Ikatan Batak Indonesia Raya (IBARA) Deklarasikan Dukungan Untuk Paslon 3 Anies-Sandi, Siapa Lagi Yang Mau Ikut?

Ikatan Batak Indonesia Raya (IBARA) Deklarasikan Dukungan Untuk Paslon 3 Anies-Sandi, Siapa Lagi Yang Mau Ikut?

Ribuan orang yang tergabung dalam Ikatan Batak Indonesia Raya (IBARA) telah melakukan deklarasi dukungan kepada Pasangan Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno dalam putaran kedua Pemilihan Gubernur Provinsi DKI Jakarta 2017.

 

Deklarasi yenga digelar di Youth Centre, Gelanggang Olah Raga (GOR) Otista, Jakarta Timur, pada Minggu 2 April 2017 itu, dianggap sebagai sebuah momentum kesadaran politik kalangan Batak di Jakarta, yang selama ini diopinikan mendukung pasangan petahana.

 

Dalam sambutannya, Ketua Umum Ikatan Batak Indonesia Raya (IBARA) Davit Pakpahan menyampaikan, deklarasi IBARA itu hadir sebagai salah satu wujud kegelisahan anak-anak muda Batak dan para warga Batak yang memiliki pilihan politik yang berbeda dengan saudara-saudaranya lainnya.

 

“Dengan mengedepankan persaudaraan, komitmen, serta rasionalitas dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara, maka IBARA sebagai bagian dari anak-anak bangsa yang sangat plural ini, hendak menyampaikan bahwa kami yang tergabung dalam komunitas Batak ini, bukanlah untuk menonjolkan kesukuan,” ujar Davit Pakpahan.

 

Menurut dia, kehadiran IBARA mendukung pasangan Anies-Sandi, karena melihat tantangan dan realitas kian maraknya penyalahgunaan sejumlah isu dan potensi Nasionalisme Indonesia, menjadi kepentingan-kepentingan sempit oleh segelintir orang yang bersengaja di-massifikasi, seolah Indonesia sedang terancam eksistensi Nasionalismenya.

 

“Sekali lagi, berangkat dari kesadaran itu, kami masyarakat Indonesia, khususnya komunitas Batak yang mengikat diri dalam IBARA, menjunjung tinggi Nasionalisme Indonesia, berpegang teguh pada Pancasila sebagai Dasar Negara, memegang teguh Undang Undang Dasar 1945 sebagai aturan hukum tertinggi dalam berbangsa dan bernegara Indonesia,” ujarnya.

 

Terkhusus dalam konteks Pilkada DKI Jakarta 2017 ini,  lanjut dia, IBARA melihat dan merasakan bahwa telah terjadi sejumlah tindakan diskriminatif yang tidak sehat oleh segelintir orang di Jakarta, dengan melakukan klaim-klaim isu SARA untuk pemenangan pasangan calon incumbent.

 

“Secara sadar, IBARA tidak mau terjebak dalam pusaran isu itu. Maka dengan mengambil segmentasi Komunitas Batak, kami menyampaikan dan terus memperjuangkan bahwa toleransi yang sehat di Jakarta harus dikawal,” urainya.

 

Melalui berbagai analisis dan pengalaman ril yang dijalani sehari-hari di Jakarta, tutur Davit, begitu terasa ada sekelompok orang yang hendak memposisikan orang-orang Batak sebagai bagian dari cara berpolitik yang tidak sehat, yakni seolah-olah orang Batak ini sudah harga mati akan memilih incumbent alias petahana.

 

Perlu ditegaskan kembali, lanjut dia, tidak ada sejarahnya orang Batak di Republik ini menjadi begitu sektarian. Sejarah Sumpah Pemuda  28 Oktober 1928 telah membuktikan, bersama-sama saudara-saudara sebangsa dan setanah air lainnya dari berbagai suku, orang-orang Batak yang berwadah dalam Jong Batak waktu itu, telah sangat tegas mendeklarasaikan dan berkomitmen pada Nasionalisme Indonesia.

 

Hal itu pula mendorong  orang-orang Batak memiliki kecintaan dan kepedulian yang sangat tinggi terhadap Indonesia. Darah orang Batak telah banyak tertumpah demi berdirinya Negara Republik Indonesia.

 

“Hal yang sama juga terjadi pada saudara-saudara kami dari suku lainnya di Tanah Air. Indonesia adalan Tanah Tumpah Darahnya orang-orang Batak. Jakarta juga demikian,” ujarnya.

 

Untuk itu, dengan tetap berpegang pada prinsip-prinsip Nasinalisme Indonesia, IBARA pun telah menyaksikan berbagai proses politik di Pilkada DKI Jakarta kali ini.

 

“Secara sadar, kami menyatakan bahwa kami yang tergabung dalam IBARA ini memiliki kesamaan visi dan misi kebangsaan,” katanya.

 

Turunannya, dalam konteks Pilkada DKI Jakarta kali ini, IBARA melihat pasangan calon nomor urut 3 yakni Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno, memiliki ketegasan Nasionalisme Indonesia yang dicita-citakan para pendiri bangsa Indonesia ini.

 

Memang, Indonesia Raya haruslah menjadi rumah utama dari semua suku-suku bangsa di Tanah Air, rumah yang nyaman, tentram, adil dan makmur.

 

Menurut Davit, IBARA menyatakan mendukung Pasangan Calon Nomor Urut 3 Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno dalam Pilkada DKI Jakarta ini.

 

“Jakarta tidak boleh dikotak-kotakkan oleh isu-isu SARA yang sengaja dikembangkan pihak lain untuk merusak persaudaraan di Tanah Air ini. Kita semua harus berada di garda terdepan untuk memastikan bahwa Nasionalisme Indonesia itu tidak boleh diutak-atik sejahat itu. Oleh siapapun hal itu tidak kita ijinkan terjadi,” urainya.

 

Davit pun menampik isu miring bahwa kegiatan itu didanai oleh pasangan calon tertentu. Dia juga menentang keras upaya mendiskreditkan orang-orang Batak yang memiliki perbedaan pilihan politik di Pilkada Provinsi DKI Jakarta ini.

 

“Dengan swadaya dan swadana, kami berupaya membangun persaudaraan Indonesia itu, kini, nanti dan di hari-hari yang mendatang. Kemenangan Pasangan Calon Nomor Urut 3 Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno di pilkada kali ini, adalah kemenangan seluruh rakyat Indonesia dengan Nasionalisme Indonesia,” ujarnya.

 

Deklarasi itu dihadiri sejumlah tokoh Batak, tampak hadir Ketua Komisi VII DPR RI Gus Irawan Pasaribu. Pria yang pernah maju sebagai Calon Gubernur Sumatera Utara ini mengaku bangga dengan orang-orang Batak yang berani menembus kebisuan cara berpolitik yang ditempuh sebagian besar saudara-saudaranya keluarga Batak.

 

“IBARA ini berani. Memang, kita harus berpolitik secara rasional. Bukan karena ada kedekatan agama, dan jangan melampiaskan nafus politik dengan hanya memelintir isu SARA,” ujarnya.

 

Menurut Gus Irawan Pasaribu, dirinya sengaja datang dari Medan, usai kunjungannya ke Daerah Tapanuli Utara membawa Menteri ESDM meninjau proyek raksasa Gas Alam di Tapanuli.

 

“Kebanggaan saya satu lagi dengan orang Batak, Tapanuli itu memiliki sumber gas alam terbesar di dunia. Saya sudah membawa Menteri ESDM ke sana. Satu-satunya yang terbesar bukan hanya di asia, tetapi di dunia loh. Ini anugerah yang harus dipergunakan dan dikelola dengan baik oleh Bangsa Batak,” ujarnya.

 

Deklarasi IBARA itu dihadiri sekitar seribu orang, yang datang dengan tanpa embel-embel bayaran. Kegiatan diisi dengan sukacita, dengan menampilkan suguhan musik, lagu dan tarian bersama peserta oleh artis Batak Ibukota.

 

Momentum itu juga dipergunakan IBARA sebagai sarana silaturahmi dengan para keluarga Batak yang ada di Jakarta dan sekitarnya. Turut hadir fungsionaris DPP Partai Gerindra Sugiono, Pendeta Hotmian Siregar, Ustad, dan berbagai latar belakang profesi.

 

Dalam kesempatan itu, IBARA mangulosi Sugiono, sebagai perwakilan Tim Pemenangan Anies-Sandi dan DPP Gerindra, untuk pemenangan pasangan nomor urut 3 dalam putaran Pilkada DKI Jakarta putaran kedua.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan