Hadapi Perpindahan Ibukota Negara, Warga Jakarta Harus Berbenah, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, M Taufik: Struktur Baru Segera Dipersiapkan

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, M Taufik saat bertemu dan berdiskusi dengan jajaran pengurus Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPD GAMKI) Provinsi DKI Jakarta, di ruang pimpinan DPRD DKI Jakarta, Selasa (26/11/2019).
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, M Taufik saat bertemu dan berdiskusi dengan jajaran pengurus Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPD GAMKI) Provinsi DKI Jakarta, di ruang pimpinan DPRD DKI Jakarta, Selasa (26/11/2019).

Perpindahan Ibukota Negara dari Jakarta ke Kalimantan sangat mempengaruhi kehidupan Jakarta. Turbulensi dan goncangan sosial, pemerintahan maupun struktur masyarakat, pastinya akan terjadi di kota yang sudah berusia 492 tahun itu.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi DKI Jakarta, Muhammad Taufik mengatakan, mau tak mau semua struktur masyarakat, semua elemen kehidupan di Jakarta nantinya akan mengalami perubahan.

Yang paling cepat harus segera dibenahi nantinya, lanjut Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta ini, adalah struktur pemerintahan, tata cara pemilihan Kepala Daerah, terutama Walikota dan Bupati, serta partai-partai Politik di Jakarta.

Hal itu ditegaskan Mantan Ketua KPU Jakarta ini, saat bertemu dan berdiskusi dengan jajaran pengurus Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPD GAMKI) Provinsi DKI Jakarta, di ruang pimpinan DPRD DKI Jakarta, Selasa (26/11/2019).

“Imbas perpindahan Ibukota Negara dari Jakarta mempengaruhi semua elemen kehidupan pemerintahan, sosial dan struktur politik di Jakarta. Terutama, mengenai struktur pemerintahan. Sebab, selama ini, Jakarta sebagai Ibukota Negara dan Ibukota Pemerintahan, struktur Walikota itu tidak dipilih langsung. Kekhususan ini hilang begitu Jakarta tidak menjadi Ibukota Negara lagi,” terang M Taufik.

Karena itu, lanjut pria yang sudah dua periode menjadi Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Partai Gerindra ini, Jakarta harus segera berbenah dan mempersiapkan diri menghadapi perpindahan Ibukota Negara.

Nantinya, dengan perpindahan Ibukota Negara dari Jakarta, diprediksi Taufik, proses pemilihan Walikota dan Bupati di Wilayah Provinsi DKI Jakarta pun akan sama dengan daerah-daerah lainnya.

“Kita sedang mempersiapkan, apakah langsung melakukan pemilihan Walikota dengan cara pemilihan langsung atau bukan. Sebab, struktur ini sangat penting di Jakarta,” ujarnya.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPD GAMKI) Provinsi DKI Jakarta, Jhon Roy P Siregar menyampaikan, untuk perpindahan Ibukota Negara dari Jakarta ke Kalimantan, tidak akan banyak pengaruhnya ke pola dan struktur masyarakat Jakarta.

Sebab, selain sudah berusia ratusan tahun, di 2019 ini berusia 492 tahun, Jakarta sudah banyak mengalami asam garam, pahit getir dan bahkan turbulensi yang tidak mudah, sejak masa penjajahan kolonialisme di Tanah Air, hingga Indonesia Merdeka, sampai saat ini.

Daerah yang memiliki perjalanan sejarah panjang dan kuat seperti Jakarta, lanjutnya, sudah tidak akan banyak mengalami turbulensi.

“Nilai-nilai kehidupan yang sudah sangat mengakar di Jakarta, seperti Nasionalisme, pluralisme, rasionalisme, hubungan kekerabatan dari berbagai suku bangsa di Tanah Air, pendidikan yang maju, ikatan masyarakat yang begitu kuat dan sangat peduli, tidak akan tercerabut begitu saja. Itu modal besar, yang akan membuat Jakarta tetap akan maju sebagai Kota yang makin makmur ke depan. Itu tidak dimiliki daerah lain, termasuk daerah Ibukota Negara yang baru,” beber Jhon Roy P Siregar.

Menurut Jhon Roy P Siregar, bagi seluruh masyarakat Indonesia, dari berbagai penjuru, Jakarta ibarat Rumah Pertama. Kemana pun Ibukota Negara akan dipindahkan, masyarakat akan kembali ke rumahnya.

“Sebagai warga Jakarta, kita tidak perlu cemas dan tidak perlu khawatir dengan perpindahan Ibukota Negara,” ujarnya.

Meski begitu, lanjut Jhon Roy P Siregar, bukan karena akan pindah Ibukota Negara saja maka Jakarta harus berbenah. Setiap saat, Jakarta selalu melakukan pembenahan.

“Tetap berbenah, dan lebih dewasa menghadapi apapun yang akan terjadi ke depan. Saya kira, Jakartalah di Indonesia ini yang paling siap menghadapi segala situasi dan kondisi,” ujar Siregar.(JR/Nando)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan