Hadapi Wabah Virus Corona, Para Konglomerat Indonesia Diminta Bantu

Miliarder Negara Lain Nyumbang

Hadapi Wabah Virus Corona, Miliarder Negara Lain Nyumbang, Para Konglomerat Indonesia Diminta Bantu. Ketua Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia Provinsi DKI Jakarta (DPD GAMKI DKI Jakarta), Jhon Roy P Siregar: Serangan Virus Corona menguji jiwa Nasionalisme dan kepedulian para konglomerat Indonesia. Di Negara lain, para konglomeratnya berjibaku dan menyumbang penanganan virus corona. Bagaimana dengan Indonesia?
Hadapi Wabah Virus Corona, Miliarder Negara Lain Nyumbang, Para Konglomerat Indonesia Diminta Bantu. Ketua Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia Provinsi DKI Jakarta (DPD GAMKI DKI Jakarta), Jhon Roy P Siregar: Serangan Virus Corona menguji jiwa Nasionalisme dan kepedulian para konglomerat Indonesia. Di Negara lain, para konglomeratnya berjibaku dan menyumbang penanganan virus corona. Bagaimana dengan Indonesia?

Serangan Virus Corona menguji jiwa Nasionalisme dan kepedulian para konglomerat Indonesia. Di Negara lain, para konglomeratnya berjibaku dan menyumbang penanganan virus corona. Di Indonesia, para orang kayanya tak tahu entah sudah melarikan diri kemana.

Hingga saat ini, Indonesia masih dirundung kesulitan luar biasa dalam mengatasi persoalan wabah berbahaya yang berasal dari Wuhan, China, Covid-19 atau Virus Corona.

Tiap hari, para penderita atau pengidap virus mematikan ini terus bertambah jumlahnya. Namun, himbauan Pemerintah agar bersatu padu mengatasi dan saling menopang mengatasi persoalan ini, belumlah terjadi di Indonesia.

Jika di Negara lain, para miliarder atau para konglomeratnya yang kaya raya mau turun tangan, mendonasikan sebagian harta bendanya untuk dipergunakan mengatasi penyebaran virus corona, di Indonesia, hal seperti itu tidaklah terjadi.

Salah seorang Petugas Posko Corona Crisis Centre Pemuda Indonesia, yang juga Ketua Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia Provinsi DKI Jakarta (DPD GAMKI DKI Jakarta), Jhon Roy P Siregar menuturkan, untuk mendapatkan masker, hand sanitizer dan berbagai kebutuhan yang sangat diperlukan bagi penanganan dan pencegahan penyebaran virus corona di Jakarta saja sangat langka.

Itu menandakan, solidaritas, kepedulian dan saling menopang seluruh elemen masyarakat, sangat rendah. Bahkan, lanjut mantan fungsionaris Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI) ini, jika melihat Negara-negara lain, seperti Italia, seluruh warga negaranya, terutama para konglomeratnya, turun dan peduli. Mendonasikan dan membantu penanganan virus corona di Negara itu.

“Di Negara kita, Indonesia ini, hal itu belum ditemukan. Kepedulian dan menanggung penderitaan bersama oleh seluruh elemen masyarakat, itu tidak terjadi lagi. Terutama, para konglomerat Indonesia, orang-orang kaya raya di Indonesia, belum terlihat nyata kepeduliannya,”tutur Jhon Roy P Siregar, di Jakarta, Rabu (25/03/2020).

Jhon Roy P Siregar yang juga Ketua Bidang Advokasi dan Politik Dewan Pimpinan Pusat Serikat Rakyat Indonesia (DPP Serindo) ini menilai, wabah virus corona yang melanda Indonesia ini sebagai salah satu ujian nasionalisme Indonesia.

Kepedulian para orang kaya raya Indonesia, kaum konglomerat, pejabat kaya raya, politisi kaya raya, akan dilihat dari sejauh mana sikap dan kepeduliannya terhadap masyarakat Indonesia, di masa-masa menghadapi wabah virus corona ini.

“Sekaligus, ini ujian bersama. Apakah para konglomerat Indonesia memiliki Nasionalisme yang tinggi bagi Bangsa dan Masyarakat Indonesia? Sejauh mana mereka juga mau peduli dan membantu menangani persoalan ini,”ujar Siregar.

Padahal, lanjut pria yang berprofesi sebagai Jurnalis di salah satu media nasional itu, tidak sedikit orang-orang kaya di Indonesia. Yang mencari makan di Indonesia. Berusaha dan malah menguasai sebagian besar harta kekayaan masyarakat Indonesia. Daftar para orang kaya Indonesia itu, termasuk para elit politik dan pejabat, bisa dilihat pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

“Kan, tidak sedikit juga pejabat Negara ini yang kaya raya. Para pejabat BUMN juga banyak. Gaji mereka aja bisa ratusan juta rupiah per bulan. Belum lagi aset dan harta kekayaan yang mereka miliki masih menumpuk. Ini kita tidak sedang menghitung kekayaan orang, tapi kepedulian bersama dan nasionalisme Indonesia saja yang kita lihat, sejauh mana mereka mau berkorban bagi bangsa dan Negara ini. Terutama di saat situasi seperti sekarang ini,”tutur Jhon Roy P Siregar.

Ketika ditanya, apakah ukuran dan siapa saja yang dimaksud sebagai orang-orang kaya di Indonesia? Jhon Roy P Siregar mengatakan, banyak informasi dan ukuran-ukuran yang sudah dipublis di berbagai media massa.

“Majalah Forbes yang terkenal itu saja sering merilis daftar orang kaya di Indonesia. Nama-nama dan jumlah prediksi kekayaan mereka juga lengkap. Tinggal dicek saja di berbagai media massa. Bertebaran tuh nama-nama konglomerat Indonesia,”ungkap Jhon Roy P Siregar.

Bagaimana pun, lanjutnya situasi dengan virus corona ini, sangat menghambat semua sektor kehidupan. Bahkan, kebutuhan dasar masyarakat pun akan kian sulit diperoleh. Oleh karena itu, dia menyatakan, butuh langkah dan kepedulian bersama, untuk segera mengatasi situasi yang sangat membuat Indonesia dan masyarakatnya menderita ini.

Senada dengan Jhon Roy P Siregar, Komandan Posko Corona Crisis Centre Pemuda Indonesia, Antoni Yudha Benusu mengatakan, hingga kini, sangat minim penyediaan alat-alat yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat kebanyakan dalam mengantisipasi penyebaran virus corona.

Terutama ketersediaan masker, hand sanitizer, alat pengukur suhu badan, vitamin dan lain sebagainya.

“Kita berharap, ada sinergisitas yang baik dengan berbagai pihak. Terutama kepedulian para the have atau orang berpunya, untuk membantu juga pemerintah dan masyarakat Indonesia,”tutur Antoni Yudha Benusu.

Dia mengatakan, hingga kini, pihaknya terus melakukan sosialisasi dan penanganan yang sedapat mungkin bisa dilakukan lewat Posko Corona Crisis Centre Pemuda Indonesia.

“Inisiastif bersama dan membantu pemerintah untuk bersama-sama mengatasi persoalan virus corona di Tanah Air perlu terus dilakukan,”ujar Antoni.

Posko Corona Crisis Centre Pemuda Indonesia sendiri digagas dan dibentuk oleh Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Cabang Jakarta (GMKI Jakarta), Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI), Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia Provinsi DKI Jakarta (DPD GAMKI DKI Jakarta) dan Barisan Serbaguna Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (Brisena DPP GAMKI).

Sebagaimana diberitakan, di Italian para miliardernya beramai-ramai melakukan donasi untuk penanggulangan virus corona atau Covid-19.

Hingga kini, Negara Italia masih menjadi negara dengan jumlah kasus kematian akibat virus corona terbanyak di dunia.

Hingga Senin (23/3/2020), jumlah pasien yang terkonfirmasi terinfeksi virus corona di Italaia mencapai 59.138 orang. Yakni dengan 5.475 kasus pasien meninggal dan 7.024 orang berhasil sembuh.

Sejak 9 Maret 2020 pun Italia sudah resmi menerapkan isolasi total atau lockdown negaranya. Beberapa industri berorientasi ekspor andalan Italia seperti produk fesyen mewah, serta manufaktur terdampak cukup parah akibat virus corona. Hal itu membuat aktivitas perekonomian praktis banyak yang terhenti setelah negara tersebut menerapkan lockdown.

Namun demikian, miliarder di Italia tak tinggal diam.Legenda feshen Italia Giorgio Armani misalnya, memberikan donasi sebesar 1,4 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 21 miliar (kurs: 15.000).

Sumbangan itu diberikannya untuk rumah sakit yang berada di Milan dan Roma Selain itu. Donasi tersebut digunakan pula untuk lembaga perlindungan sipil Italia yang menjadi koordinator pemerintah dalam menangani wabah virus corona.

Adapun raksasa perusahaan farmasi Italia Menarini yang dimiliki oleh miliarder Massimiliana Landini Aleotti dan keluarganya, mengubah sebagian pabrikanya di Florence sebagai produsen gel disinfektan untuk persediaan rumah sakit.

Secara keseluruhan, miliarder di Italia telah memberikan lebih dari 33 juta dollar AS atau setara dengan Rp 495 miliar.

Juga donasi untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit dan fasilitas layanan kesehatan lain sejak krisis melanda negeri itu Februari lalu.

“Yang paling mengkhawatirkan bagi saya adalah kebutuhan layanan kesehatan mendesak yang terjadi tak hanya di negeri ini. Tapi juga di negara lain di dunia,” ujar Armani kepada Forbes.

Saat ini masih terlalu awal untuk melihat dampak terhadap perekonomian dalam jangka panjang. Namun pasti akan sangat signifikan. Namun sejarah mengajarkan kesempatan baru akan muncul dari kondisi krisis yang paling dalam,” ujarnya.(Nando)

Contact Person Corona Crisis Centre Pemuda Indonesia:

Komandan Posko Corona Crisis Centre Pemuda Indonesia (CCC PI) Antoni Yudha Benusu: 0857-1182-4600

Ketua Barisan Serbaguna Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (Brisena DPP GAMKI) Martin Laurel Siahaan: +62 812-7645-135

Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Cabang Jakarta (GMKI Jakarta) Donni Gorga Manurung: +62 812-9608-0349

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia Provinsi DKI Jakarta (DPD GAMKI DKI Jakarta) Jhon Roy P Siregar: +62 812-1821-2734

Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia Provinsi DKI Jakarta (DPD GAMKI DKI Jakarta) Richard Manahan Saragi: +62 813-7644-8509

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*