Hentikan Penggalangan Dana Dari Masyarakat, Pimpinan MPR Pakai Saja Dana Sosialisasi Empat Pilar Tangani Pandemi Covid-19

Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Senator Angelius Wake Kako: Hentikan Saja Penggalangan Dana Dari Masyarakat, Pimpinan MPR Bisa Pakai Dana Sosialisasi Empat Pilar Tangani Pandemi Covid-19.
Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Senator Angelius Wake Kako: Hentikan Saja Penggalangan Dana Dari Masyarakat, Pimpinan MPR Bisa Pakai Dana Sosialisasi Empat Pilar Tangani Pandemi Covid-19.

Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Senator Angelius Wake Kako mendorong pimpinan MPR RI agar menghentikan penggalangan bantuan sosial melalui platform Kitabisa.com yang hingga saat ini menuai protes dari rakyat.

Angelius Wake Kako mengusulkan untuk mempergunakan dana sosialisasi Empat Pilar dijadikan program bantuan MPR yang lebih menyentuh pada kebutuhan masyarakat Indonesia saat ini.

Menurut Angelo, demikian Angelius biasa disapa, selama ini MPR cukup gencar melaksanakan sosialisasi 4 Pilar. Dalam bentuk ceramah, diskusi, seminar yang semuanya teoritis.

Masa pandemi Covid-19 ini, hendaknya dijadikan sebagai kesempatan untuk MPR sebagai Rumah Kebangsaan Republik Indonesia untuk mempraktikkan Empat Pilar. Melalui gotong royong yang nyata, dengan menggelontorkan bantuan langsung kepada masyarakat melalui sembako, ataupun alat kesehatan (alkes) yang dibutuhkan.

“Selama ini semua anggota MPR bergerak secara pribadi, saatnya kita bergerak secara kelembagaan. Daripada selama ini kita berteori, dalam ruangan soal Empt Pilar, sementara nyata di depan mata kita masyarakat sedang susah. Apa sulitnya kita dorong anggaran sosialisasi 4 Pilar ke dalam bentuk yang lebih aplikatif, sebagai manifestasi nyata dari semangat empat pilar yang kita dengungkan selama ini,” tutur Senator Dapil NTT ini, Jumat (08/05/2020).

Lebih lanjut, Angelo menambahkan, disaat seperti ini, tidak memungkinkan anggota MPR melakukan sosialisasi. Semua anggota secara pribadi-pribadi sudah bergerak membantu masyarakat selama ini.

“Kita butuh kebijakan lembaga, agar lebih banyak lagi masyarakat yang dapat dijangkau dengan pengalihan program sosialisasi. Yang seperti selama ini ke program yang lebih aplikatif menyentuh sendi-sendi kebutuhan rakyat,” tuturnya.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan