Habitatnya Terancam, Mamalia Pesut Berusia 30 Tahun Terdampar di Sungai Kampar Pelalawan

Habitatnya Terancam, Mamalia Pesut Berusia 30 Tahun Terdampar di Sungai Kampar Pelalawan

- in DAERAH, NASIONAL
27
0
Habitatnya Terancam, Mamalia Pesut Berusia 30 Tahun Terdampar di Sungai Kampar Pelalawan.Habitatnya Terancam, Mamalia Pesut Berusia 30 Tahun Terdampar di Sungai Kampar Pelalawan.

Pelalawan, Sinarkeadilan.com – Seekor mamalia air tawar pesut atau lumba-lumba air tawar terdampar di Sungai Kampar, Pelalawan, Provinsi Riau.

Kehadiran pesut di Sungai Kampar itu sempat menghebohkan warga Desa Segati, yang berada di aliran Sungai Kampar, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan.

Bahkan, terdamparnya pesut tersebut viral lewat video yang tersebar di anggota masyarakat Riau, Senin (21/09/2020).

Seorang warga, Sudirman, menyampaikan pesut itu nyasar ke Sungai Kampar. Sehingga membuat heboh warga setempat. Pasalnya, Sungai Kampar yang sehari-hari menjadi tempat mencari ikan, dan Mandi, Cuci, Kakus (MCK) warga sekitar, tidak pernah menemukan pesut di sepanjang aliaran Sungai Kampar.

Sudirman pun mengabadikan kehadiran pesut itu lewat foto dan video. “Sudah dua hari nengok pesut di Sungai Segati. Info berawal dari nelayan sekitar yang menyebut ada pesut di sungai. Dari situ warga ramai melihat. Pesutnya agak liar karena banyak orang lihat,” tutur Sudirman.

Habitatnya Terancam, Mamalia Pesut Berusia 30 Tahun Terdampar di Sungai Kampar Pelalawan.
Habitatnya Terancam, Mamalia Pesut Berusia 30 Tahun Terdampar di Sungai Kampar Pelalawan.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Riau telah melakukan evakuasi terhadap hewan mamalia itu.

Kabid KSDA Wilayah I Riau, Andre Hansen Siregar membenarkan keberadaan ikan pesut tersebut.

“Sudah tiga hari dipantau. Sudah kita evakuasi ke Sungai Kampar. Tepatnya  di lokasi Istana Sayap Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan,” ujar Andre Hansen Siregar.

Andre Hansen Siregar mengatakan, pihak BKSDA melakukan evakuasi lewat jalur darat. Menurut Hansen, nelayan sekitar sungailah yang pertama kali melihat ikan pesut itu berkeliaran di sepanjang aliran Sungai Kampar, yang kemudian terdampar di Desa Segati.

“Masyarakat Kecamatan Pelalawan sering melihat gerombolan pesut di lokasi. Ada sekitar 7 ekor,” ujarnya.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Riau menangkap pesut itu dengan menggunakan jaring, dengan menaiki sampan warga. Kemudian, pesut dimasukkan ke dalam box. Selanjutnya dievakuasi dengan menggunakan mobil pick up menuju aliran Sungai Kuala Kampar.

Mamalia pesut itu diperkirakan berusia sekitar 30 tahun, berjenis kelamin jantan dengan panjang 2,20 cm.

Pesut atau dalam Bahasa Latinnya Orcaella brevirostris adalah jenis hewan mamalia yang sering disebut lumba-lumba air tawar. Lumba-lumba air tawar ini banyak dijumpai di perairan Sungai Kalimantan.

Keberadaan binatang mamalia tersebut telah berstatus terancam habitatnya. Karena adanya perubahan ekosistem ketahanan air pada suhu ketawarannya. Hewan pemangsa ikan kecil dan udang air tawar ini dapat dijumpai di pulau-pulau atau perairan muara.(Supriadi P/Jhonny M)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like