Hakim Putus Si Pemalsu Surat, Rudy Kurniawan 1 Tahun 8 Bulan

Sidang lanjutan kasus dugaan pemalsuan dengan terdakwa Rudy Kurniawan Sukolo Budiman alias Rudy kembali digelar dengan agenda pembacaan putusan majelis hakim.

Ketua majelis hakim yang dipimpin Desbeneri Sinaga dalam amar putusannya menyatakan, terdakwa Rudy Kurniawan Sukolo Budiman telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan melanggar hukum yang diatur dalam Pasal 263 ayat (2) KUHP.

“Menjatuhkan pidana selama satu tahun delapan bulan dan memerintahkan terdakwa tetap ditahan,” kata Desbeneri Sinaga didampingi hakim anggota Robet Limbong dan Endah di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (16/01/2020).

Putusan ini jauh lebih ringan dari tuntutan penuntut umum Santoso yang meminta majelis hakim untuk menghukum terdakwa Rudi selama 3 tahun penjara.

Atas vonis tersebut jaksa Santoso kontan mengajukan upaya hukum banding terhadap putusan majelis hakim. “Saya banding pak hakim,” katanya.

Dalam requisitornya, jaksa Santoso menyatakan, Rudy dinyatakan tidak terbukti melanggar dakwaan pertama Primair, Pasal 266 ayat (1) KUHP namun terbukti pada dakwaan kedua Subsidair yakni Pasal 266 ayat (2) KUHP.

“Berdasarkan pemerikasaan dan keterangan dari para saksi, yang diperiksa dalam perkara ini, Rudy Kurniawan Sukolo, tidak terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam dakwaan pertama, Pasal 266 KUHP,” kata Santoso.

Lebih lanjut Santoso menyatakan, Terdakwa Rudy Kurniawan telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan, melanggar hukum yang diatur dalam dakwaan ke dua yang diatur dengan Pasal 263 ayat (2) KUHP.

“Menuntut pidana selama 3 tahun penjara kepada terdakwa Rudy Kurniawan Sukolo Budiman karena telah terbukti secara sah melalukan perbuatan yang diatur dalam dakwaan Pasal 263 ayat (2) KUHP,” ujar Santoso.

Perkara ini berawal dari, Rudy Kurniawan Sukolo Budiman, dilaporkan Jong Andrew lantaran telah memalsukan tandatangan untuk perpanjangan kredit di Bank Multiartha Sentosa (MaS) Jakarta.

Lebih lanjut saksi korban Jong Andrew menjelaskan, dia sudah memperingatkan kepada Rudy agar tidak memperpanjang kredit tersebut. Sebab yang menjadi agunan adalah rumah tingal milik Jong Andrew.

Namun tanpa sepengetahuan Jong Andrew, Rudy tetap mengajukan perpanjangan kredit. Tak hanya itu, Rudy juga diduga memalsukan tandatangan Jong Andrew. Akibatnya Rudy berhasil mendapatkan kredit dari Bank MaS sebesar Rp 4 miliar.

Seusai persidangan Jong Adrew merasa kecewa dengan putusan majelis hakim yang mevonis Rudy lebih rendah dari tuntutan penuntut umum.

“Saya kecewa dengan putusan majelis hakim yang lebih rendah dari tuntutan jaksa. Namun saya akan mengawal proses berikutnya hingga inkrah,” tutup Jong Andrew.(Richard/Dolly)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan