Breaking News

Himpunan Muda Islam Himbau Kadernya Turun ke Jalan Tanpa Menunggu Instruksi

Cendekiawan dan Pemuda Banyak Yang Apatis

Cendekiawan dan Pemuda Banyak Yang Apatis, Himpunan Muda Islam Himbau Kadernya Turun ke Jalan Tanpa Menunggu Instruksi. Cendekiawan dan Pemuda Banyak Yang Apatis, Himpunan Muda Islam Himbau Kadernya Turun ke Jalan Tanpa Menunggu Instruksi.

Pergerakan Bersama Himpunan Muda Islam atau yang disingkat juga PB HMI menghimbau kader-kadernya di organisasi Pemuda dan Mahasiswa Islam untuk turun ke jalan tanpa menuju instruksi.

Sekretaris Umum Pergerakan Bersama HMI Wardatul Hasanah menegaskan, kaum muda Islam bergerak sendiri, tanpa menunggu instruksi pimpinan pusat organisasi.




“Situasi bangsa demikian rumit, tak relevan menunggu ada atau tidak adanya instruksi apalagi ada statement badan koordinasi setingkat badko sebuah organisasi mahasiswa tak berhak keluarkan instruksi turun ke jalan. Ini masalahnya sudah pada situasi darurat, hindari debat remeh temeh, di tengah upaya menjaga suara rakyat dan demokrasi,” tutur Wardatul Hasanah, dalam siaran persnya, Senin (27/05/2019).

Menurut dia, Pergerakan Bersama HMI menilai saat ini waktu yang tepat konsolidasi gerakan kaum muda, karena situasi sudah darurat.

Dia menegaskan, persatuan dan keadilan jadi bahan remeh oleh elite dan oknum cendikiawan yang apatis.




“Jadi, tak persalahkan atas beda sikap antara Pengurus Pusat sebuah organisasi pemuda dan mahasiswa, selama temanya adalah kehendak rakyat,” ujarnya.

Wardatul Hasanah juga menghimbau agar gerakan mahasiswa dan pemuda menjadi gerakan yang tak ragu dalam upaya tampil di depan, karena rakyat pasti menyokong.

“Selama relevan, Insya Allah mendapat gelombang dukungan baru dari masyarakat. Saat ini, tak produktif menyalahkan Ketua Umum Gerakan yang memilih selfie dengan penguasa atau malas beri instruksi bergerak. Sekarang kita, bergerak saja sendiri, bergelombang,” tutur Wardatul Hasanah yang merupakan sosok Aktivis Perempuan dengan latar belakang Nahdliyin ini.




Dia mengatakan, saat ini, gerakan mahasiswa dan pemuda harus mau dan mampu untuk menjaga keadilan dan demokrasi. Gerakan ini tak bisa dibendung. Dia pun mengundang untuk buka bersama ke tokoh-tokoh gerakan mahasiswa, pelajar dan pemuda.

“Organisasi pemuda dan mahasiswa bukan perusahaan. Lalu Ketua Umum adalah bos, tidak, organisasi perkaderan tentu melahirkan pemimpin. Dan pemimpin hadir di tengah kegelisahan rakyat, jadi sulit dibendung, walau juga organisasi alumninya mencoba mengintervensi,” beber Wardatul Hasanah.

Sementara itu, Juru Bicara Keluarga Alumni Pengurus HMI (Presidium KAPMI) Abdullah Amas menilai, eskalasi politik cukup tinggi dengan adu pernyataan dua mantan capres 2004 Wiranto dan Amien Rais.




“Sangat wajar, bangsa ini mengalami dinamika yang dashyat pasca pemilu. Kami menghimbau agar TNI dan Polri bersikap persuasif. Demonstran dan ulama memiliki niat baik untuk menjaga demokrasi dan NKRI. Yang bikin kacau pasti pengacau dari perusuh,” ujar Abdullah Amas.

Dia menegaskan, Keluarga Alumni Pengurus HMI (Kapmi) akan berdiri bersama rakyat dan kader HMI.

“Kami akan bersuara yang dirasakan kader, alumni pengurus dan masyarakat atas situasi politik saat ini,” ujarnya.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*