Breaking News

Hentikan Program Beasiswa, Perusahaan AMNT Khianati Bumi Putra Sumbawa

Hentikan Program Beasiswa, Perusahaan AMNT Khianati Bumi Putra Sumbawa.

Perusahaan-perusahaan multinasional yang mencabut dan menghentikan program bewasiswa bagi anak-anak putra derah tempat perusahaan tersebut beroperasi adalah pengkhianat.

Seperti yang terjadi di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).  Pihak PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) yang beroperasi di wilayah itu menghentikan program beasiswa bagi anak-anak bumi putra di wilayah itu.

Ketua Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa (IKPM) Jakarta Raya yang berasal dari Kabupaten Sumbawa Barat, Mulya Ramadhan Fitra mengatakan, perusahaan AMNT adalah perusahaan tambang terbesar di Indonesia bahkan di dunia. Menejemen tambang terbesar PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) telah beralih pengelolaan dari ke PT AMNT.

Namun, perusahaan itu kembali berulah, setelah sebelumnya pihak AMNT belum memberikan hak seorang pengusaha Surabaya atas pembelian scrap tersebut senilai miliaran rupiah sejak tahun 2015, kini perusahaan menyetop program beasiswa bagi anak-anak Sumbawa Barat.

“Itu perusahaan pengkhianat. Bagaimana tidak, kini beasiswa untuk para mahasiswa yang berasal dari Kabupaten Sumbawa Barat disetop sepihak oleh menejemen,” tutur Mulya Ramadhan, dalam keterangannya, Senin (19/11/2018).

Dia menegaskan, penyetopan tersebut janggal dan sangat tragis bagi anak-anak bumi putra. “Itu sulit di terima oleh dunia pendidikan di Sumbawa Barat. Itu menjadi hadiah terburuk dalam 15 Tahun pemerintah di Kabupaten Sumbawa Barat,” ujar Mulya.

Padahal, lanjut dia, hingga saat ini para anak didik dan mahasiswa yang berasal dari Kabupaten Sumbawa Barat sangat membutuhkan program beasiswa itu. “Itu sudah lama digulirkan bagi anak-anak putra daerah. Itu diberikan oleh PT Newmont Nusa Tenggara. Kami sangat membutuhkan beasiswa itu,” ujar Mulya.

Perlu ditegaskan, lanjut Mulya, pemberian beasiswa itu merupakan bagian dari kebijakan Corporate Social Responsibility (CSR) yang diberikan kepada dunia pendidikan. Namun setelah peralihan menejemen, bantuan untuk para mahasiwa tersebut diberhentikan.

“Ini yang menjadi atensi khusus. Seharusnya Bupati Sumbawa Barat (KSB) dan Gubernur NTB yang selama ini kita dengar gembar gembor tentang beasiswa-beasiswa para mahasiswa ke Luar Negeri, mestinya Gubernur NTB menoleh kepada lokal KSB dan lokal NTB sendiri,” tuturnya.

Dia pun meminta kepada Gubernur NTB Zulkieflimanyah, sebagai seorang yang berasal dari Pulau Sumbawa, agar bersama-sama DPRD NTB menegur dan memanggil pihak PT AMNT.

“Harus ada teguran atau harus ada satu hal yang dilakukan oleh Gubernur NTB untuk segera memanggil PT AMNT itu. Saya kira ini harus menjadi perhatan kita bersama. DPRD KSB dan DPRD NTB harus bersuara untuk konteks ini, sehingga kita tidak mengalami satu fase yang merugikan daerah dari sisi dunia pendidikan,” ujarnya.

Sementara Pihak Humas PT AMNT belum memberikan komentar apapun soal kondisi yang ada. “Kami mencoba menghubungi beberapa kali via whatsaap miliknya tidak direspon hanya di-read saja,” ujarnya.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*