Hengkang dari PKS, Bentuk Ormas Garbi, Anis Matta Persiapkan Partai Politik Baru

Hengkang dari PKS, Bentuk Ormas Garbi, Anis Matta Persiapkan Partai Politik Baru
Hengkang dari PKS, Bentuk Ormas Garbi, Anis Matta Persiapkan Partai Politik Baru.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta tengah mempersiapkan sekoci baru untuk bertarung di pentas politik.

Dimulai dari Pembentukan Organisasi Masyarakat yang diberi nama Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi), Anis Matta dan kawan-kawannya tak lama lagi akan mendeklarasikan lahirnya sebuah partai politik baru.




Sekretaris The Future Institute (TFI), Abdullah Amas menyampaikan, Garbi sangat berpotensi sebagai gerbong politik baru, yang merupakan sempalan PKS.

“Garbi berpotensi menjadi Parpol baru, misal, nama partainya adalah Partai Arah Baru atau Partai Kebangsaan. Ini bisa menjadi signifikan mendulang suara, karena di lingkaran Anis Matta adalah para mantan anggota dewan dari PKS, yang mendapat suara signifikan di masyarakat,” tutur Abdullah Amas, Senin (27/05/2019).

Abdullah Amas mengatakan, beberapa politisi PKS yang akan bergabung adalah para loyalis Anis Matta di PKS seperti Mahfudz sidiq, Tamsil Linrung, mantan Ketua PKS DKI Jakarta Triwicaksana, Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah, Wakil Gubernur Kalimantan Timur Hadi.




“Dan beberapa kader PKS yang menjadi bupati, yang dekat dengan Anis Matta, serta beberapa anggota DPD RI atau senator daerah terpilih yang dekat dengan Anis Matta,” ujar Abdullah Amas.

Organisasi masyarakat Gerakan Arah Baru Indonesia atau membuka peluang untuk menjadi partai politik.

“Peluang menjadi partai itu terbuka, tapi sekarang fokus dulu mengembangkan ide dan melihat respon masyarakat,” kata Pendiri Garbi, Anis Matta, di Samarinda, Sabtu (25/05/2019).




Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menjelaskan, potensi Garbi berkembang pesat terbuka lebar. Apalagi Wakil Gubernur Kalimantan Timur Hadi Mulyadi menjadi Dewan Pembina organisasi ini.

Anis berharap, ide-ide Garbi dapat terlaksana di era Hadi Mulyadi, salah satu tokoh PKS di Kalimantan Timur.

Bersama Isran Noor, Hadi Mulyadi diusung partai Gerindra, PAN, dan PKS saat mencalonkan diri mejadi Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur.




Saat ditanya awak media, Hadi bersyukur dengan apresiasi masyarakat Kaltim terhadap Garbi. Hadi mengatakan lebih memilih Garbi dengan alasan organisasi ini plural dan nasionalis.

Terkait hubungan dengan PKS, Hadi menegaskan siap menerima konsekuensi dengan jabatan yang ia jalankan di Garbi.

“Saya diusung PKS, transaksi saya dengan PKS selesai. Saya bagian dari pendiri PKS, semua hak dan kewajiban saya dengan PKS semua sudah saya jalankan,” kata Hadi.




Saat ini, Hadi masih menjabat sebagai Dewan Syuro PKS Kalimantan Timur. Jika memang akan dicopot dari jabatannya di PKS, seperti sejumlah  kader yang masuk ke Garbi, Hadi mengaku siap. Bagi Hadi, hak PKS untuk menilai langkahnya.

Bahkan, Hadi sangat mendukung Garbi menjadi partai, dengan catatan sejumlah syarat dapat terpenuhi.

“Ini adalah Ormas, menggalang massa untuk bisa bekerja lebih baik,” kata Hadi.(JR)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*