Breaking News

Hati-Hati, Garuda Indonesia Diambang Kebangkrutan!

Terjadi mis-management, Garuda Indonesia diambang bangkrut.

Omset maskapai penerbangan milik Indonesia, Garuda Indonesia Airlines nyungsep. Perusahaan penerbangan milik Negara itu terancam bangkrut, dikarenakan mis-management alias salah urus.

 

Jika tidak ingin mengalami kebangkrutan, disarankan agar maskapai penerbangan nomor 1 di Indonesia itu segera mengganti pilot in command-nya.

 

Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu Arief Poyuono menyampaikan, dalam tahun berjalan ini, PT Garuda Indonesia Tbk mengalami penurunan bahkan ancam bangkrut menghantui perusahaan penerbangan pelat merah itu.

 

Salah satu indikator utama penurunan, kata Arief, yakni menurunnya omset Garuda Indonesia di triwulan II-16, yang mengalami kerugian mencapai 63.190,972 dolar amerika.

 

Hal ini dihitung dari pendapatan usaha sebesar 1,764,003,595 dolar amerika, sementara beban usaha sebesar 1,812,934,041 dolar amerika.

 

“Tentu saja ini akan menambah beban Kementerian BUMN untuk bertindak dalam meyelamatkan Garuda Indonesia jika terus omsetnya menurun dan terus-terusan merugi,” ujar Arief, di Jakarta, Jumat (9/9/2016).

 

Tidak bisa dipungkiri, lanjut dia, bahwa airlines business bukanlah hal yang mudah untuk dimanajemeni, karena bisnis ini adalah high cost low profit. Apalagi, dinegara yang kurs mata uangnya terhadap Dolar Amerika tidak stabil, seperti di Indonesia.

 

Hal itu terjadi, menurut Arief Poyuono, dikarenakan airlines business di Indonesia sangat sensitif dengan volalitas nilai tukar kurs rupiah terhadap dolar amerika dan harga minyak dunia, sebab dari seluruh biaya operasional airlines di Indonesia, mulai dari sewa dan kredit  pesawatnya, kebutuhan maintenance, repair-nya, spare part pesawatnya, gaji crew-nya serta pembayaran polis asuransinya, semua dihitung dengan kurs dolar amerika, sementara produk jasa penerbangan domestiknya dijual dengan nilai rupiah.

 

“Nah, kalau melihat seperti kinerja Garuda saat ini, tentu ini lebih banyak disebabkan oleh mis-management ditingkatan Direksi Garuda Indonesia, yang tidak mampu mengurus Garuda itu sendiri,” ujar dia.

 

Tidak bisa juga dipungkiri, kata dia, bahwa saat ini kinerja manajemen Garuda Indonesia sangat buruk, yang juga diakibatkan oleh hubungan dengan pelemahan ekonomi dunia dan domestik, serta mengakibatkan penurunan omset Garuda.

 

“Akibat, menurunnya jumlah penumpang domestik dan international yang mengunakan Garuda Indonesia, serta banyak penumpang Garuda yang berpindah pilihan mengunakan penerbangan berbasis budget air atau low cost carrier atas dasar harga tiket yang lebih murah dan bisa sampai tujuan,” ujar Arief.

 

Meski begitu, lanjut dia, bukan berarti omset penjualan Garuda harus turun di dua situasi itu, asalkan Direksi Garuda yang saat ini punya kemampuan  inovasi dan bisa menciptakan discipline dalam hal efisiensi cost operasional, serta menciptakan semangat  atau motivasi para pekerjanya untuk menciptakan produk yang menarik dan memiliki realibility serta on time performance yang tinggi.

 

“Serta, perlunya manajeen Garuda Indonesia untuk melakukan negosiasi terkait hutang Garuda kepada kreditor yang sangat banyak di luar negeri, agar operasional Garuda Indonesia tidak terganggu nantinya,” ujar Arief.

 

Dengan keadaan ekonomi yang melemah dan daya beli masyarakat yang turun saat ini, Garuda harus bisa menciptakan produk baru yang terjangkau oleh  masyarakat penguna jasa penerbangan, salah satunya dengan melakukan mix produk antara penerbangan berbasis premier dan budget air.

 

“Nah, kalau Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu melihat kinerja Garuda Indonesia ini, ya kami menyarankan pada Meneg BUMN agar segera saja menganti Pilot in Command dan Copilot yang memimpin Garuda Indonesia. Karena, kami pesimis dengan jajaran Direksi yang sekarang ini akan bisa menghindari ancaman Financial Crash terhadap Garuda Indonesia yang bisa menuju ancaman kebangkrutan,” ujarnya.

 

Jika sudah begitu, menurut Arief, pada akhirnya Garuda Indonesia pun harus disuntik lagi dengan Penyertaan Modal Negara (PMN). “Masa begitu lagi. Segera selamatkan Garuda Indonesia yang merupakan Flag Carrier kebanggaan kita semua,” pungkasnya.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*