Hentikan Berolok-olok, Sejumlah BEM Kampus Swasta Tantang Mahasiswa BEM UI Selesaikan Persoalan Pandemi

Hentikan Berolok-olok, Sejumlah BEM Kampus Swasta Tantang Mahasiswa BEM UI Selesaikan Persoalan Pandemi

- in DAERAH, NASIONAL, POLITIK
758
11
Hentikan Berolok-olok, Sejumlah BEM Kampus Swasta Tantang Mahasiswa BEM UI Selesaikan Persoalan Pandemi. - Foto: Konperensi Pers mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Sejabodetabek, di Jakarta, Rabu (30/06/2021).(Ist)Hentikan Berolok-olok, Sejumlah BEM Kampus Swasta Tantang Mahasiswa BEM UI Selesaikan Persoalan Pandemi. - Foto: Konperensi Pers mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Sejabodetabek, di Jakarta, Rabu (30/06/2021).(Ist)

Sejumlah mahasiswa yang mengaku sebagai Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari sejumlah Kampus Swasta di Jabodetabek, menantang para mahasiswa yang tergabung di Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), untuk bergerak melakukan langkah-langkah konkret, agar keluar dari lilitan berbagai persoalan akibat pandemi Covid-19. 

Dalam rilis yang diterima, 10 kampus swasta yang menamakan dirinya sebagai Badan Eksekutif Mahasiswa Sejabodetabek (BEM Sejabodetabek) menyebut, BEM UI sangat eksklusif dan hanya mampu berolok-olok terhadap Pemerintahan, khususnya Presiden Joko Widodo. 

Budi Rahmansyah, yang didapuk sebagai Koordinator BEM Sejabodetabek itu mengatakan, mereka menggelar konperensi pers, di sebuah cafe di Jakarta. Dan menyebut, banyak sikap BEM UI yang tidak mewakili perasaan mahasiswa Indonesia. 

“Politik mahasiswa adalah politik pengabdian. Bukan olok-olok. Saat ini, yang kami rasakan, dan banyak dari keluarga mahasiswa yang berduka karena keluarga mereka banyak yang sakit, bahkan meninggal dunia karena Covid. Lalu, BEM UI tanpa pernah mengetahui perasaan kita, mengambil kesempatan politis di saat sulit,” ujar Budi Rahmansyah, Rabu (30/06/2021). 

Budi Rahmansyah merinci, paling tidak, ada 10 BEM dari kampus swasta yang tergabung dalam BEM Sejabodetabek, yang mengecam cara-cara yang dilakukan BEM UI karena menyebut Presiden Joko Widodo sebagai The King of Lips Service. 

Kesepuluh Kampus Swasta yang menyatakan diri sebagai BEM Sejabodetabek itu adalah BEM Indonesia Banking School, BEM STMIK Jayakarta, BEM STAI Al Aqidah, BEM Universitas Islam Jakarta, BEM STMIK Mercusuar, BEM Universitas Ibnu Chaldun, BEM STIAKIN Sekolah Ilmu Administrasi Kawula Indonesia, BEM Universitas Azzahra, Universitas Bhayangkara, dan BEM STMIK Pranata Indonesia. 

Mereka mengatakan, pergerakan BEM UI sangat eksklusif. Dengan tidak pernah memperhatikan perasaan rakyat miskin yang sebenarnya. 

Budi dan kelompoknya juga menyatakan, kebutuhan rakyat miskin saat ini adalah bisa segera keluar dari situasi krisis karena Covid-19. 

“Tidak ada korelasinya mengolok-olok Presiden dan perubahan keadaan krisis saat ini. Apakah dengan BEM UI mengolok-olok Pak Jokowi lantas Covid langsung hilang dan krisis langsung selesai?” tantang Budi. 

Budi beranggapan, saat ini empati adalah respon yang benar dengan kondisi di saat lonjakan pasien Covid-19 sedang melejit. 

Dia mengatakan, BEM UI tidak mengerti dan tidak bisa bersikap empati, karena diduga sudah disusupi oleh kelompok kepentingan politik tertentu. 

“Arah gerakan mereka sudah tidak seusai dengan doktrin gerakan mahasiswa yang kita kenal dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” lanjutnya. 

Model yang diperlihatkan BEM UI, katanya lagi, diduga lebih ke arah gerakan politik praktis. Mengambil alih kekuasaan dengan mengolok-olok Kepala Negara. “Dengan tujuan mengajak untuk membenci Presiden dengan cara olok-olok,” kata Budi. 

Politik mahasiswa adalah politik Tri Dharma. Membangun Bangsa Negara dengan pengabdian, ketulusan dan kecintaan. Menurut Budi, apa yang dilakukan BEM UI lebih ke arah membangun kebencian. 

“Bagaimana pun mengolok-olok akan selalu melahirkan kebencian. Tidak ada cinta kasih dan pengabdian di balik olok-olok,” ujar Budi.(Red) 

11 Comments

  1. BEM Sejabodetabek lebih bijak, lebih dewasa dan LEBIH merakyat ketimbang oknum-oknum penyalah-guna nama UI yg notabene yang uang kuliahnya sebagian ditanggung oleh rakyat. Shame on you, so-called BEM UI.

  2. Mantaf..dan bersuaralah wahai para mahasiswa dari relung-relung hati.Sampaikan pendapat walau pun getir dan pahit..yg jauh di lubuk masyarakat.

  3. Mahasiswa yang sayang kepada rakyat dan bertindak untuk kepentingan rakyat bukan kepentungan kelompok tertentu mantap brother teruskan suara kebenaran ini.

  4. Mahasiswa kyk gitu, Kok bisa yaa terpilih jadi pengurus BEM UI ?

  5. Pingback: BEM Kampus Swasta Se-Jabotabek Sebut BEM UI Berpolitik Kebencian Karena Disusupi Kelompok Politik Tertentu,

  6. Pingback: BEM Kampus Swasta Se-Jabotabek Sebut BEM UI Berpolitik Kebencian dan Disusupi Kelompok Politik Tertentu,

  7. Masyarakat Ilmiah kok bingung iden titas. Bermain politik tapi mengintimidasi pemerintah. Harusnya membantu pemerintah menyelesaikan kemelut pandemi yang yang dialami bangsa, bukan cari jabatan dalam pemerintah, mentang2 Haters nya lagi banyak. Mahasiswa harus bawa negara ini menjadi adem bukan kaya BEM UU

  8. Bem swasta yang sudah hilang rasa kritis wkwkwkwk.. BuzzerRp

    1. kritis bukan berarti menghina atau merendahkan … apa sudah tidak tahu perbedaan menghina dan mengkritisi ?? hmmm …… tidak ada yang melarang utk mengkritik walau sekeras apapun tapi tidak dengan menghina atau merendahkan orang lain … gitu aja kok tidak paham …

  9. Pingback: BEM Swasta Tantang BEM UI Selesaikan Masalah Pandemi – Redaksi Indonesia – Jernih, Tajam, Mencerahkan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Penyelesaian Kasus Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu Jalan di Tempat, Presiden Jokowi Didesak Tindak Tegas Keterlibatan Oknum Aparatnya

Hingga kini, penuntasan kasus-kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia