggal 1-0 di-leg pertama pada semifinal Liga Champions, Bayern Munchen bakal tampil dominan dan melepaskan banyak peluang untuk mengalahkan Atletico Madrid.
Pep Guardiola sudah menyusun strategi untuk mengejar ketertinggalan Bayern Munchen untuk dapat masuk ke Final Liga Champions. Leg kedua yang akan digelar Allianz Arena pada, Rabu (4/5/2016) dini hari.
Pep Guardiola harus mampu membawa para anak asuhnya memenangkan selisih dua gol atas Los Rojiblancos jika ingin berlaga belaga final nantinya.
Ateltico yang mampu memenangkan leg pertama dengan skor 1-0 yang berlangsung di Vicente Calderon pada 27 April 2016 lalu membuat Bayern Munchen harus berusaha mengejar ketertinggalan agregat dengan mencetak dua gol.
“Kami tak boleh berpikir soal berapa gol yang harus dicetak. Pertama-tama kami harus berpikir soal melakukan pertahanan yang baik dan mengendalikan laga. Kami ingin menguasai kepemilikan bola dan ingin mencetak gol,” kata Guardiola.
Menurut Guardiola, leg kedua bukanlah laga yang mudah bagi para anak asuhnya, pasalnya pertahanan lini belakang Atletico cukup baik.
“Lini pertahanan Atletico sangat baik, tetapi mereka juga punya lini depan yang bagus. Sangat sulit bermain melawan tim seperti mereka. Namun, kami akan mencetak beberapa peluang dan mungkin itu tak banyak,” ucap pelatih berpaspor Spanyol itu.
Kekalahan 1-0 Bayern Munchen di semi final liga Champions menuai banyak kritikan kepada Pep Guardiola. Ia dikritik lantaran tak memainkan Thomas Muller di leg pertama semifinal Liga Champions kontra Atletico Madrid.
Pep kemudian membalas kritikan tersebut. Menurutnya, banyak orang yang mengkritik karena kesuksesannya dalam meraih banyak gelar juara.
“Masalah yang dimiliki orang-orang dengan saya adalah karena saya memenangkan begitu banyak gelar juara,” ucapnya.(Tronando)