Breaking News

Golkar Sedang Stroke, Kaum Muda Harus Menyelamatkannya

Dialog Publik bertema Misi Golkar untuk Indonesia Maju, Adil dan Makmur. Dialog publik ini digelar oleh Forum Komunikasi Putra Putri Golongan Karya (FKPPG), di Winners Cafe, Jalan Cikini Raya Nomor 77, Jakarta Pusat, Rabu (07/08/2019). Dialog Publik bertema Misi Golkar untuk Indonesia Maju, Adil dan Makmur. Dialog publik ini digelar oleh Forum Komunikasi Putra Putri Golongan Karya (FKPPG), di Winners Cafe, Jalan Cikini Raya Nomor 77, Jakarta Pusat, Rabu (07/08/2019).

Kondisi Partai Golkar disamakan dengan sakit stroke. Kepemimpinan dan manajemen partai berlambang beringin itu dianggap sangat tidak representatif dan tidak mampu memberikan pengobatan yang efektif bagi partai yang pernah sangat berkuasa di masa lalu itu.

Hal itu ditegaskan Politisi Senior Partai Golkar dari Jakarta Timur, Rudy Darmawanto saat menjadi pembicara dalam dialog publik bertema Misi Golkar untuk Indonesia Maju, Adil dan Makmur. Dialog publik ini digelar oleh Forum Komunikasi Putra Putri Golongan Karya (FKPPG), di Winners Cafe, Jalan Cikini Raya Nomor 77, Jakarta Pusat, Rabu (07/08/2019).

“Saat ini Golkar mengalami stroke. Stroke ringan. Harusnya, DPP Golkar melakukan diagnosa yang tepat, dan memberikan obat yang pas, agar tidak terjadi stroke berat. Hindari stroke berkelanjutan, dan jangan sampai lewat. Nyatanya, DPP Golkar hari ini yang dipimpin Airlangga Hartarto tidak mampu, malah terjadi stroke berkelanjutan,” tutur Rudy Darmawanto.

Kepemimpinan di Partai Beringin saat ini, lanjut dia, menunjukkan kegagalan yang sangat massif sebagai partai politik. Selain perolehan suara di Pemilu 2019 yang drop, sejumlah kepengurusan di tingkat DPD I dan DPD II mengalami intimidasi pemecatan.

Ancaman pemecatan itu, menurut Rudy, adalah wujud dari paranoia dari DPP Golkar yang dipertontonkan oleh Ketua Umum DPP Golkar Airlangga Hartarto dan jajarannya.

“Ada dikotomi yang sangat nyata di tingkat DPP, DPD dan DPC. Seharusnya itu tidak terjadi. Jangan paranoid, jangan mengintimidasi pengurus dengan ancaman pemecatan. Sebab sesungguhnya yang gagal itu adalah DPP Golkar. Manajemen dan leadership yang sangat lemah,” urainya.

Diskusi itu dihadiri oleh para pembicara, yaitu politisi senior Partai Golkar yang juga anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dari Papua, Yoris Raweyai, Politisi Senior Jakarta Timur Rudy Darmawanto, Politisi Senior Golkar DKI Jakarta Andi Ruman, Direktur Eksekutif Indobarometer M Qodari, dengan moderator Khalid Zabidi dari Kabar Golkar.

Para pesertanya adalah kaum muda Golkar, ormas-ormas Golkar dan para kaum muda undangan dari berbagai organisasi.

Politisi Senior Partai Golkar Yoris Raweyai mengingatkan, partai Golkar adalah partai modern milik seluruh rakyat Indonesia.

Oleh karena itu, sangat diharamkan adanya dikotomi yang berbasis paranoia, intimidasi dan juga ketertutupan kepada anggota maupun juga pihak luar.

“Jangan jadikan Golkar sebagai partai miliki segelintir orang. Golkar adalah partai modern. Partainya rakyat. Partainya anak-anak muda juga. Semua harus memiliki dan berkonstribusi lewat Golkar,” tutur Yoris Raweyai.

Tokoh Papua ini menekankan, cara-cara yang kurang etis dan sangat menjatuhkan harga dan martabat Golkar telah dipertontokan oleh DPP Partai Golkar di bawah kepemimpinan Airlangga Hartarto.

Oleh karena itu, semua golongan, semua basis, baik yang memiliki hak suara, maupun yang belum memiliki hak suara di Golkar, hendaknya bersatu menyelamatkan Golkar.

“Golkar harus diselamatkan. Jangan biarkan jadi dinosaurus. Dinosaurus yang hanya diakui di masa lalu, yang pada generaasi berikutnya hanya dikenal di museum-museum dan cerita-cerita masa lalu. Itu tidak boleh terjadi. Golkar harus diselamatkan,” tutur Yoris.(JR/Nando/Richard)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*