Hukum Jangan Hanya Tajam ke Bawah, Kunker ke Kejati Sumsel, Jaksa Agung Burhanuddin Sempatkan Ikuti Proses Restorative Justice

Hukum Jangan Hanya Tajam ke Bawah, Kunker ke Kejati Sumsel, Jaksa Agung Burhanuddin Sempatkan Ikuti Proses Restorative Justice

- in DAERAH, HUKUM, NASIONAL, PROFIL
70
0
Hukum Jangan Hanya Tajam ke Bawah, Kunker ke Kejati Sumsel, Jaksa Agung Burhanuddin Sempatkan Ikuti Proses Restorative Justice. -Foto: Dalam Kunjungan Kerjanya, Jaksa Agung Burhanuddin yang didampingi Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Japidum) Fadil Zumhana dan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Kajati Sumsel) M Rum, menyaksikan langsung pemberian Surat Penghentian Penuntutan (SKP2) atas Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif terhadap 3 Tersangka di Kejaksaan Tinggi Sumsel Jumat 26 November 2021.(Ist)Hukum Jangan Hanya Tajam ke Bawah, Kunker ke Kejati Sumsel, Jaksa Agung Burhanuddin Sempatkan Ikuti Proses Restorative Justice. -Foto: Dalam Kunjungan Kerjanya, Jaksa Agung Burhanuddin yang didampingi Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Japidum) Fadil Zumhana dan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Kajati Sumsel) M Rum, menyaksikan langsung pemberian Surat Penghentian Penuntutan (SKP2) atas Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif terhadap 3 Tersangka di Kejaksaan Tinggi Sumsel Jumat 26 November 2021.(Ist)

Dalam Kunjungan Kerja (Kunker), Jaksa Agung Republik Indonesia, Prof Dr ST Burhanuddin menyempatkan mengikuti proses Restorative Justice (RJ) atau Keadilan Restoratif di Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Kejati Sumsel), Jumat 26 November 2021. 

Jaksa Agung Burhanuddin yang didampingi Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Japidum) Fadil Zumhana dan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Kajati Sumsel) M Rum, menyaksikan langsung pemberian Surat Penghentian Penuntutan (SKP2) atas Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif terhadap 3 Tersangka. 

Ketiga orang Tersangka itu, yakni, pertama, berasal dari Kejaksaan Negeri Pagar Alam (Kejari Pagar Alam), dalam Perkara Tindak Pidana Penganiayaan atas nama Tersangka Aprida Herdianti Binti Ahmad Nazori. 

Aprida Herdianto Binti Ahmad Nazori disangka melakukan perbuatan pidana, sebagaimana yang diatur dalam Pasal 351 ayat 1 KUHPidana tentang Penganiayaan. 

Perkara kedua, berasal dari Kejaksaan Negeri Pagar Alam (Kejari Pagar Alam), dalam Perkara Tindak Pidana Penganiayaan atas nama Tersangka Yuliana Indrawati Binti Marsup. 

Yuliana Indrawati Binti Marsup disangka melakukan perbuatan pidana, sebagaimana yang diatur dalam Pasal 351 ayat 1 KUHPidana tentang Penganiayaan. 

Dan perkara ketiga, berasal dari Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ilir (Kejari OKI), dalam Perkara Tindak Pidana Penganiayaan atas nama Tersangka Muhhad Solichin Bin Supangkat. 

Muhhad Solichin Bin Supangkat disangka melakukan perbuatan pidana, sebagaimana yang diatur dalam Pasal 351 ayat 2 dan 4 KUHP tentang Penganiayaan. 

Keputusan Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif yang dikeluarkan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Pagar Alam kepada Tersangka Aprida Herdianti Binti Ahmad Nazori dan Tersangka Yuliana Indrawati Binti Marsup diberikan, karena Tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana. 

Selain itu, para terhadap para Tersangka telah dilaksanakan serta disepakati upaya perdamaian berdasarkan keadilan antara kedua belah pihak, dengan hasil perdamaian tanpa syarat. 

Sementara, Keputusan Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif yang dikeluarkan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ilir kepada Tersangka Muhhad Solichin Bin Supangkat diberikan, karena adanya permintaan dari orang tua korban bersama korban yang mendatangi Jaksa. 

Kedua belah pihak mengajukan permohonan supaya tidak dilakukan Penuntutan, dengan alasan mencegah terjadinya permasalahan lanjutan yang lebih besar.  

Juga mengingat antara korban dan tersangka keduanya adalah anak angkat dan anak tiri. Serta permintaan dari Tokoh Masyarakat dan Kepala Desa tempat tinggal Tersangka dan Korban, yang keduanya menyesali perbuatannya dan menyatakan sudah damai. 

Oleh karenanya, berdasarkan Peraturan Jaksa Agung nomor 15 Tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif, perkara pidana atas nama Tersangka Aprida Herdianti Binti Ahmad Nazori, Tersangka Yuliana Indrawati Binti Marsup, dan Tersangka Muhhad Solichin Bin Supangkat dinyatakan ditutup demi hukum, dan tidak dilanjutkan ke tahap Persidangan. 

Pada kesempatan itu, Jaksa Agung Burhanuddin menyampaikan, dengan diserahkannya SKP2, maka Tersangka bisa bebas dan kembali berkumpul dengan keluarga. Dan perkaranya telah dihentikan berdasarkan Keadilan Restoratif. 

Jaksa Agung Burhanuddin juga meminta Tersangka agar ke depannya tidak lagi berbuat hal yang sama. Serta meminta kepada Tersangka untuk terus menjalin silaturahmi dengan Korban. 

“Ini semua atas kebaikan dari Saksi Korban dan ketulusannya untuk memberikan maaf kepada Tersangka,” ujar Burhanuddin. 

Kemudian, bagi Saksi Korban, Jaksa Agung Burhanuddin menyampaikan terima kasih atas kesediaan dan ketulusan Saksi Korban. 

“Yang telah memberikan maaf kepada Tersangka, sehingga perkara ini dapat dihentikan berdasarkan Keadilan Restoratif,” ujar Burhanuddin. 

Jaksa Agung Burhanuddin menjelaskan, dengan dikeluarkannya Pedoman Nomor 15 Tahun 2020, menunjukkan ‘Hukum tidak lagi hanya tajam ke bawah’. 

“Karena dengan Restoratif Justice ini lebih menyentuh rasa keadilan di masyarakat,” ujarnya. 

Oleh karena itu, dalam kesempatan Kunkernya ke Kejati Sumsel itu, Jaksa Agung Burhanuddin hadir secara langsung untuk melihat dan memantau proses penghentian penuntutan berdasarkan Keadilan Restoratif. 

Hal yang sama juga dilakukan Jaksa Agung Burhanuddin di beberapa daerah. Burhanuddin juga selalu mengingatkan kepada seluruh Jaksa maupun pegawai Kejaksaan, untuk tidak melakukan perbuatan tercela dalam pelaksanaan proses Restoratif Justice. 

“Jangan mencederai Masyarakat. Dan ingat, Masyarakat amat mendambakan penegakan hukum yang berkeadilan dan berkemanfaatan,” tegas Jaksa Agung Burhanuddin. 

Pelaksanaan kunjungan kerja Jaksa Agung beserta rombongan dilaksanakan dengan menerapkan secara ketat protokol kesehatan dengan memperhatikan 3M.(J-RO)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like