Hidupkan Kembali Gotong Royong, PMKRI Pematangsiantar Gelar Pengabdian Masyarakat ke Desa

Hidupkan Kembali Gotong Royong, PMKRI Pematangsiantar Gelar Pengabdian Masyarakat ke Desa. Pengabdian Masyarakat dilaksanakan di Desa Nagur Negeri Dolok, Kecamatan Panribuan, Kabupaten Simalungun, sejak Sabtu 08 Februari 2020 hingga 22 Februari 2020. Kegiatan ini adalah Program Kerja dari Presidium Gerakan Kemasyarakatan (PGK) PMKRI Cabang Pematangsiantar.
Hidupkan Kembali Gotong Royong, PMKRI Pematangsiantar Gelar Pengabdian Masyarakat ke Desa. Pengabdian Masyarakat dilaksanakan di Desa Nagur Negeri Dolok, Kecamatan Panribuan, Kabupaten Simalungun, sejak Sabtu 08 Februari 2020 hingga 22 Februari 2020. Kegiatan ini adalah Program Kerja dari Presidium Gerakan Kemasyarakatan (PGK) PMKRI Cabang Pematangsiantar.

Wujud Gotong Royong yang selama ini didengung-dengungkan sudah kian minim. Kerjasama tanpa pamrih juga sudah sangat jarang di temui di masyarakat. Bahkan di masyarakat pedesaan sekali pun, gotong royong itu perlahan tertinggalkan.

Masyarakat menyambut baik upaya menghidupkan dan merealisasikan kembali semangat gotong royong, dengan turun ke desa-desa, dan membantu masyarakat.

Meski tak memakan waktu lama, inisiasi menggalakkan kembali semangat gotong royong itu sangat bermanfaat, untuk menghidupkannya kembali di masyarakat.

Para mahasiswa yang tergabung dalam Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia Cabang Pematangsiantar Santo Fransiskus dari Asisis (PMKRI Cabang Pematangsiantar) menggelar aksi turun ke desa dan menghidupkan kembali semangat gotong royong.

Kegiatan yang dilakukan dalam bentuk Pengabdian Masyarakat di Desa Nagur Negeri Dolok, Kecamatan Panribuan, Kabupaten Simalungun, digelar sejak Sabtu 08 Februari 2020 hingga 22 Februari 2020.

Turun ke desa melakukan pengabdian ini sebagai inisiasi Program Kerja dari Presidium Gerakan Kemasyarakatan (PGK) PMKRI Cabang Pematangsiantar.

Koordinator Tim Kerja, Kristen Edi Sidauruk, dengan didampingi anggota timnya, Lizbeth Butar-butar sebagai Sekretaris dan Jonathan Siregar sebagai Bendahara, memimpin kegiatan di SD Negeri 085238 Nagur dan SMP Negeri 3 Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun.

“Kegiatan berlangsung selama 2 minggu. Selain mengajar di sekolah, kegiatan juga diisi dengan Bakti Sosial bersama masyarakat. Mengadakan les sore atau pelajaran tambahan di Posko Pengabdian, bagi anak didik. Dan mengunjungi Gereja ataupun beribadah,” tutur Kristen Edi Sidauruk, Kamis (13/02/2020).

Pengabdian Masyarakat ini bertemakan Melangkah Bersama Masyarakat Untuk Perubahan Besar. Artinya, kerjasama merupakan salah satu dasar jika ingin melakukan suatu perubahan.

“Mengingat juga masyarakat merupakan objek terpenting dalam bernegara dan berbangsa,” ujarnya.

Dengan kegiatan itu, Kristen Edi Sidauruk berharap ada dampak positif bagi masyarakat. “Para peserta dan relaean yang adalah mahasiswa berlatarbelakang Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), sangat antusias. Selain mempergunakan waktu libur dengan bermanfaat dan berguna bagi masyarakat, kami berharap kegiatan ini dapat membangkitkan kembali semangat gotong royong di masyarakat,” tuturnya.

Sebagian besar mahasiswa yang turun ke desa itu memang anggota dan kader PMKRI Cabang Pematangsiantar yang sedang mengisi waktu libur semester ganjil. Selama ini mereka mengikuti studi di Kota Pematangsiantar, sekaligus sebagai basis organisasi.

“Kegiatan ini merupakan suatu kegiatan yang sangat bermanfaat untuk pengembangan diri bagi kawan-kawan mahasiswa. Terutama bagi  mahasiswa yang background-Nya FKIP, karena langsung berhadapan dengan siswa di Sekolah,” kata Kristen Edi Sidauruk.

Setelah membantu Guru mengajar di Sekolah, mahasiswa membuka les tambahan bagi siswa yang ingin mengerjakan tugas ataupun memperdalam ilmunya di posko pengabdian.

Salah seorang relawan Alfonsius Purba mengatakan, kegiatan seperti ini merupakan salah satu wujud implementasi Tri Darma Perguruan Tinggi yaitu, Pengabdian.

Dia berharap kegiatan seperti ini hendaknya bisa dilaksanakan rutin. “Karena kegiatan ini berkenaan langsung dengan masyarakat dan mengajarkan kita tentang Gotong Royong yang merupakan ciri khas sosial Masyarakat Indonesia,” ujar Alfonsius.

Sambutan masyarakat desa cukup antusias. “Kepala Desa atau Pangulu Nagori Negeri Dolok, Carter Purba dan masyarakat yang menerima kami dengan sangat terbuka,” ujarnya.(JR)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*