Geram Dengan Ulah Ketua MK, Anak-Anak Muda Muhammadiyah Kirim Surat Minta Arief Hidayat Mundur

Geram Dengan Ulah Ketua MK, Anak-Anak Muda Muhammadiyah Kirim Surat Minta Arief Hidayat Mundur.

Sebagai kontrol dan pertanggung jawaban moral kepada masyarakat, anak-anak muda yang tergabung dalam Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) di bawah koordinasi Pimpinan Pusat Pemuda Muhammaditah (PP Muhammadiyah), Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM), dan Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM) menyurati Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) meminta agar Arief Hidayat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) segera mundur dari Ketua dan Hakim Mahkamah Konstitusi.

 

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM), Irfan menyampaikan, komunitas muda Muhammadiyah meminta Arief Hidayat mundur, pasalnya selama menjabat Ketua dan hakim Mahkamah Konstitusi dia telah dua kali melanggar Kode Etik Mahkamah Konstitusi.

 

“Kami mencatat sampai hari ini, Prof. Dr. Arief Hidayat, S.H., M.S telah diberikan peringatan oleh Dewan Etik Mahkamah Konstitusi bahwa telah melanggar Kode Etik ringan. Pertama, pada tahun 2016, Prof. Dr. Arief Hidayat, S.H., M.S membuat surat titipan atau katebelece kepada Jaksa Agung Muda Pengawasan Widyo Pramono untuk ‘membina’ kerabatnya. Kedua, pada tanggal 06 Desember 2017 Prof. Dr. AriefHidayat, S.H., M.S melakukan pelanggaran Kode Etik sebelum proses uji kelayakan dan kepatutan terkait pencalonannya kembali sebagai Hakim Konstitusi di Dewan Perwakilan Rakyat,” kata Irfan kepada wartawan, Jumat (26/01/2018).

 

Dia mengatakan, Mahkamah Konstitusi (MK) merupakan lembaga yang menjadi benteng pertama dan terakhir dalam menjaga konstitusi Indonesia. Karena hal-hal yang berkeputusan final dan mengikat lahir dari Mahkamah Konstitusi.

 

“Menjadi hal yang penting jika Mahkamah Konstitusi dijaga dan dirawat marwah dan integritasnya,” ujar Irfan.

 

Fungsionaris PP Pemuda Muhammadiyah Virgo juga menuturkan bahwa Arief Hidayat telah mencenderai marwah dan integritas lembaga Mahkamah Konstitusi.

 

“Sebagai seorang Ketua dan Hakim Mahkamah Konstitusi Arief Hidayat mengharuskan dirinya untuk tetap menjaga independensi dan terbebas dari kepentingan yang bersifat politik,” kata Virgo.

 

Menurut dia, Kode Etik yang dilanggar oleh Arief Hidayat dapat menghasilkan keputusan yang tidak independen dan cenderung diintervensi secara politik.

 

AMM meminta Ketua Mahkamah Konstitusi untuk mundur dengan melayangkan masing-masing Surat secara resmi dengan prilah pernyataan sikap dengan mendesak Arief Hidayat agar segera mundur dari Ketua dan Hakim Mahkamah Konstitusi.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan